SENTANANEWS.COM, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, langsung tancap gas membela warga Surabaya yang lahannya seluas 534 hektare tiba-tiba diklaim pihak lain.
“Ini bukan tanah terlantar! Warga sudah puluhan tahun tinggal, rawat, dan bayar pajak. Kok bisa tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku punya?” tegas Adies dengan nada geram.

Kasus panas ini melibatkan lima kelurahan di jantung Surabaya: Dukuh Pakis, Dukuh Kupang, Pakis, Gunungsari, dan Sawunggaling—semuanya wilayah padat yang kini berdiri rumah sakit, mall, sampai hotel mewah.
Tak tinggal diam, Adies meminta Komisi II DPR RI untuk memanggil semua pihak, mulai dari BPN, Pertamina, Pemkot Surabaya, sampai perwakilan warga—biar masalah ini terang-benderang.
“Kita pastikan tak ada yang dirugikan. Semua akan dipanggil!” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR, Zulfikar Arse, yang siap turun tangan bareng Adies.
Langkah Adies makin mantap setelah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara. Ia membenarkan sudah menerima surat resmi dari DPR soal sengketa lahan itu.
“Iya, surat dari Adies Kadir sudah saya terima. Kita bentuk tim untuk turun ke lapangan,” kata Nusron.
Nusron menegaskan, tim itu bakal kerja cepat dan transparan biar tak ada yang dirugikan sepihak.
“Kami tak akan biarkan kasus ini berlarut. Semua pihak akan didengar,” pungkasnya.(SN)









