SENTANANEWS.COM, Jakarta – Muhammad Al Fatih Manduansyah (12) dan kelima temannya menunjukkan sikap jujur dengan menyerahkan sebuah telepon genggam dan kartu Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditemukannya ke kantor polisi.
Keenam bocah itu merupakan siswa SDN 02 Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Al Fatih sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Fahrizal Manduansyah (45) dan Wita Sriyanti (35) yang tinggal di Gang Mushola Nurul Jannah, RT 05/04, Keluraha Setu, Kecamatan Cipayung,
Peristiwa itu berawal saat Al Fatih dan kawan-kawannya pulang sekolah pada Jumat (31/10).
Saat di tengah perjalanan, mereka melihat ponsel seorang ibu yang jatuh dari saku bajunya saat mengendarai motor.
“Waktu itu kami panggil-panggil, tapi ibu itu enggak dengar. Setelah salat Jumat, kami pulang dulu ganti baju, lalu ke Polsek buat menyerahkan HP itu,” kata Al Fatih.
Selain ponsel yang ditemukan di kawasan Bantar Jati, Al Fatih juga menemukan kartu SIM di sekitar kawasan Masjid At-Tin, Jakarta Timur, di hari yang sama.
“Yang HP di Bantar Jati, yang SIM di At-Tin. Kami salat dulu di situ, terus langsung ke Polsek,” ujarnya.
Setibanya di Polsek Cipayung, Al Fatih bersama teman-temannya langsung menyerahkan barang-barang temuan itu kepada petugas jaga Polsek Cipayung.
“Kata bapak polisi, barangnya boleh ditinggal nanti disampaikan ke pemiliknya,” tuturnya.
Aksi jujur Al Fatih dan kelima temannya pun akhirnya mendapat apresiasi dari Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal yang memberikan penghargaan secara langsung.
“Senang sih, senang banget dapat apresiasi dari Kapolres,” kata Al Fatih yang bercita-cita ingin jadi investor crypto.
Terposah, Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, memastikan bahwa ponsel yang sempat jatuh tersebut sudah diambil pemiliknya.
“Alhamdulilah sudah diambil, warga Setu Cipayung, Pada saat itu pemilik sedang naik motor suami dan anak,” jelas Edi.
Menurut Edi, pemilik baru menyadari ponselnya hilang setelah tiba di rumah.
“HP sedang dimainkan (anaknya) di motor, setelah sampai rumah ditanya sama orang tuanya ternyata HP-nya jatuh, tapi anaknya enggak berani ngomong pada saat jatuh,” jelasnya.(SN)









