Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

GMKI Nilai Pembangunan Infrastruktur Rahasia Perkembangan Pesat Tiongkok

26 Nov. 2018, 15.55.07

GMKI Nilai Pembangunan Infrastruktur Rahasia Perkembangan Pesat Tiongkok

Jakarta, SENTANA

UTUSAN pemuda Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memiliki kesempatan langka dan berharga dengan berkunjung dan belajar dari tiga perusahaan multinasional di China, yakni Alibaba, Huawei, dan JD.com.

Saat berkunjung ke kantor Alibaba, para pemuda Indonesia mendapatkan penjelasan tentang teknologi Big Data, Artificial Intellegence yang mampu diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan.

"Di kantor Alibaba beberapa hari lalu, kami dijelaskan bahwa Alibaba berinvestasi pada beberapa perusahaan di Indonesia termasuk GO-JEK. Salah satu visi Alibaba adalah membantu menggerakkan mikro ekonomi di Indonesia," ungkap Sahat Martin Philip Sinurat, koordinator delegasi GMKI setelah tiba di Indonesia (24/11/2018), kepada SENTANA melalui pesan WhatsAppnya, Minggu (25/11/2018).

Setelah mengunjungi kantor Alibaba, kata Sahat, para pemuda Indonesia tersebut melanjutkan studi banding ke salah satu kantor utama Huawei di Beijing.

"Di kantor Huawei kami menemukan bahwa ternyata Huawei banyak menggunakan dana riset untuk pengembangan Artificial intellegence, Internet of Things, Cloud Computing, serta Big Data yang dapat digunakan dalam bidang medis, keuangan, transportasi, manufaktur, urban manajemen hingga bidang pertanian dan peternakan. Ketika saat ini di Indonesia telah populer internet 4G, Huawei telah mengembangkan internet dengan sistem transmisi 5G yang memiliki kecepatan 20 kali lebih cepat dari 4G," beber mantan Ketua Umum PP GMKI periode 2016-2018 ini.

Pada saat berkunjung ke gudang terbesar JD.com di Shanghai, para delegasi melihat sistem pergudangan yang telah menggunakan teknologi mutakhir.

"JD.com memiliki sistem pergudangan dan logistik yang sangat baik. Gudang JD.com tersebar di belasan kota di China. Di Indonesia mereka telah berinvestasi melalui JD.id dan melihat Indonesia sebagai potensi pasar yang besar," kata Sahat.

Dari hasil studi banding ini, Sahat melihat bahwa pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) selama 30 tahun terakhir telah membuat negara Tiongkok dapat maju seperti saat ini.

"Langkah pemerintah Indonesia saat ini sudah sangat baik untuk melakukan pembangunan infrastruktur agar terbangun konektivitas setiap daerah di Indonesia. Tahap selanjutnya yang harus kita dukung bersama adalah pembangunan SDM khususnya terkait tenaga ahli dalam penggunaan teknologi untuk kebutuhan industri, mulai dari industri rumahan atau kecil, hingga industri besar. Dengan ini Indonesia dapat lebih siap menghadapi era revolusi industri 4.0," tandasnya.

Penulis: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Kominfo Sudah Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme
Edukasi
SEJAK Tahun 2009 hingga 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokiran 11.802 konten internet ya...
Sosialisasi 4 Pilar, Sabam Sirait Ajak Warga Bela Pancasila
Edukasi
ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari perwakilan provinsi DKI Jakarta, Sabam Sirait mengajak warga d...
PT. CPFI Ajak Siswa SDN Ancol 01 Makan Telur Rebus Bersama
Edukasi
PT Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) mengajak Siswa didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ancol 01, Kecamatan Pademang...
Menkominfo Ajak Pelajar Milineal Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
Edukasi
SAAT memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT REM), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019...
Dirjen Pas KemenkumHAM Teken MoU Dengan FH-UKI
Edukasi
DI Sela-sela acara Seminar Nasional bertajuk; "Reformasi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Institusi Pembinaan Narapidana" di Aula...
Pusat Kajian FH-UKI Gelar Seminar Reformasi LP Sebagai Pembinaan Napi
Edukasi
DALAM rangka melakukan kajian akademik, Pusat Kajian Lembaga Pemasyarakatan (PKLP) Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia...
BSK, Siapkan Ayah Sebagai Sosok Sentral Pendidikan Keluarga
Edukasi
DARI hasil Survei tanya-jawab yang dilakukan oleh Perkumpulan Bapa Segala Kehidupan (BSK), 89 persen anak muda yang bermasalah ...
Membangun Pendidikan Yang Meninggikan Derajat Bangsa
Edukasi
KETUA Sinode Gereja Suara Kebenaran Injili (GSKI), Pdt, Dr, Erastus Sabdono mengatakan sebuah sekolah pendidikan, khususnya Sek...
Rehab Ringan SMPN 30 TA 2018  Diduga Bermasalah
Edukasi
REHAB ringan SMP Negeri 30, Jakarta Utara tahun anggaran 2018 yang menelan biaya sebesar Rp. 688 juta dianggap sebagian pihak b...