Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Indonesia Akan Miliki Satelit Militer Senilai Rp11,2 Triliun

8 Juli 2016, 10.46.40

Indonesia Akan Miliki Satelit Militer Senilai Rp11,2 Triliun

Ilustrasi

Jakarta, Sentananews.com

Indonesia bakal memiliki satelit militer yang diluncurkan pada 2019 mendatang. Satelit tersebut merupakan buatan konsorsium Eropa Airbus Defence and Space. Kepastian ini terwujud setelah Komisi I DPR RI menyepakai pengajuan anggaran pembelian satelit seharga USD 849,3 juta atau Rp 11,2 triliun itu.

Satelit komunikasi militer ini berbeda dengan satelit lain yang sudah diluncurkan Indonesia. Disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, satelit ini sifatnya rahasia. Satelit tersebut bakal digunakan untuk semua komunikasi tentara nasional. Umumnya, satelit jenis ini dipakai untuk pengumpulan data intelijen, pengintaian, navigasi, dan komunikasi militer.

Diterangkan oleh Ryamizard untuk CNN Indonesia, "(Satelit komunikasi militer ini) nggak boleh campur-campur. Itu kan rahasia. Kalau satelit umum bisa digunakan untuk umum, perusahaan, dan macam-macam. Tapi di mana-mana, satelit militer itu harus rahasia."

Jumlah uang untuk pembelian satelit komunikasi militer ini tidak sedikit, sebesar USD 849,3 juta. Rinciannya adalah, harga satelit yang di kisaran USD 500 juta. Kemudian biaya peluncuran dan asuransi, yang diperkirakan ada di titik USD 300 juta. Jika ditambah dengan detail lain, anggaran untuk satelit tersebut bisa mencapai USD 1 miliar.

Airbus sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pembuatan satelit ini, sebelumnya memenangi tender pengadaan. Mereka dianggap lebih layak dibandingkan beberapa kandidat lain, yaitu Orbital Sciences Corporation asal Amerika Serikat, Loral Space & Communications asal Amerika Serikat, juga sebuah perusahaan satelit asal Rusia.

Nantinya, satelit komunikasi militer ini akan beroperasi pada frekuensi rendah L-Band. Satelit tersebut ditempatkan koordinat 123 Bujur Timur, sesuai jatah lokasi satelit bagi Indonesia oleh Uni Telekomunikasi Internasional (International Telecommunication Union, ITU). Adapun spesifikasi dan karakteristik satelit itu akan disesuaikan dengan kebutuhan operator Indonesia.

Editor: Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Rayakan Maulid, Siswa SDN Pademangan Timur 03 Diharapkan Tiru Teladan Nabi
Edukasi
DALAM Perayaan Maulid Nabi SAW 1440 H, siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pademangan Timur 03, Jakarta Utara diajak untuk meni...
Kepsek di DKI Jakarta Diminta Tak Resahkan Permendikbud Nomor 6 2018
Edukasi
TERKAIT adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah, Ke...
Terkait RUU Pesantren dan Pendidikan, SAP Siap Daftar ke Kemenag
Edukasi
TERKAIT dengan adanya Rancangan Undang-undang RUU Pesantren dan Pendidikan agama yang dinisiasi oleh DPR RI, Sekolah Alkitab Pe...
Raker Kepsek SMPN Se-Jakarta Hasilkan Sejumlah Rekomendasi
Edukasi
DALAM Rapat Kerja (Raker) para Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N se-DKI Jakarta yang digelar sejak Sabtu hingga Minggu (1-2 Desembe...
Menyatukan Visi Pendidikan, Kepsek SMPN se-DKI Jakarta Gelar Raker
Edukasi
PARA Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN se-Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat kerja kepala guna menyatukan visi Pendidikan pada, Sa...
GMKI Nilai Pembangunan Infrastruktur Rahasia Perkembangan Pesat Tiongkok
Edukasi
UTUSAN pemuda Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memiliki kesempatan langka dan berharga...
Pemuka Lintas Agama Menyoal Kontribusi Agama Bagi Negara
Edukasi
DALAM buku; "Hidup Dalam KomunitasPenyembahan-Persembahan" pemuka lintas agama menyoal kontribusi Agama bagi Negara. Hal itu di...
Studi Banding ke China, GMKI Bersama Dubes RI Bahas Pendidikan dan E-commerce
Edukasi
SEBANYAK 19 orang delegasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melakukan Studi Banding ke Republik Rakyat Tiongkok (Chin...
Kelompok Cipayung Plus  Ditugasi Kemenrisekdikti Bina Pancasila di Kampus
Edukasi
PERJUANGAN panjang Kelompok Cipayung Plus untuk mencabut SK Dirjen DIKTI Nomor: 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi...