Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kelompok Cipayung Plus Ditugasi Kemenrisekdikti Bina Pancasila di Kampus

30 Okt. 2018, 17.49.29

Kelompok Cipayung Plus  Ditugasi Kemenrisekdikti Bina Pancasila di Kampus

Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan yang Tergabung dalam Kelompok Cipaung Plus di Sosialisasi Permenristekdikti No.55 Thn 2018

Pekanbaru, SENTANA

PERJUANGAN panjang Kelompok Cipayung Plus untuk mencabut SK Dirjen DIKTI Nomor: 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus Atau Partai Politik Dalam Kehidupan Kampus akhirnya mencapai garis perjuangan baru.

SK Dirjen Dikti tersebut, yang merupakan kelanjutan dari NKK/BKK di masa Orde Baru dan selama ini membuat dikotomi terhadap organisasi ekstra kampus sudah tidak berlaku lagi dengan lahirnya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, masa bakti 2016-2018, Sahat Martin Philip Sinurat, ST, MT mengatakan, melalui Permenristekdiktitersebut member kepercayaan kepada organisasi gabungan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, yakni;GMKI, PMII, HMI, GMNI, PMKRI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, KAMMI, dan organisasi lainnya untuk bekerjasama dengan Rektor di setiap perguruan tinggi melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila dan peningkatan kualitas kepemimpinan terhadap mahasiswa-mahasiswi Indonesia.

"Kita bersyukur perjuangan kita (Kelompok Cipayung Plus) membuahkan hasil. Malahan kita dipercaya untuk memberikan pembinaan ideologi Pancasila dan Kepemimpinan ke kampus-kampusdi seluruh Indonesia," kata Sahat mewakili kelompok Cipayung Plus melalui rilis yang diterima SENTANA, Senin (29/10/2018) malam.

Menurut alumnus fakultas Teknik ITB ini, Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Menristekdikti Mohamad Nasir adalah bentuk legalitas aktivitas Kelompok Cipayung Plus berwujud UKM Pembinaan Ideologi Bangsa (UKMPIB).

"Langkah selanjutnya adalah melakukan sinkronisasi dan kolaborasi antara Kelompok Cipayung Plus dan Rektor di setiap kota perguruan tinggi Indonesia," katanya.

Selama bertahun-tahun, kata Sahat, kelompok Cipayung Plus konsisten menyuarakan tentang pencabutan SK Dirjen Dikti tahun 2002. Dalam dua tahun terakhir, setiap organisasi Kelompok Cipayung Plus menyampaikan pandangan tersebut kepada Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Kepala Staf Presiden, Menristekdikti, Menpora, dan berbagai stakeholder lainnya.

Dan akhirnya, lanjut Sahat, momen 90 Tahun Sumpah Pemuda tahun 2018 menjadi tonggak lahirnya sejarah baru. Kelompok Cipayung Plus diberikan tanggung jawab untuk menjadi pengawal ideologi Pancasila dalam UKMPIB.

"Ini adalah masa depan kita bersama para mahasiswa dan pemuda Indonesia, untuk menyiapkan peradaban Indonesia yang lebih baik menuju 100 tahun Indonesia pada tahun 2045 mendatang," tuturnya.

"Hidup Mahasiswa!, Hidup Rakyat Indonesia!, Merdeka!," pekiknya."Tinggilah Iman Kita, Tinggilah Ilmu Kita, dan Tinggilah Pengabdian Kita," tandasnya. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Dies Natalis Ke-60, FH UKI Menuju Akreditasi Internasional
Edukasi
TEPAT pada Tanggal, 15 Oktober 2018, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH-UKI) memasuki usianya yang ke-60 Tahun. S...
Ini 4 Aplikasi Keren Yang Diblokir PlayStore
Edukasi
Bagi pengguna handphone android sudah tentu bersahabat baik dengan aplikasi google playstore. Di Google Play Store jutaan aplik...
Terlalu Beresiko, Ahli Nuklir Indonesia Tolak Pembangunan PLTN Tawarkan EBT
Edukasi
Hingga saat ini Indonesia masih berupaya membangun pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik nasional, khususn...
Terkait Pokemon GO, BIN Masih Kaji Untung Ruginya
Edukasi
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso tengah kaji isu keamanan dalam permainan Pokemon Go. Game berbasis augmented reali...
Google Keyboard Kini Dukung Fasilitas Theme
Edukasi
Belum lama ini Google Keyboard telah meluncur versi barunya, yakni versi 5.1. Pengguna aplikasi Google Keyboard dapat melakukan...
Wow, Tangkap Pokemon Langka Bisa Dapat Rp65 juta
Edukasi
Meski baru dirilis, Pokemon Go mampu menyedot perhatian gamers di seluruh dunia. Di Indonesia, misalnya, ada gamer yang rela ke...
Ini Hal yang Perlu Diketahui Untuk Pemburu Pokemon
Edukasi
Kepopuleran game Pokemon Go pada sebagian besar pengguna smartphone memang sedang tinggi. Namun, tak sedikit pula yang masih be...
Kapan Pokemon Go Meluncur Resmi di Indonesia?
Edukasi
Game menangkap monster dengan bumbu augmented reality Pokemon Go secara resmi telah diluncurkan secara terbatas, yakni di Ameri...
Kalahkan Popularitas Twitter, Game Pokemon GO Laris Diunduh
Edukasi
Pokemon Go adalah game di mana kamu akan bertindak sebagai pelatih Pokemon yang dapat menangkap berbagai jenis Pokemon di dunia...