Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Membangun Pendidikan Yang Meninggikan Derajat Bangsa

15 Feb. 2019, 11.57.10

Membangun Pendidikan Yang Meninggikan Derajat Bangsa

Jakarta, sentananews.com

KETUA Sinode Gereja Suara Kebenaran Injili (GSKI), Pdt, Dr, Erastus Sabdono mengatakan sebuah sekolah pendidikan, khususnya Sekolah Tinggi Teologia (STT) hendaknya dibangun dengan tujuan meninggikan derajat bangsa. Hal itu dikatakan dia saat memeberikan kuliah umum di Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia (PTAKI).

"Kalau dalam lingkungan Kristen, membicarakan 'Derajat' harus diarahkan kepada kemartabatan secara moral. Kalau bukan dikaitkan kepada moral, berarti kita sedang mendegradasi kebenaran yang Tuhan kehendaki untuk diajarkan kepada jemaat atau masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kita berpikir kita harus meliputi moral sebagai anak-anak Allah," kat Erastus di hadapan ratusan mahasiswa, pengajar dan pelaku pendidikan teologi di Hall Artha Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/2/2019) malam.

Menurut dia, ada 5 ciri seorang yang berkeadaan sebagai anak Allah, pertama, kehidupan yang tidak bercacat dan bercela di hadapan Tuhan, Kedua tidak memiliki perasaan takut menghadapi segala keadaan, Ketiga tidak memandang dunia sebagai keindahan, keempat merindukan rumah Tuhan dan kelima berjuang tanpa batas melakukan kehendak Ilahi dalam pelayanan penyelamatan jiwa-jiwa.

"Seorang pendidik terlebih dahulu harus memiliki karakter dan moral yang baik supaya bisa mengajarkan pendidikan moral dengan karakter yang baik, karena itulah tujuan utama sekolah pendidikan," kata Gembala Sidang gereja Rehobot ini.

Menurut Erastus, lulusan sekolah teologia bukan cuman hanya untuk menjawab kebutuhan gereja tetapi harus memberkati dan berguna bagi masyarakat. Seorang lulusan teolog harus menjadi role model bagi jemaat dan masyarakat.

"Setelah lulus dari STT, saya berharap kalian kembali ke kampong halaman atau mau melayani ke pelosok-pelosok desa. Di sana kalian akan lebih sangat berguna, ajarkan mereka (jemaat/masyarakat) tentang pola hidup yang baik, moral dan karakter yang baik," harapnya.

Selain itu, lanjut Erastus, mahasiswa di STT harus juga diajarkan skill lain bukan cuman tentang teologi. "Itu berguna saat berada di masyarakat. Selain kita bisa mengajarkan dan membantu masyarakat agar memiliki keterampilan untuk meningkatkan perekonomian mereka, kita juga bisa menggunakan keterampilan itu untuk kita bekerja untuk mendapatkankan penghasilan agar tidak membebani jemaat dan gereja," ungkapnya.

Menurut Erastus, dengan banyaknya masyarakat yang dilayani oleh lulusan STT dengan mengajarkan pengetahuan, pendidika moral dan pembentukan karakter secara otomatis turut serta membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

"Dengan demikian derajat bangsa akan terangkat. Kita telah meninggikan derajat bangsa," tukasnya. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Kominfo Sudah Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme
Edukasi
SEJAK Tahun 2009 hingga 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokiran 11.802 konten internet ya...
Sosialisasi 4 Pilar, Sabam Sirait Ajak Warga Bela Pancasila
Edukasi
ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari perwakilan provinsi DKI Jakarta, Sabam Sirait mengajak warga d...
PT. CPFI Ajak Siswa SDN Ancol 01 Makan Telur Rebus Bersama
Edukasi
PT Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) mengajak Siswa didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ancol 01, Kecamatan Pademang...
Menkominfo Ajak Pelajar Milineal Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
Edukasi
SAAT memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT REM), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019...
Dirjen Pas KemenkumHAM Teken MoU Dengan FH-UKI
Edukasi
DI Sela-sela acara Seminar Nasional bertajuk; "Reformasi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Institusi Pembinaan Narapidana" di Aula...
Pusat Kajian FH-UKI Gelar Seminar Reformasi LP Sebagai Pembinaan Napi
Edukasi
DALAM rangka melakukan kajian akademik, Pusat Kajian Lembaga Pemasyarakatan (PKLP) Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia...
BSK, Siapkan Ayah Sebagai Sosok Sentral Pendidikan Keluarga
Edukasi
DARI hasil Survei tanya-jawab yang dilakukan oleh Perkumpulan Bapa Segala Kehidupan (BSK), 89 persen anak muda yang bermasalah ...
Rehab Ringan SMPN 30 TA 2018  Diduga Bermasalah
Edukasi
REHAB ringan SMP Negeri 30, Jakarta Utara tahun anggaran 2018 yang menelan biaya sebesar Rp. 688 juta dianggap sebagian pihak b...
Miris, Siswa SDN 05 Kalibaru, Jakut Belajar Pakai Kursi Plastik Bawa Dari Rumah
Edukasi
SUNGGUH miris, para anak didik siswa SD Negeri Kalibaru, Jakarta Utara (Jakut) harus mengikuti kegiatan belajar-mengajar pakai ...