Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Refleksi Awal Tahun PIKI Bahas 4 Isu Genting Nasional

26 Jan. 2019, 12.23.25

Refleksi Awal Tahun PIKI Bahas 4 Isu Genting Nasional

Jakarta, sentananews.com

SUDAH merupakan tradisi Akademis setiap tahunya, Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menggelar Refleksi Awal Tahun (RAT) 2019.

Tahun ini, dalam refleksi awal tahun-nya, PIKI mengulas secara ilmiah 4 Isu penting nasional dalam bentuk diskusi interaktif di Graha Oikumene PGI, Jalan Salemba, No.10, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019), dengan menghadirkan pembicara dan penanggap dari organisasi cendikia lintas agama dan akademisi.

Adapun keempat isu, dengan narasumber dan penanggap tersebut yakni: Pertama tentang "Kebhinekaan Indonesia Pasca Pemilihan Umum: Refleksi atas Nilai-Nilai Pancasila", menghadirkan pemantik Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Dengan Penanggap dosen Fisipol Universitas Kristen Indonesia yang juga Intelektual Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Dr. Osbin Samosir, M.Si. dan Kholid Syeirazil, M.Si. dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Isu kedua yang dibahas tentang "HAM dan Keadilan Sosial bagi Orang Asli Papua" menghadirkan narasumber Rektor Universitas Cendrawasih, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dengan penanggap Yakobus Muda dari Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA).

Isu ketiga berjudul "Bonus Demografi: Menyelaraskan Pembangunan dengan Kesiapan Sumber Daya Manusia" dengan

Narasumber Rektor Universitas Maranatha Bandung yang juga Guru Besar ITB, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. dengan penanggap Dr. Pos Hutabarat (Dewan Pakar DPP PIKI) dan Peter Lesmana dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Terakhir, Topik keempat bertajuk "Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Transportasi dan Konektivitas" menghadirkan narasumber Dirut MRT, Dr. Ir. William Sabandar.

Hadir pula dalam kesempatan itu Dias Hendropriyono dari Kantor Staffnya Kepresidenan (KSP). Dalam kesempatannya sebagai pengantar diskusi, Dias mengatakan saat ini Indonesia tengah mengalami degradasi nasionalisme.

"Salah satu penyebabnya adalah sikap individualisme manusia saat ini yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi," katanya.

Sementara, dalam tanggapannya soal refleksi Pancasila dalam kehidupan berbangsa, Kholid Syeirazil, M.Si. dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mengatakan bahwa Pancasila harga mati, NKRI sudah final. Namun menurut dia bangsa warga Indonesia yang terpaksa menerima Pancasila dan NKRI, hal itu dibuktikan adanya sekelompok orang yang menginginkan Indonesia menjadi negara agama atau bersyariah.

"Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final. Pancasila sudah sesuai atau memuat nilai-nilai islam. Secara sadar dan ikhlas NU menerima Pancasila sementara ada pihak yang terpaksa menerima Pancasila artinya tidak dengan kesadaran dan ikhlas," ungkapnya.

Dalam kesempatannya, mewakili Ketua Umum DPP PIKI, Putri Sitepu menjelaskan bahwa PIKI setiap tahun melakukan evaluasi akhir tahun dengan melakukan kajian mendalam terhadap keadaan bangsa secara global dalam satu tahun.

"Sebagai organisasi cendikia kita (PIKI) melakukan kajian evaluasi akhir tahun tetapi tahun ini (2019) kita melakukan refleksi awal tahun, ini kita lakukan terkait Pemilu 2019. Kita melakukan kajian bagaimana keadaan Indonesia pasca pemilu dengan melihat keadaan sekarang ini, khususnya terkait Pilpres yang sangat tegang dan mengkhawatirkan," kata anggota DPD RI Dapil Sumut ini.

Penulis: Agus R Panjaitan


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PGI Ajak Perempuan HKBP Perangi Perdagangan dan Kekerasan Pada Perempuan
Edukasi
Jakarta, sentananews.com – KETUA Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt, Dr, Henriette H Lebang mengajak perempu...
KPU: Stop Klaim Kemenangan Pilpres 2019
Edukasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau kedua kubu baik Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menyudahi sali...
JCW Laporkan Dugaan Korupsi Rehab SMPN 30 ke Polres Jakut
Edukasi
KOORDINATOR Jakarta Corruption Watch (JCW), Manat Gultom mengatakan pihaknya secara resmi melaporkan adanya dugaan korupsi terk...
Keberadaan Kantin di SMPN 244 Jakarta Disoal?
Edukasi
KEBERADAAN kantin di sekolah SMPN 244 Jakarta jadi persoalan. Pasalnya, para pedagang di kantin tersebut memanfaatkan sarana pr...
Kominfo Sudah Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme
Edukasi
SEJAK Tahun 2009 hingga 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokiran 11.802 konten internet ya...
Sosialisasi 4 Pilar, Sabam Sirait Ajak Warga Bela Pancasila
Edukasi
ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari perwakilan provinsi DKI Jakarta, Sabam Sirait mengajak warga d...
PT. CPFI Ajak Siswa SDN Ancol 01 Makan Telur Rebus Bersama
Edukasi
PT Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) mengajak Siswa didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ancol 01, Kecamatan Pademang...
Menkominfo Ajak Pelajar Milineal Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
Edukasi
SAAT memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT REM), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019...
Dirjen Pas KemenkumHAM Teken MoU Dengan FH-UKI
Edukasi
DI Sela-sela acara Seminar Nasional bertajuk; "Reformasi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Institusi Pembinaan Narapidana" di Aula...