Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Studi Banding ke China, GMKI Bersama Dubes RI Bahas Pendidikan dan E-commerce

22 Nov. 2018, 16.24.30

Studi Banding ke China, GMKI Bersama Dubes RI Bahas Pendidikan dan E-commerce

Beijing-Jakarta, SENTANA

SEBANYAK 19 orang delegasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melakukan Studi Banding ke Republik Rakyat Tiongkok (China), 17-23 November 2018. Mengangkat tema "Pancasila: Energi Indonesia untuk Dunia", Studing tersebut membahas berbagai isu terkait hubungan antar agama dan budaya, Pendidikan dan E-Commerce, serta perkembangan ekonomi dan teknologi.

Koordinator delegasi GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, mengatakan bahwa dalam hubungan bilateral antar negara, tidak hanya terjalin hubungan pemerintah dengan pemerintah, namun penting terjalin hubungan antara orang dengan orang dan organisasi dengan organisasi.

"Hal tersebut yang menjadi tujuan kami datang ke Tiongkok. Selain membangun hubungan dan saling mengenal satu sama lain, kami juga mencoba melihat potensi pasar untuk produk-produk Indonesia dan peluang kerjasama, baik dalam bidang pendidikan, agama, budaya, pengembangan startup, dan lainnya," kata Sahat yang merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI masa bakti 2016-2018 kepada SENTANA melalui pesan WhatsApp yang diterima, Kamis (22/11/2018).

Sementara itu, terang Sahat, pada pertemuan di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Duta Besar Djauhari Oratmangun menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi dan e-commerce, serta perkembangan hubungan Indonesia-Tiongkok.

"China adalah salah satu mitra dagang strategis Indonesia karena saat ini, ekspor terbesar Indonesia dikirim ke negara China. Ada banyak produk Indonesia yang dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok," kata Djauhari dalam sambutannya di kantor Kedubes, Minggu (18/11/ 2018).

Djauhari mengatakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia sedang baik-baiknya dengan tingkat pertumbuhan di angka 5,2%. Apabila tembus di angka 6%, maka ekonomi Indonesia akan semakin kuat dan masuk sebagai negara 5 besar dunia.

"Pertumbuhan ekonomi saat ini semakin cepat dengan adanya teknologi dan e-commerce. Oleh karena itu pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan ekspor kita, seperti baru-baru ini melakukan pameran produk-produk Indonesia untuk membuka pasar bagi para pelaku usaha di Indonesia," ujarnya.

Djauhari meminta agar pemuda Indonesia, terkhusus anggota-anggota GMKI untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan berinovasi dan mengembangkan produk-produk yang berkualitas dan siap bersaing dengan produk negara lain.

Menutup sambutannya, Djauhari menyampaikan apresiasi atas kunjungan studi banding ini. "Kunjungan GMKI menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia-Tiongkok tidak hanya politik dan ekonomi, tetapi juga dialog antar masyarakat termasuk organisasi kepemudaan guna memupuk rasa saling memahami dan persahabatan. Terima kasih Kedubes Tiongkok di Jakarta yang telah menfasilitasi kunjungan ini," pungkasnya.

Selain bertemu Duta Besar RI, para delegasi GMKI juga mengunjungi kantor Alibaba dan Huawei, serta bertemu Deputi Direktur Biro Hubungan Agama Pemerintah Tiongkok, dan beberapa tempat lainnya.

"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa pemuda Indonesia terbuka dengan perbedaan, serta mengutamakan kebersamaan dan kolaborasi untuk membangun dunia yang damai, adil, dan toleran bersama-sama," kata Sahat. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Kominfo Sudah Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme
Edukasi
SEJAK Tahun 2009 hingga 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokiran 11.802 konten internet ya...
Sosialisasi 4 Pilar, Sabam Sirait Ajak Warga Bela Pancasila
Edukasi
ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari perwakilan provinsi DKI Jakarta, Sabam Sirait mengajak warga d...
PT. CPFI Ajak Siswa SDN Ancol 01 Makan Telur Rebus Bersama
Edukasi
PT Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) mengajak Siswa didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ancol 01, Kecamatan Pademang...
Menkominfo Ajak Pelajar Milineal Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
Edukasi
SAAT memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT REM), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019...
Dirjen Pas KemenkumHAM Teken MoU Dengan FH-UKI
Edukasi
DI Sela-sela acara Seminar Nasional bertajuk; "Reformasi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Institusi Pembinaan Narapidana" di Aula...
Pusat Kajian FH-UKI Gelar Seminar Reformasi LP Sebagai Pembinaan Napi
Edukasi
DALAM rangka melakukan kajian akademik, Pusat Kajian Lembaga Pemasyarakatan (PKLP) Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia...
BSK, Siapkan Ayah Sebagai Sosok Sentral Pendidikan Keluarga
Edukasi
DARI hasil Survei tanya-jawab yang dilakukan oleh Perkumpulan Bapa Segala Kehidupan (BSK), 89 persen anak muda yang bermasalah ...
Membangun Pendidikan Yang Meninggikan Derajat Bangsa
Edukasi
KETUA Sinode Gereja Suara Kebenaran Injili (GSKI), Pdt, Dr, Erastus Sabdono mengatakan sebuah sekolah pendidikan, khususnya Sek...
Rehab Ringan SMPN 30 TA 2018  Diduga Bermasalah
Edukasi
REHAB ringan SMP Negeri 30, Jakarta Utara tahun anggaran 2018 yang menelan biaya sebesar Rp. 688 juta dianggap sebagian pihak b...