Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Bencana Sulteng - 18 Hari Tertimbun Lumpur, Batita Diketemukan Hidup

26 Okt. 2018, 21.33.28

Bencana Sulteng - 18 Hari Tertimbun Lumpur, Batita Diketemukan Hidup

Desa Petobo, Palu tertimbun lumpur setinggi 5 meter

Palu, SENTANA

KUASA Tuhan memang tak terbatas, kadang di luar batas nalar manusia. Pada hari ke-18 pasca gempa 7,4 sekala richter di Palu, seorang bocah Batita laki-laki diketemukan hidup oleh tim revitalisasi titik terdampak gempa di desa Petobo, Balaroa, Palu.

Diketahui, gempa palu terjadi pada Jumat (2/10/2018) pukul; 17;45 WITA. Terdapat empat titik wilayah yang terdampak gempa paling parah yang banyak memakan korban jiwa, salah satunya di Petobo, Palu.

Dampak gempa di Petobo terbilang aneh, mengerikan dan tragis. Pasalnya, di wilayah ini terjadi semburan lumpur dari dalam bumi yang mengaduk-ngaduk pemukiman warga seperti buah diblender. Rumah-rumah terangkat ke atas lalu kandas ke bawah lalu tenggelam oleh lumpur setinggi 5 meter.

Pada Tanggal 20 Oktober 2018 sekitar pukul 14;00, seorang Batita diketemukan hidup setelah alat berat beko mengeruk lumpur untuk melakukan pembersihan bekas gempa. "Tak sengaja si anak berumur sekitar 3-4 tahun nyangkut di beko, setelah diperiksa masih hidup, mukanya penuh dengan lumpur. Ya kuasa Tuhan siapa yang sangka," kata daeng Odi warga Petobo yang tinggal 20 meter dari batas terdampak gempa kepada SENTANA, Kamis (25/10/2018) sore.

Diceritakan Odi, saat gempa terjadi dirinya tengah berada di jembatan kuning. Dia berhasil selamat karena air tsunami yang datang tertahan oleh jembatan sehingga menahan laju dan volume air yang menerjang. "Jembatan itu ambruk. Bahkan ada kedai Nasi Kuning yang buka 24 jam selamat tak terdampak sama-sekali bangunannya," katanya.

Baca Juga: (Akses Jalan Putus Terbelah, 3 Daerah Masih Terisolir Sulit Kirim Bantuan)

Menurut Odi, sedikitnya 5,000 jiwa meninggal dunia di Petobo akibat bencana semburan lumpur, yang sebagian besar tidak diketemukan mayatnya.

"Setiap malam kita dengar suara-suara minta tolong dan tangisan di lokasi itu. Hampir tidak ada yang selamat di situ karena gempa membuat bumi berputar, dikocok, dingkat ke atas lalu dibanting ke bawah kandas lalu ditimbun lumpur. Warga yang mau menyelamatkan diri pun sulit karena tak bisa bergerak lari karena terlempar-lempar ke udara," bebernya.

Dari pantauan SENTANA di lokasi, terlihat alat berat beko tengah mengeruk timbunan lumpur untuk diratakan dan membuka akses jalan. Setiap harinya banyak warga, baik dalam maupun dari luar Palu termasuk para relawan yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Terlihat, banyak mobil warga yang terjebak di lumpur, hanya ada 1 rumah yang terlihat. Rumah tersebut diketahui tempat tinggal mantan Bupati Donggala. Rumah berlantai 2 tersebut tinggal 1 lantai karena yang lantai 1-nya terkubur dalam lumpur. Unkinya, sekitar 10 meter dari rumah tersebut ada klinik umum yang berdiri kokoh tak terdampak gempa.

Baca Juga: (Bencana Terunik, Gempa Palu Seperti Pilih-piiih Tempat dan Korban )

Terlihat tinggi lumpur lebih dari 5 meter, hal itu diukur dari bekas jalan aspal batas terdampak gempa, beko seperti berada di didasar yang hendak meratakan perbukitan. Terlihat pula pemulung hilir mudik mengambil puing-puing yang bisa dijual. Menurut keterangan warga sekitar lokasi, usai timbunan lumpur dirasa sudah kering benar, baru dilakukan evakuasi. tempat tersebut sekarang ini dirasa sudah aman dari dampak penyakit yang bisa ditimbulkan karena sudah disemprot anti kuman oleh pemerintah, bau nyengat mayat juga tak tercium lagi. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Workshop K-13 dan Pengarusutamaan Jender
Daerah
Pringsewu Lampung, Santananews.com Kegiatan workshop mandiri pembelajaran K.13 bagi pendidik anak usia dini tentang Kurikulum K...
​Pegawai Kantor Kecamatan Gunung Putri di Tes Urin
Daerah
Puluhan pegawai Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dites urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional (...
Tobarani Award untuk Nuraeni, Sang Pemberani
Daerah
Tak banyak yang berani berhadapan dengan rentenir atau punggawa di desa nelayan Pattingalloang. Mereka berkuasa, menjerat nelay...
Korban Keracunan Nasi Kotak di Cigudeg Jadi 86 Orang
Daerah
Korban keracunan nasi kotak di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor hingga Selasa (13/11) dini hari terus bertambah...
Pelaku Penggembos Ban Ditangkap Polisi
Daerah
Lima pelaku pencurian kendaraan (curanmor) dengan cara gembos ban yang biasa beraksi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, be...
Bupati Bogor Jadi Irup Peringatan Hari Pahlawan
Daerah
Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Kab...
Pemkab Bogor Terima Hibah Tanah untuk ​Bangun Sekolah
Daerah
Pemerintah Kabupaten Bogor menerima hibah tanah seluas 4.777 meter dari salah satu warga yang juga tokoh masyarakat Kecamatan M...
​Pemprov Jabar Optimis Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Daerah
Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menerima tim evaluasi Pengarusutamaan Gender un...
​Ketua PWI Kota Bogor Dikukuhkan Walikota Bogor
Daerah
Walikota Bogor Bima Arya mengukuhkan Arie Surbakti sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor terpilih periode...