Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​BMKG: Jabar Memang Kawasan Seismik Aktif

16 Des. 2017, 23.29.17

​BMKG: Jabar Memang Kawasan Seismik Aktif

Bandung, sentananews.com

Jawa Barat sangat berpotensi diguncang gempa bumi kuat akibat aktivitas subduksi lempeng yang terdapat di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat, dan sesar aktif yang tersebar di daratan.

Hal ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Toni Agus Wijaya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu. "Jadi tidak heran jika di Jawa Barat beberapa kali mengalami gempa bumi kuat dan merusak," katanya.

Pihaknya mencatat, secara tektonik wilayah Jawa Barat merupakan kawasan seismik aktif atau masuk dalam daerah rawan terjadi gempa. "Wilayah Jawa Barat memang rawan gempa bumi," katanya.

Catatan sejarah gempa bumi menunjukkan bahwa di zona gempa selatan Jawa Barat sudah beberapa kali terjadi secara kuat, merusak, bahkan memicu tsunami.

Ia mencontohkan, gempabumi Banten berkekuatan 8,1 pada Skala Richter (SR) pada 27 Februari 1903 menimbulkan kerusakan di wilayah Banten dan Jawa Barat.

Selain itu, gempa bumi kuat 7,8 SR pada 17 Juli 2006 memicu terjadinya tsunami Pangandaran, dan gempabumi Tasikmalaya 7,0 SR pada 2 September 2009 menimbulkan kerusakan banyak bangunan rumah maupun korban jiwa.

Untuk gempa 6,9 SR pada Jumat malam, ia menjelaskan, apabila ditinjau dari kedalaman hiposenternya, maka tampak bahwa gempa bumi itu merupakan jenis menengah.

"Di zona ini Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 70 milimeter per tahun," catatnya.

Hasil analisis mekanisme sumber keluaran BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan yang merupakan kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique sinistral).

Dengan melihat lokasi episenter, dikemukakannya, maka kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka diperkirakan pembangkit gempabumi ini adalah adanya deformasi batuan pada zona Benioff bagian atas dari lempeng samudra yang tersubduksi (subducted plate).

"Satu hal yang menarik bahwa pusat gempabumi yang terjadi tadi malam lokasinya berjarak sekitar 50 km arah utara dari pusat gempa merusak tahun 2009," demikian Toni Agus Wijaya.

Editor: P.Simatupang


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Bupati Bogor Resmikan Masjid Nurul Huda
Daerah
Ratusan masyarakat Megamendung hadir dan memberikan sambutan yang sangat hangat ketika Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti meresmikan ...
​PSI Kota Bogor: Seleksi Balon Legislatif Harus Transparan
Daerah
Ketua DPD PSI Kota Bogor Yetty Susanti menghimbau kepada panitia seleksi agar melakukan sistem keterbukaan dan trasparan yang b...
​Sekda Aspirasi Kesiapan Kafilah Ikut Lomba MTQ Provinsi Jabar
Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar, mengapresiasi kesiapan para kafilah dan official dalam rangka mengikuti lomb...
​260 Orang Jadi Relawan SIBAT PMI
Daerah
Sebanyak 260 orang masyarakat dari 13 kelurahan se-Kabupaten Bogor jadi anggota relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBA...
​Puluhan Ribu Warga Karawang Belum Rekam e-KTP
Daerah
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa, sampai saat ini masih ada sekitar ...
​Bupati Bogor Hadiri Panen Raya di Kec. Jonggol
Daerah
Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menghadiri panen raya dalam rangka upaya khusus padi, jagung dan kedele (upsus pajale) tahun 2018 ...
Bupati Bogor Hadiri Rapat BKSP
Daerah
Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menghadiri Rapat Kerja Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran...
​Gedung DPRD Kabupaten Bogor Terlihat Makin Indah
Daerah
Setelah sebelumnya ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor direnovasi total, kini gedung wakil rakyat itu terus didipercanti...
​679 ASN Kabupaten Bogor Naik Pangkat
Daerah
Sebanyak 679 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor mendapatkan promosi kenaikan pangkat. Naik...