Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​BODT dan Pemda Dinilai Bohongi Jokowi Soal Danau Toba

24 Juni 2018, 21.06.37

​BODT dan Pemda Dinilai Bohongi Jokowi Soal Danau Toba

Jakarta, Sentananews.com

Badan Otorita Danau Toba (BODT) dan Pemerintah Daerah (Provinsi atau Kabupaten) dinilai membohongi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait upaya membangun kawasan Danau Toba menjadi pariwisata unggulan Nasional kelas dunia. Hal itu dikatakan ketua panitia yang juga pengurus Naposo Batak se-Jabodetabek (Nabaja), Darmian Siahaan di acara "Malam Doa dan Keprihatinan Tragedi Danau Toba".

"Saya menilai BODT dan Pemda membohongi Presiden Jokowi dalam laporannya untuk membangun kawasan Danau Toba. Buktinya, terjadi peristiwa tenggelamnya KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada, Minggu, 18 Juni 2018 sore yang lalu, yang mestinya tidak terjadi bila ada pengawasan dan infrastruktur yang baik di sana," ujar Darmian di lokasi acara, halaman parkir kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (23/6/2018) malam.

"Kami bangso Batak berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah berkali-kali berkunjung ke Danau Toba tanah kelahiran kamim dan menginginkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu daerah Pariwisata unggulan Nasional," sambungnya.

Darmian juga mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk mengganti pengurus BODT, atau bahkan membubarkannya saja. "Pasalnya, tidak ada upaya atau program mereka hingga saat ini yang dapat dirasakan nyatam," tukasnya.

Agar peristiwa tragedi tenggelamnya kapal angkutan umum di Danau Toba, Darmian meminta agar aparatur pemerintah terkait menegakan aturan soal standarisasi angkutan kapal. Selain itu, mentalitas dan perilaku manusia di sana diperbaiki.

"Dengan pelatihan profesionalitas misalnya. Penyadaran prilaku masyarakat di sana juga perlu diperhatikan sehingga wisatawan manca negara mau datang ke Danau Toba," imbaunya.

Sedikitnya 3.000 massa menghadiri acara doa keprihatinan bertajuk "Tangiang Tu Tano Toba" tersebut. Diawali kebaktian (ibadah) peringatan dan penghiburan kepada keluarga korban, dalam acara tersebut juga dinyalakan 1.000 lilin berbentuk Hati (Love), sebagai tanda duka mendalam dari seluruh warga Batak dan pernyataan sikap dari 7 Ormas yang tergabung dalam "Forum Peduli Tragedi Danau Toba" yang menyelenggarakan acara tersebut.

Sederet artis Batak melantunkan lagu-lagu rohani dan daerah bertemakan kesedihan dan ratapan. Massa yang hadir larut dan turut bernyanyi saat Hutauruk Sister menyanyikan lagu 'Tuhan Masihkah Kau Dengarkan Doa-ku", ditambah lantunan musik gondang duka dan paduan suara seruling andung-andung (Tangisan) dari Martahan Sitohang grup, menambah hanyutan suasana duka warga yang hadir.

Dalam acara itu, hadir perwakilan dari keluarga korban tenggelamnya kapal KM. Sinar Bangun. Mereka secara bergiliran menggungkapkan perasaan mereka dan menceritakan kronologis kejadian dan kondisi keluarga.

"Kami mohon dukungan doa dari saudara-saudara yang hadir saat ini agar kami diberi kekuatan menghadapi ini semua dan agar anggota keluarga kami yang hilang segera ditemukan," pinta Rosdalina Nainggolan yang kehilangan 12 anggota keluarganya di peristiwa itu.

Adapun ketujuh Ormas Batak yang tergabung dalam forum peduli tragedi Danau Toba tersebut adalah; Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Nabaja, Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GP GBB), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT) dan Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT) membuat pernyataan sikap atas tragedi tersebut.

Penulis: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Ribuan Guru Honorer Tuntut Bupati Turunkan SK PNS
Daerah
Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada tahun ini disambut kesedihan para...
​Bogor Wonderful Indonesia Tournament and Tourism Resmi Digelar
Daerah
Bogor Wonderful Golf Tournament and Tourism Tahun 2018 resmi digelar. Ditandai dengan pukulan pertama atau shotgun bola asap ol...
 ​Bupati Bogor Kembali Tinjau Venue Porda XIII Jabar
Daerah
Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti kembali meninjau venue yang akan di gunakan untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XIII Jawa Barat...
Diskominfo Gelar Sosialisasi Penataan Domain Desa
Daerah
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor terus melakukan langkah cepat dalam rangka mewujudkan Smart City. Salah satuny...
​Bappenda Optimalisasi Pencapaian Target Pajak Daerah
Daerah
Pajak Daerah merupakan Komponen terbesar dalam Pendapatan Asli Daerah. Tahun 2018 Pajak Daerah ditetapkan sebesar Rp 1.569.977....
​Pertamina Tambah Lembaga Penyalur BBM 1 Harga di Trans Sulawesi
Daerah
GORONTALO Utara, 07 September 2018 - Sehari-harinya, masyarakat di Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara harus menempuh jarak 1...
ATR/BPN Kabupaten Bogor Gelar Turnamen Sepak Bola
Daerah
Dalam rangka menyambut Hari Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ke 58, Kantor (ATR/BPN) Kabupaten Bogor menggelar turn...
Kapolres: Kejadian di Samsat Hanya Kesalahpahaman Saja
Daerah
Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, insiden yang terjadi di Kantor Samsat Kabupaten Bogor, Jumat (31/8) hanya kesal...
Aksi Curanmor di Nangewer Bogor Marak Terjadi, Warga Resah
Daerah
Aksi pencurian kendaraan bermotor roda dua kembali terjadi di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Hampir s...