Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Diterjan Tsunami, Sambolo Jadi Desa Mati di Pandeglang

24 Des. 2018, 0.26.53

​Diterjan Tsunami, Sambolo Jadi Desa Mati di Pandeglang

Pandeglang, SENTANAnews.com

Rintik hujan menyiram Desa Sambolo, Pandeglang, Banten pada Minggu (23/12). Hawa terasa begitu lembap akibat diguyur hujan sejak 3 jam lamanya.

Suasana kian suram ketika melihat kanan dan kiri jalan. Tidak hanya becek akibat hujan. Jalan sepanjang Desa Sampolo, yang termasuk bagian dari Pantai Carita, juga dipenuhi puing bangunan serta benda-benda berserakan. Belasan mobil ambulans lalu lalang.

"Awas-awas. Alat berat mau kerja lagi," tutur salah seorang warga meminta warga lainnya menjauh dari rumah yang telah menjadi reruntuhan.

Desa Sambolo termasuk salah satu wilayah yang mengalami kerusakan terparah akibat tsunami Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12). Hingga sore hari ini, kondisinya sangat berantakan.

Mayoritas bangunan semi permanen yang tak jauh dari pantai roboh dan tak bisa lagi digunakan. Sementara bangunan permanen, baik rumah warga maupun penginapan, tidak sedikit yang luluh lantak akibat terjangan gelombang tsunami.

Tembok jebol hingga atap runtuh tampak dominan. Sebagian besar bangunan permanen dalam kondisi rusak parah dan hampir ambruk. Benda-benda yang ada dalam bangunan juga sudah berada di luar.

Terlihat banyak mobil yang rusak. Kaca pecah, bodi penyok, dan jenis kerusakan lain yang membuatnya tak ubah seperti barang rongsok.

Posisi mobil-mobil tersebut pun tidak beraturan. Ada yang berada di tengah kubangan air dengan posisi terbalik. Banyak juga dalam posisi di bawah reruntuhan rumah. "Listrik di sini juga mati. Dari kemarin," tutur Didi (33), warga Kampung Sambolo yang tengah bergegas entah menuju ke mana.

Apa yang diucapkan Didi dibenarkan oleh Aday (42), warga Kampung Susukan yang agak jauh dari pantai. Dia mengatakan kebanyakan warga Desa Sambolo sudah mengungsi ke kampungnya sejak kemarin. Ditambah lagi ketika bunyi sirine kembali menyala siang tadi. Semakin banyak warga Desa Sambolo yang mengungsi.

"Saya di sini mau melihat rumah saudara saya. Masih ada yang bisa dibawa atau enggak. Pakaian atau apa gitu," kaya Aday.

Aday mengaku tidak sedang berada di Desa Sambolo saat tsunami menerjang. Dia tengah berada di rumahnya di kampung sebelah.

Meski begitu, dia mengatakan langsung ke Desa Sambolo tak lama setelah air bah merangsek ke daratan. Aday mendapat informasi dari saudaranya.

"Pas kemarin malam, gelap-gelap, saya ke sini. Katanya ada gelombang. Hancur semua katanya. Yaudah saya datang. Bantu-bantu dengan warga lain," ucapnya.

Aday mengaku belum tahu pasti berapa jumlah warga Desa Sambolo yang menjadi korban tsunami. Menurut dia, sejauh ini, sebagian besar korban masih belum teridentifikasi dengan tepat. Teritama soal domisilinya. Oleh karena itu, dia tidak mau menyebutkan terlebih dahulu "Yang pasti, banyak yang dipusatkan di Puskesmas Carita," kata Aday.

Hingga kini, banyak petugas dari Badan SAR Nasional di Desa Sambolo yang terlihat sibuk. Mereka keluar masuk bangunan runtuh untuk memastikan apakah ada jasad korban yang belum terevakuasi.

Alat-alat berat juga beroperasi merapikan jalan dari puing-puing. Itu diprioritaskan agar akses bagi ambulans dan logistik bagi warga dapat lewat dengan lancar. Bangunan-bangunan yang runtuh masih didiamkan.

Editor: P Simatupang


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor 2019 Dibuka
Daerah
Bupati Bogor Hj. Ade Yasin membuka secara resmi Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor tahun 2019, di Lapangan Luar Stadion Paka...
Rinawati  Tinggalkan Rumah,  Keluarga  Minta Bantuan Masyarakat
Daerah
Jakarta, sentananews.comSetelah satu bulan meninggalkan rumah, Rinawati Sihombing (30) belum juga kembali. Seluruh keluarga su...
Apel Kesadaran Sarana Tingkatkan Kedisiplinan
Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar apel kesadaran nasional setiap tanggal 17 secara serentak. Salah satunya Dinas Ko...
Kepala Bakamla RI Temui Lima Pimpinan KPK
Daerah
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. melakukan pertemuan dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (K...
Kementrian Pertahanan Gelar Rapim TA 2019
Daerah
Kbementrian Pertahanan (Kemhan) vvRI menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan agenda penyampaian Refleksi 2018 dan proyeksi 2019...
Bupati Bogor Hadiri Hari Jadi Desa Cibodas ke-35
Daerah
Peringatan Hari Jadi Desa Cibodas yang ke-35 berlangsung meriah, acara tersebut dimeriahkan dengan Helaran dongdang, festival p...
​Berdalih Bisnis, Waluyo Menipu Hingga Rp 1,6 Miliar
Daerah
Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang kasus penipuan yang dilakukan terdakwa Ahmad Waluyo sebesar Rp 1,6 miliar terhadap rek...
​Mengaku Kena Tipu, Konsumen Grand Icon Minta Uang Dikembalikan
Daerah
PENGELOLA Apartemen PT. Mitra Graha Andalan mengecewakan para konsumennya. Hal ini seperti yang diakui salah satu konsumennya, ...
​Keterangan Terdakwa Pembacok Wartawan Mengada-ada
Daerah
Muhamad Nur alias Roni, salah satu pelaku pembacokan korban atas nama Wido yang berprofesi sebagai wartawan kembali menjalani p...