Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Eksistensi Relawan Asal Bekasi di Kawasan Tsunami Banten

25 Jan. 2019, 17.08.47

​Eksistensi Relawan Asal Bekasi di Kawasan Tsunami Banten

Kota Bekasi, Sentananews.com

Pasca ditetapkannya Tanggap Darurat Tsunami oleh Gubernur Provinsi Banten, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si (27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019) semakin memantik jiwa kepedulian para relawan dan kaum dermawan menyambangi kawasan terdampak tsunami, di antaranya kawasan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, wilayah Provinsi Banten.

Meski demikian, ternyata masih banyak kaum dermawan yang silih berganti ke lokasi terdampak tsunami menyalurkan donasinya ke wilayah tersebut.

Didominasi relawan nasional dan daerah setempat, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten, diantaranya BNPB, BPBD Pandeglang, tim SAR, posko parpol dan organisasi relawan lainnya tampak bertebaran di sepanjang jalan menuju kawasan terdampak.

Komunitas relawan khusus Kota Bekasi yang sempat bertahan di kawasan terdampak, sejak 27 Desember hingga 9 Januari 2019, salah satunya tim Relawan Infra Oscar Kemanusiaan.

"Eksistensi saya di kawasan terdampak tsunami Banten, mewakili komunitas relawan Infra Oscar Kemanusiaan dari Kota Bekasi. Dalam waktu hitungan hari, saya juga sempat berinteraksi dengan para stakeholder di Kabupaten Pandeglang," kata pendiri relawan Infra Oscar Kemanusiaan, Tejo Susanto kepada wartawan di Bekasi belum lama ini.

Saat itu, kata Tejo, ia memperkenalkan diri sebagai relawan Infra Oscar Kemanusiaan Kota Bekasi. "Respon dan apresiasi mereka luar biasa, menganggap jauh-jauh dari Kota Bekasi punya empati kemanusiaan ke Pandeglang. Dimata mereka, terkesan Infra Oscar di Kota Bekasi itu organisasi relawan besar," terangnya.

"Jujur saya sempat nyengir dan terkesima, jika harus berceloteh sesungguhnya. Tak menyangka mereka begitu antusias menyambut tim kita," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, sebenarnya agenda Infra Oscar akan melakukan aksi dan ekspedisi kemanusiaan yang merupakan ajang tahunan adventure ke kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi terkait habitat Lutung Jawa.

"Namun, tak disangka bencana tsunami menghantam kawasan Banten, hingga program yang telah dirancang sekian lama bertujuan aksi ke Muara Gembong, akhirnya ke Pandeglang. Saya pikir akan lebih bermanfaat," tukas Tejo.

Masih kata Tejo, setibanya di medan bencana banyak hal yang bisa digali dan moment yang diabadikan. "Misalnya saat saya dan tim menyambangi kawasan terisolir di Sumur dan Cimanggu. Saya melihat sebuah hunian perkampungan pesisir yang telah porak poranda. Tak ada lagi kehidupan pesisir, yang awalnya hingar bingar, mendadak berubah kegelapan saat malam menjelang. Disanalah muncul empati, bahwasanya bencana itu telah meluluhlantakkan sendi sendi kehidupan, dan bisa menimpa siapa saja," paparnya.

"Saya juga melihat ada fenomena kehidupan yang tak balance di kawasan selatan, dimana ditemukan infrastruktur jalan yang rusak parah, dari sejak masuk kawasan Kecamatan Cimanggu hinggga ke arah Sumur dan mencapai Ujung Kulon, diperkitrakan berjarak sekitar 17 km," jelas Tejo.

Di akhir perbincangan Tejo menyatakan, meski hanya berperan skala kecil di kawasan terdampak bencana tsunami, namun telah berbuat aksi nyata demi kemanusiaan.

"Mungkin, karena saya merasa enjoy, sehingga tak ada beban di hati. Saya betah saja dan sempat dua pekan bertahan di kawasan berdampak bencana di Provinsi Banten. Dan sempat pindah-pindah lokasi saat disana. Meski, tanggap darurat telah usai, namun masih ada saja relawan dan kaum dermawan dari Bekasi yang ke sana," tukasnya.

Implikasinya, meski hanya berperan dalam skala kecil, semoga bisa bermanfaat, karena sesungguhnya di manapun kita berada, seyogyanya bisa menebar kebajikan. Menumbuh-kembangkan jiwa berbagi dan empati, dari yang terkecil, dari saat ini, dan dari diri kita," pungkasnya.(rif)

Penulis: A.Zakarkasih


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​FKUB Banten Himbau Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai
Daerah
WAKIL Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten KH Ahmad Imron mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mensuk...
Gelontorkan 9 M, Ade Yasin Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan
Daerah
PEMERINTAH Kabupaten Bogor menggelontorkan Rp 9 miliar untuk membangun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk 20 SD Negeri yang masuk kat...
Wabup Bogor Dampingi Menteri ESDM Resmikan PJU-TS
Daerah
WAKIL Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan mendampingi Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan saat meresmi...
Anggota DPR RI Ungkap Transaksi BBM Ilegal di Pelabuhan Muara Baru, Jakut
Daerah
ANGGOTA DPR RI dari Komisi VII, Ivan Gultom membongkar adanya transaksi BBM Ilegal di kawasan pelabuhan Muara Baru, Penjaringan...
Warga Rusunami Bandar Kemayoran Minta Dibangun Jembatan Penghubung
Daerah
SAAT mengikuti Sosialisasi 4 Pilar oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari unsur Dewan Perwakilan Daerah Republi...
Walikota Kukuhkan Pengurus KONI Kota Bekasi 2019-2023
Daerah
Para pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang Kota Bekasi resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum KONI P...
​Aktivis Mahamuda Tanggapi Pengunduran diri Bupati Bekasi
Daerah
Ramainya pemberitaan tentang pengunduran diri Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hasanah Yasin melalui surat yang dikirim ke pimpi...
 ​Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidup Sehat
Daerah
Bupati Bogor Ade Yasin menghadiri acara jalan sehat dan senam pagi yang dilaksanakan di lapanagan Bola Siaga Desa Bojong Gede, ...
​Wabup Bogor Tutup Diklat Peningkatan Mutu Pembelajaran Guru SD
Daerah
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menutup pendidikan dan pelatihan (Diklat) peningkatan mutu pembelajaran guru SD di lingkungan...