Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kajari Janji Kawal Proyek Instalasi RSUD Cibinong

23 Agu 2017, 11.44.19

Kajari Janji Kawal Proyek Instalasi RSUD Cibinong

Wawancara denganPPK, Konsultan Pengawas Perencana dan PUPR di RSUD Cibinong

Bogor, sentananews.com

Terkait pemberitaan Sentana beberapa edisi sebelumnya,tentang adanya Dugaan KKN, dalam pembanguan Gedung Instalasi dengan Nilai kontrak Rp 65 milyar lebih, yang dikerjakan oleh PT Himindo Citra Mandiri dengan Konsultan Pengawas PT Bennatin. rupanyaKajari Cibinong, Bambang Hartoto juga merasakan ada yang aneh pada proses perencanaan dan pembangunan.

Hal ini dikatakan kepada Sentana, Selasa (22/8) di ruang kerjanya. Terutama dalam hal perencanaannya yang menganggarkan begitu besar sekali,tapi kenapa bisa ditawar dengan harga kontrak oleh PT Himindo Citra Mandiri hanya Rp. 65.milyar. "Jadi dari sana saja ada yang aneh, ada selesih belasan milyar mas. Coba bayangin jika itu dikontrak dengan harga kecil atau turun sedikit saja, dari pagu anggran sudah berapa sulisih uangnya," ujar Kajari seraya bercanda bersama tim Sentana.

Namun saat ditanya tentang Kajari dilibatkan sebagai konsultan hukum dalam hal ini, mengatakan akanmengawal. "Saya akan kawal hingga tuntas pekerjaan ini, dan saya tidak akan mentolerir jika ada kesalahan,apa lagi pelangaran hukum," katanya.

Ketika ditanya apakan Kajari sudah menerima berita acara dari Rumah sakit dan konsultan penrencana dan konsultan pengawas tentang rencana perubahan pemakaian besi lebi kecil, Kajari mengatakan ia beleum tahau. "Sampai dengan detik ini saya belum menerima apa lagi membaca Berita acara nya. Tapi nanti saya tanyakan dulu ke staf saya," katanya.

Selanjutnya kajari berjanji akan memberitahukan hasilnya. "Sabar ya Mas, nanti saya infokan lebih lanjut," kata Kajari.

Di tempat terpisah, Dokter Fauzia atau yang lebih dikenal dengan Dokter Uci mengundang Sentana Senin (21/08) secara khusus di ruang rapat direksi gedung Farmasi. Dalam acara itu tampak hadir Konsultan perencana. Konsultan Pengawas. Pelaksana PT Himindo Citra Mandiri dan dari PUPR Ir Yani Hassan yang diwakili oleh Bambang Widadi,

Dalam penjelasan dari Dede Herdi selaku konsultan perencana, mengakui jika pemakaian besi yang tidak sesuai dengan RAB seperti pada pemberitaan Sentana, namun itu sudah memenuhi kajian dan pertimbangan. Begitu juga dengan konsultan pengawas PT Bennatin Jamal, mengatakan hal yang sama, karena itu secara teknis mengurangi waktu kerja dan hemat biaya.

Aan selaku pelaksana dari PT Himindo mengatakan, memang besi yang mereka pakai atau ganti kwalitas lebih kuat dan bagus dari rencana sebelumnya atau RAB.

Begitu juga dengan keterangan Bambang Widadi dari PUPR Kabupaten bogor yang diundang, menjelaskan, memang dalam pemasangan kolom praktis itu tidak ada beban yang dipiku, l hanya menahan batasan saja.

"Namun perlu juga pihak pelaksana melampirkan atau menunjukan sertifikat atau brosur, paling tidak jika itu memang lebih dari rencana awal," jelas bambang.

Hal senada pun disampaikan PPK, Dokter Fauzia,jika dari bulan April mereka sudah berkordinasi dan membuat berita acara ke semua pihak,bahkan ke Kajari melalui Kasie Datun, sudah mengetahi juga tentang rencana perubahan ini. Namun saat ditanya lagi biaya yang ditimbulkan akibat prubahan itu berbeda dariketerangan sebelumnya, selisih Rp 80 juta namun sebelumnya PPK menjelaskan ada selisih Rp. 30-40 juta.

Namun ada yang aneh saat Konsultan perencana mengatakankan, fungsi dari pada besi tulangan kolom praktis hanya merangkai dan menahan beban badannya sendiri, dan besi tulangan u24 diconversikan menjadi u50, setara where masih 6,namun ketika dipertanyaankan mengenai besi cincin,dia menyatakankan itu sama u50.

Padahal dianalisa itu jawaban yang kurang tepat, dasarnya dari mana, karena cincinnyamakai besi polos d4, seharusnya dianalisa besi polos d6, itu masih tetap u24, dan apakan konsultan perencana udah melihat sertifikat dari pabrik yang dikatakan pelaksana lebih bagus dan kuat,konsultan perencana Dede mengembalikan pada pelaksana Himindo. Saat Sentana menanyakan sertifikat dan pabriknya. dimana juga Aan mengatakan ada, dan tidak bisa memperlihatkan sampai dengan berita ini diturunkan belum ada brosur apa lagi sertifikat yang ditunjukan.

Penulis: Subur/Anwar/Krisman

Editor:Pangihutan Simatupang




To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Dishub Kota Bekasi Bekukan Izin Ribuan Angkutan
Daerah
Dinas Perhubungan Kota Bekasi membekukan izin operasional 2.284 unit angkutan umum di Kota Bekasi. Sebab, usia ribuan angkutan ...
Tim Pemekaran Optimis DOB Talabatai Lolos
Daerah
Koordinator pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Talabatai, Kabupaten Seram Bagian Barat, Jafar Wakanno optimis DOB Talabatai ak...
​Tanggul Sungai Citarum di Karawang Amblas
Daerah
Setelah selama beberapa hari terakhir mengalami retak-retak, tanggul sungai Citarum di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Ka...
​Jalur Puncak-Cianjur Rabu Sore Normal
Daerah
Menjelang malam arus kendaraan di Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, mulai normal setelah Polres Cianjur, melakukan sistim satu ...
Banyak Kutu di Gudang, Bulog Digugat
Daerah
PT Jati Luhur Agung menggugat Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang Jawa Tengah, lantaran kutu yang muncul dari gudangnya men...
​Korban Kebakaran di Bogor Butuh Bantal dan Handuk
Daerah
Bantuan untuk korban kebakaran di Kelurahan Gudang, Kota Bogor, Jawa Barat baik dalam bentuk logistik, maupun makanan terus men...
Kecelakaan Saat Libur Natal, Enam Tewas
Daerah
Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, telah terjadi 12 kasus kecelakaan di Sum...
​Puluhan Sekolah di Surabaya Direhabilitasi
Daerah
Pemerintah Kota Surabaya akan merehabilitasi puluhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pahlawan pad...
​Atasi Macet di Pasteur, Jasa Marga Terapkan "e-Toll Portable"
Daerah
Pihak Jasa Marga Gerbang Tol Pasteur Bandung mengatakan, untuk mengurai kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) menuju masuk...