Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Labora: Pemberitaan Soal Kasus Rekening Gendut Sangat Merugikan

22 Jan. 2019, 9.31.15

​Labora: Pemberitaan Soal Kasus Rekening Gendut Sangat Merugikan

Jakarta, sentananews.com

Terpidana kasus rekening gendut, Labora Sitorus mengungkapkan, pemberitaan terkait kepemilikan rekening gendut hingga mencapai Rp 1,5 triliun sangat merugikan dirinya dan tidak mencerminkan keadilan.

"Malah yang terjadi adalah pemutarbalikan fakta dan kebohongan kepada masyarakat luas. Sebagai anggota kepolisian di Polres Sorong, tidak pernah terlintas dalam diri saya untuk melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum dan mempermalukan atasan dan institusi Polri,'' kata Labora, Senin (21/1/2019).

Memang, kata dia, disela-sela tugasnya ikut menyempatkan diri membimbing dan membantu keluarganya dalam mengelola bisnis keluarga melalui dua perusahan yang didirikan dan dibeli keluarganya, yaitu PT Rotua dan PT Seno Adhi Wiyata (PT SAW) yang bergerak di bidang pengolahan kayu dan pembelian atau penjualan bahan bakar minyak (BBM).

"Tapi saya pastikan, kedua perusahan tersebut memiliki izin yang lengkap dan dikelola oleh para karyawan dengan melibatkan masyarakat setempat," tukasnya.

Ia mengungkapkan, ketika berita tentang rekening gendut para jenderal menerpa lingkungan Polri yang kemudian beredar luas, Labora dianggap sebagai salah seorang anggota kepolisian yang memiliki rekening gendut yang berjumlah sampai triliunan rupiah.

"Padahal saya tidak pernah memiliki uang sampai triliunan rupiah dan ini terbukti saat keterangan saksi dari berbagai pihak, termasuk bank di persidangan," ujar Labora.

"Atas dugaan rekening gendut itulah, ada pihak yang melaporkan diri saya ke Polda Papua atas dugaan melakukan ilegal logging dan BBM ilegal," sesalnya.

Lebih jauh ia mengatakan, awal mula kejanggalan dan rekayasa, terdapat laporan atas dirinya, Laporan yaitu: Laporan Polisi/57/III/SPKT/2013/Papua dan Laporan Polisi/65/III/SPKT/2013/Papua, dalam laporan 57 bukan dirinya sebagai terlapor sedangkan laporan 65 ada 3 orang terlapor dengan 3 laporan berbeda begitu juga terlapornya serta petugas yang membuat serta menandatangi laporan tersebut. Kemudian muncul lagi 2 laporan yaitu Laporan Polisi107/ III/SPKT/2013/Papua dan Laporan Polisi108/ III/SPKT/2013/Papua yang keduanya tentang TPPU.

"Melihat kejanggalan dan rekaya ini, saya akhirnya mendatangi Kompolnas di Jakarta untuk melakukan pelaporan. Namun yang terjadi bukan laporan saya yang ditindaklanjuti oleh Kompolnas, tetapi justru ditangkap di depan pintu Kompolnas dan dilanjutkan dengan penahanan di Rutan Bareskrim oleh Ditreskrimsus kemudian dilimpahkan ke Polda Papua," bebernya.

Tidak hanya penahanan yang dialami Labora, kata dia, bahkan kayu olahan dan BBM milik kedua perusahan keluarganya serta beberapa kendaraan dan kapal serta uang yang berada di kantor perusahan juga disita.

Kejanggalan dan rekayasa kembali terjadi, dimana dalam putusan PT dan PN mengembalikan semua sitaan karena tidak terkait dirinya, dianulir oleh MA dengan merampas untuk negara.

"Setelah putusan MA keluar dan jaksa akan mengeksekusi saya, dibuatlah rekayasa dan berita bahwa saya kabur dan bersembunyi. Padahal selama kejadian saya selalu berada di rumah," katanya.

"Berita dan video tentang saya melarikan diri dan menolak ditahan serta melakukan perlawanan terhadap eksekusi banyak tersebar, padahal tidak mencerminkan kenyataan sebenarnya," tambah Labora.

Tidak hanya itu, lanjut dia, saat dibawa ke Lapas Sorong untuk ditahan, Kalapas Sorong ternyata menolak untuk menahan Labora karena tidak dilengkapi surat-surat persyaratan untuk penahanan. "Saat itu juga saya sedang menderita sakit, sehingga akhirnya diputuskan untuk diantar di rumah sakit. Sampai akhirnya saya dipindahkan dari Lapas Sorong ke Jakarta dan di tahan di Lapas Cipinang," tukasnya.

"Yang pasti banyak pemberitaan yang tidak berimbang dan tanpa ada konfirmasi dari saya ataupun keluarga saya, yang secara langsung mengalami kejadian yang sebenarnya dan terdampak langsung atas kasus yang dituduhkan kepada saya," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​FKUB Banten Himbau Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai
Daerah
WAKIL Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten KH Ahmad Imron mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mensuk...
Gelontorkan 9 M, Ade Yasin Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan
Daerah
PEMERINTAH Kabupaten Bogor menggelontorkan Rp 9 miliar untuk membangun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk 20 SD Negeri yang masuk kat...
Wabup Bogor Dampingi Menteri ESDM Resmikan PJU-TS
Daerah
WAKIL Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan mendampingi Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan saat meresmi...
Anggota DPR RI Ungkap Transaksi BBM Ilegal di Pelabuhan Muara Baru, Jakut
Daerah
ANGGOTA DPR RI dari Komisi VII, Ivan Gultom membongkar adanya transaksi BBM Ilegal di kawasan pelabuhan Muara Baru, Penjaringan...
Warga Rusunami Bandar Kemayoran Minta Dibangun Jembatan Penghubung
Daerah
SAAT mengikuti Sosialisasi 4 Pilar oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari unsur Dewan Perwakilan Daerah Republi...
Walikota Kukuhkan Pengurus KONI Kota Bekasi 2019-2023
Daerah
Para pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang Kota Bekasi resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum KONI P...
​Aktivis Mahamuda Tanggapi Pengunduran diri Bupati Bekasi
Daerah
Ramainya pemberitaan tentang pengunduran diri Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hasanah Yasin melalui surat yang dikirim ke pimpi...
 ​Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidup Sehat
Daerah
Bupati Bogor Ade Yasin menghadiri acara jalan sehat dan senam pagi yang dilaksanakan di lapanagan Bola Siaga Desa Bojong Gede, ...
​Wabup Bogor Tutup Diklat Peningkatan Mutu Pembelajaran Guru SD
Daerah
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menutup pendidikan dan pelatihan (Diklat) peningkatan mutu pembelajaran guru SD di lingkungan...