Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PTSL di Kecamatan Ciseeng di Bawah Target

3 Mei 2018, 18.48.54

PTSL di Kecamatan Ciseeng di Bawah Target

Bogor, Sentananews.com

Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kecamatan Ciseeng Kab. Bogor hingga awal Mei 2017 ini masih di bawah target.

Dari sejumlah nara saumber yang dihimpun menyebutkan, minimnya target program PTSL di kecematan tersebut akibatmasih kecilnya data alas hak warga yang masuk ke kantor desa.

Kalaupun data tersebut sudah masuk, ada banyak data alas hak yang kemudian belum terverifikasi atau belum memunuhi standar persyaratan yang diminta. Sementara, hasil ukur lahan warga yang selesai juga masih minim.

Keterangan lain mengatakan, terhambatnya program pengurusan sertifikat gratis ini pangkalnya saat warga berurusan dengan perangkat desa.

Di urusan ini warga sering dibuat pusing karena ada sejumlah uang yang diminta kalau pengurusan sertifikat ingin selesai.

Seorang warga di RT 03 RW 04, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Hamdanah mengatakan, setiap warga yang mengurus satu bidang tanah diwajibkan membayar Rp 250 ribu.

Dari uang yang diminta, desa mendapat jatah Rp 150 ribu dan Rp 100 ribu untuk kecamatan. "Semua warga dimintai segitu, Kepala Desanya (Affendi-red) dimana- mana ngomong biaya pengurusannya segitu, jadi kalau ada yang minta lebih laporkan saja," ujar Hamdanah.

Ia menambahkan, biaya Rp 250 ribu tersebut untuk pengurusan satu bidang tanah. Dengan bagitu kalau satu orang warga memiliki tiga atau empat bidang tanah maka tinggal mengalikan. "Ya kalau punya tiga lahan bayar Rp 750 ribu," jelasnya

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Babakan, Affendi membantah ada pungutan Rp 250.000. "Yang ada cuma Rp 150 ribu khan sudah sesuai dengan Perbup,"ujarnya saat dihubungi via telepon Kamis ( 3/5).

Soal minimnya target penyelesaian program PTSL, Effendi mengatakan itu terkait dengan warga yang rata-rata tidak punya alas hak. Kondisi itu diperparah karena hingga saat ini tim pengukuran yang ditunjuk BPN belum kerja maksimal.

"Harus diketahui tukang ukur yang ditunjuk BPN itu sering tidak masuk, katanya memang mereka belum terima anggaran operasional," jelasnya

Dengan kondisi seperti itu, lanjutnya, seluruh proses pengerjaan sertifikat warga jadi terganggu.

"Dari 2.000 berkas yang diproses di Desa Babakan, saat ini baru 600 berkas yang masih dalam proses. Sisanya sekitar 1400 belum tersentuh," ujarnya.

Sementara dari 4000 berkas yang diproses di Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng baru sekitar 1080 berkas yang dalam tahap penyelesaian.(rif)

Penulis: Dedi/Krisman


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Labora: Pemberitaan Soal Kasus Rekening Gendut Sangat Merugikan
Daerah
Terpidana kasus rekening gendut, Labora Sitorus mengungkapkan, pemberitaan terkait kepemilikan rekening gendut hingga mencapai ...
​Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor 2019 Dibuka
Daerah
Bupati Bogor Hj. Ade Yasin membuka secara resmi Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor tahun 2019, di Lapangan Luar Stadion Paka...
Rinawati  Tinggalkan Rumah,  Keluarga  Minta Bantuan Masyarakat
Daerah
Jakarta, sentananews.comSetelah satu bulan meninggalkan rumah, Rinawati Sihombing (30) belum juga kembali. Seluruh keluarga su...
Apel Kesadaran Sarana Tingkatkan Kedisiplinan
Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar apel kesadaran nasional setiap tanggal 17 secara serentak. Salah satunya Dinas Ko...
Kepala Bakamla RI Temui Lima Pimpinan KPK
Daerah
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. melakukan pertemuan dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (K...
Kementrian Pertahanan Gelar Rapim TA 2019
Daerah
Kbementrian Pertahanan (Kemhan) vvRI menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan agenda penyampaian Refleksi 2018 dan proyeksi 2019...
Bupati Bogor Hadiri Hari Jadi Desa Cibodas ke-35
Daerah
Peringatan Hari Jadi Desa Cibodas yang ke-35 berlangsung meriah, acara tersebut dimeriahkan dengan Helaran dongdang, festival p...
​Berdalih Bisnis, Waluyo Menipu Hingga Rp 1,6 Miliar
Daerah
Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang kasus penipuan yang dilakukan terdakwa Ahmad Waluyo sebesar Rp 1,6 miliar terhadap rek...
​Mengaku Kena Tipu, Konsumen Grand Icon Minta Uang Dikembalikan
Daerah
PENGELOLA Apartemen PT. Mitra Graha Andalan mengecewakan para konsumennya. Hal ini seperti yang diakui salah satu konsumennya, ...