Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Publikasi Kinerja Disdik Kabupaten Bogor Tahun 2017

30 Nov. 2017, 11.38.25

Publikasi Kinerja Disdik Kabupaten Bogor Tahun  2017

​Bogor, Sentananews.com

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, H. TB. A. Luthfi Syam mengatakan dengan berpijak pada dasar tersebut di atas, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kemudian merumuskan arah pembangunan pendidikan yang dituangkan dalam rencana strategis (renstra) periode 2013-2018. Arah kebijakan pembangunan pendidikan tersebut dirumuskan dalam rumusan visi "Terselenggaranya Layanan Pendidikan yang Prima untuk Membentuk Manusia yang Berkualitas dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Termaju di Indonesia. Maka dari itu, untuk dapat mewujudkan visi sebagaimana rumusan di atas, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menetapkan misi sebagai berikut, Menyediakan Layanan Pendidikan yang Merata dan Terjangkau, Meningkatkan Profesionalitas dan Akuntabilitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.Berdasarkan Peraturan Bupati Bogor Nomor 45 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pendidikan, bahwa tugas pokok Dinas Pendidikan adalah membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan tugas pembantuan. Adapun fungsi untuk melaksanakan tugas tersebut antara lain adalah perumusan kebijakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, pelaksanaan adminitrasi dinas, dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya.

"Adapun tujuan dari masing-masing misi tersebut adalah: tujuan pada misi pertama, Tersedia dan terjangkaunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar yang merata dan berkualitas dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, Tersedianya layanan pendidikan non-formal melalui pendidikan kesetaraan dan keaksaraan fungsional bagi warga yang tidak terjaring pendidikan formal," kata Lutfie kepada Harian sentana, Selasa (28/11/2017) kemarin.

Ia menambahkan, s1ementara tujuan pada misi kedua adalah Meningkatnya kapabilitas dan profesionalitas sumber daya manusia (SDM) kependidikan, Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi administrasi dan manajemen organisasi kependidikan. Tahun 2017 adalah tahun keempat periode renstra tahun 2013-2018, sedangkan pada tahun tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memfokuskan kebijakan pada tiga hal, yaitu, peningkatan aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penuntasan buta huruf.

"Peningkatan aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan diimplementasikan melalui perluasan daya tampung; penguatan sekolah-sekolah alternatif; dan fasilitasi biaya operasional sekolah. Pada fokus kebijakan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan diupayakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, dan pemenuhan stantar pelayanan minimal jenjang pendidikan dasar. Sementara pada fokus kebijakan penuntasan buta aksara, dilakukan melalui optimalisasi tim koordinasi pembarantasan buta aksara tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, dan tingkat desa/kelurahan, dan yang kedua melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat," ujarnya.

Lutfie menjelaskan, Angka harapan lama sekolah (HLS) sebagai salah satu komponen indeks pendidikan, hasil laporan antara Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor pada tahun 2016 sebesar 12,05 tahun. Melihat capaian tersebut, artinya bahwa lamanya sekolah yang diharapkan oleh anak pada usia tertentu (7 tahun ke atas) di Kabupaten Bogor di masa mendatang adalah selama 12,58 tahun atau setara dengan lulusan pada jenjang sekolah menengah atas (tepatnya sudah duduk di bangku kuliah semester pertama). Sementara komponen kedua dari indeks pendidikan adalah rata-rata lama sekolah (RLS), pada tahun 2016 sebesar 7,83 tahun, artinya rata-rata penduduk Kabupaten Bogor yang sudah menginjak usia 25 tahun ke atas baru duduk di bangku SMP/sederajat di kelas 1.

"Jika kita lihat kedua indikator di atas, capaian HLS lebih tinggi dibanding capaian RLS, hal ini dikarenakan selain dasar metode perhitungan yang berbeda, juga erat kaitannya dengan pembiayaan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. APBD kabupaten yang dikeluarkan untuk mendanai pendidikan selama ini lebih difokuskan pada usia pendidikan dasar yang lebih mengarah pada pencapaian indikator harapan lama sekolah yang basis perhitungan usianya dimulai pada usia 7 tahun, dan untuk dapat dihitung pada indikator rata-rata lama sekolah baru masuk dihitung minimal 10 tahun yang akan datang," tambahnya.

Sedangkan Indikator kinerja adalah, sambung dia, ukuran yang dapat menunjukan perubahan yang terjadi pada suatu bidang tertentu. Untuk mengetahui perkembangan dalam melaksanakan program dan kegiatan yang dilaksanakan, Dinas Pendididikan menggunakan beberapa indikator kinerja, yang paling populer dan lebih akrab antara lain adalah APK dan APM. Berikut adalah realisasi APK PAUD, APK dan APM pada jenjang SD/sederajat serta APK dan APM SMP/sederajat pada tahun 2017. APK PAUD 48,14%; APK SD/sederajat 97,20%; APK SMP/sederajat 91,20%; APM SD/sederajat 86,89%; dan APM SMP/ sederajat 80,62%. Jumlah lembaga pendidikan pada tahun 2017 yang ada di Kabupaten Bogor adalah mulai dari nomor jenjang negeri swasta dengan jumlah, (lihat Tabel 1) termasuk SMP satu atap dan kelas jauh.

"Sedangkan dengan total jumlah siswa/peserta didik nomor jenjang Laki-laki dan Perempuan dengan tingkat Taman Kanak-kanak (TK) (lihat tabel 2).

Sementara jumlah guru no jenjang PNS NonPNS berjumlah guru TK (lihat tabel 3)," jelasnya.

Senada, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Dr. Yadi Mulyadi melanjutkan dalam prestasi kejuaran pada tahun 2017, tidak sedikit prestasi yang diraih oleh putra-putri yang berasal dari Kabupaten Bogor, baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional, antara lain adalah Juara pertama lomba MTQ tingkat nasional atas nama Arifatul Ulfiyyah Alhajqiyyah, siswi SDN Balekambang 03 Kecamatan Jonggol; Juara pertama tata kelola BOS pada tingkat Provinsi Jawa Barat yang diraih oleh SMPN 2 Cibinong dalam kegiatan lomba tata kelola dana bantuan operasional sekolah jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, Juara pertama festifal dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Barat yang diraih oleh Alden Ardiwinata Putra, siswa asal SMP Taruna Bangsa Kecamatan Babakan Madang, dan Juara pertama apresiasi keteladanan dikmas berprestasi yang di raih oleh Dra. Mas'amah, MM dari PKBM Kartini dalam lomba keteladanan PLS tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Penganugerahan piagam penghargaan itu berikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat pada Lomba Keteladanan PLS sebagai Juara Pertama Tingkat Provinsi Jawa Barat. Ellyza Masyitoh, S.Pd dari LKP Viderista Kecamatan Cisarua meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Barat pada lomba peningkatan mutu prestasi perempuan dengan mata lomba Mengutamakan Ilmu dan Keterampilan. Selain mendapatkan prestasi dengan predikat juara pertama, tidak sedikit prestasi lain yang di raih dengan predikat juara kedua dan ketiga, baik tingkat nasional maupun tingkat nasional, antara lain adalah Dra. Hj. Taty Rahayuningsih, M.Pd mendapat anugerah sebagai juara ketiga sebagai pengawas SMP berprestasi dalam lomba pengawas berprestasi, Darren Eugene Daffa Liang, siswa SD Taruna Bangsa Kecamatan Citeureup mendapat anugerah sebagai juara kedua tingkat Provinsi Jawa Barat pada lomba olimpiade sains dengan mata lomba Ilmu Pengetahuan Alam, Muhammad Nazriel Ilham Setiawan, siswa asal SDIT Ummul Quro Kecamatan Kemang mendapat anugerah sebagai juara kedua pada lomba Olimpiade Sains Nasional dengan mata lomba matematika, serta Nunuk Sri Maryatun, S.Pd dari LKP Sarie Kecamatan Citeureup mendapatkan predikat sebagai juara kedua tingkat Provinsi Jawa Barat pada kegiatan Apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi dengan mata lomba Kecantikan," ucap Sekdisdik Yadi.

Lanjut orang nomor dua di Disdik kabupaten Bogor ini memaparkan, dalam realisasi anggaran dan belanja daerah untuk sektor pendidikan pada bulan november 2017 sebesar 75,87%, terdiri dari belanja tidak langsung (BTL) dan belanja langsung (BL) yang masing-masing sebesar 81,61% dan 59,38%. Anggaran pendidikan pada tahun 2017 sebelum perubahan sebesar Rp1.531.387.490.000, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp1.136.462.594.000, dan belanja langsung sebesar Rp394.924.896.000. Sementara, anggaran pada belanja langsung untuk melaksanakan 10 program dengan jumlah kegiatan sebanyak 794 kegiatan. Berikut tabel 4 adalah program dan jumlah kegiatan beserta jumlah masing-masing anggaran pada program di maksud.

Penulis : Taufik dan Krisman


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Lokasi Pengoplosan Gas Digerebek Aparat TNI
Daerah
Kasie Intel Korem 061 Suryakancana, Letkol Arm Sabawa berhasil menggerebek lokasi pengoplosan gas elpiji di Kampung Banjar Pina...
Pemkab Bogor Ajak ASN Tolak Politik Uang
Daerah
Seluruh Perangkat Daerah (PD) se-Kabupaten Bogor secara serentak lakukan apel kesadaran bulanan, di halaman kantor masing-masin...
Sambut HPN dan HUT PWI, Ini Pesan Pemkab Bogor
Daerah
Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2018, dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke 72, Pemerintah Kabupa...
Kecelakaan Maut di Subang, Korban Berserakan di Tepi Jalan
Daerah
Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalur Nasional Subang-Bandung via Lembang. Bus pariwisata nopol F 7959 AA terguling , s...
Bupati Bogor Hadiri Forum Perangkat Daerah
Daerah
Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti menghadiri Forum Perangkat Daerah tahun 2018 untuk perencanaan tahun 2019 di lingkup Sekretariat Da...
Sempat "Tersenggol" Gempa, HPN 2018 Tetap Berjalan Lancar
Daerah
Padang, sentananews.com Sempat 'tersenggol' gempa berkekuatan 4,8 skala Richter yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, Min...
​Minangkabau Summit 2018 Digelar
Daerah
Padang, sentananews.comMinang Kabau Summit 2018 digelar dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional di di GOR Agus Salim Kota Pad...
57 Titik di Jalur Pantura Batang Berlubang
Daerah
Kepala Polres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga mengungkapkan bahwa banyaknya kerusakan jalan di jalur pantai utara wilayah K...
​KONI Kab.Bogor Gelar Rapat Anggota Tahunan
Daerah
Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Bogor mengelar Rapat Anggota Tahunan yang dibuka secara langsung oleh Bupat...