Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Rosdelina Kehilangan 12 Anggota Keluarga di Tragedi Danau Toba

24 Juni 2018, 21.03.30

​Rosdelina Kehilangan 12 Anggota Keluarga di Tragedi Danau Toba

​Rosdelina Kehilangan 12 Anggota Keluarga di Tragedi Danau Toba

Jakarta, Sentananews.com

Disertai tangis dan kata yang terbata-bata, Rosdelina Nainggolan menceritakan kisah tragis yang menimpa keluarga besarnya (Nainggolan) akibat peristiwa tragedi tenggelamnya KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada, Minggu, 18 Juni 2018 sore yang lalu. Akibat peristiwa itu, dia kehilangan 12 anggota keluarganya, yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya, hidup atau mati.

"Kami (keluarga besar Nainggolan) habis berziarah ke makam tugu Opung kami siangnya di Simanindo. Jam 16 mereka pamit mau ke Tigaras, saya menghantar mereka di dermaga dan berjanji akan menyusul mereka tapi naik kapal Ferry," kata Rosdelina yang ditemani suaminya saat bercerita di acara "Malam Doa dan Keprihatinan atas Tenggelamnya Kapal Penumpang di Danau Toba (DT)" di halaman parkir kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (23/6/2018) malam.

Diungkapkan Rosdelina, saat peristiwa itu terjadi dirinya berada di lokasi menunggu kabar, sambil berharap seluruh anggota keluarganya selamat. Sebelumnya dia bahkan sempat menghantar anggota keluarganya hingga ke dalam kapal KM. Sinar Bangun. Saat menghantar hingga ke dalam kapal, dirinya merasakan firasat tidak enak.

"Seperti tercium wangi bunga dan kata 'Tenggelam, tenggelam'. Saat itu saya lihat banyak sekali penumpang di kapal itu hingga mereka berhimpitan sampai ke pintu, belum lagi puluhan motor yang menutupi jendela di samping kapal," ungkapnya sambil menyeka air mata.

Rosdelina tidak tahu lagi mau berkata apa. Menurutnya, hal itu terjadi karena "Kerakusan" pemilik dan pengelola kapal dalam meraup uang hingga mengangkut penumpang jauh melebihi kapasitas.

"Saya sempat berdosa dengan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada atau sedang tidur, kalau Tuhan ada pasti Dia tidak membiarkan ratusan orang ada di sana (kapal). Saya menyesal dan kecewa dengan ketidak becusan pengelola di Simanindo sana. Karena 'kerakusan'-nya, tidak manusiawi mereka jejali terus kapal dengan orang-orang hingga berdesakan," jelasnya.

Yang paling membuatnya sedih, lanjut Rosdelina, adalah adanya satu keluarga (Suami-Isteri dengan 3 orang anaknya) dari keluarga besarnya yang menjadi korban, yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Satu kelurga Ito saya yang tinggal di Duren Sawit, Jakarta, Ledikson Nainggolan bersama isteri dan 3 orang anaknya belum diketemukan. Kalau pun mereka meninggal semua, saya berharap dapat melihat mayatnya," tuturnya. "Padahal saya dengan dia (Ledikson) berjanji akan bertemu di Pematang Siantar Tanggal 20-nya," sambungnya.

Melalui acara itu, Rosdelina berharap pemerintah terus berupaya menemukan semua anggota keluarganya hidup atau mati. "Pemerintah sepertinya Cuma pamer peralatan doang. Sudah 5 hari ini pencarian tidak ada hasilnya," ketusnya.

Sedikitnya 3.000 massa menghadiri acara doa keprihatinan bertajuk "Tangiang Tu Tano Toba" tersebut. Dalam suasana ibadah, sederet artis Batak melantunkan lagu-lagu rohani dan daerah bertemakan kesedihan dan ratapan. Massa yang hadir larut dan turut bernyanyi saat Hutauruk Sister menyanyikan lagu 'Tuhan Masihkah Kau Dengarkan Doa-ku".

Seribu lilin berbentuk hati (Love) menyala di tengah kerumunan massa yang hadir diiringi lantunan musik gondang duka dan paduan suara seruling andung-andung (Tangisan) dari Martahan Sitohang grup.

Selain para keluarga korban, hadir di acara yang digagas oleh 7 organisasi massa (Ormas) tersebut; Pimpinan kampus UKI, advokat yang juga Ketua Alumni UKI Saor Siagian, anggota DPR-RI Marthin Hutabarat dan para Pendeta dari lintas gereja Batak. Acara usai pukul 23;30.

Dalam kesempatan itu, Ketujuh ormas penyelenggara yang tergabung dalam Forum Peduli Tragedi Danau Tobam yakni; Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Nabaja, Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GP GBB), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT) dan Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT) membuat pernyataan sikap atas tragedi tersebut.

Penulis: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Labora: Pemberitaan Soal Kasus Rekening Gendut Sangat Merugikan
Daerah
Terpidana kasus rekening gendut, Labora Sitorus mengungkapkan, pemberitaan terkait kepemilikan rekening gendut hingga mencapai ...
​Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor 2019 Dibuka
Daerah
Bupati Bogor Hj. Ade Yasin membuka secara resmi Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor tahun 2019, di Lapangan Luar Stadion Paka...
Rinawati  Tinggalkan Rumah,  Keluarga  Minta Bantuan Masyarakat
Daerah
Jakarta, sentananews.comSetelah satu bulan meninggalkan rumah, Rinawati Sihombing (30) belum juga kembali. Seluruh keluarga su...
Apel Kesadaran Sarana Tingkatkan Kedisiplinan
Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar apel kesadaran nasional setiap tanggal 17 secara serentak. Salah satunya Dinas Ko...
Kepala Bakamla RI Temui Lima Pimpinan KPK
Daerah
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. melakukan pertemuan dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (K...
Kementrian Pertahanan Gelar Rapim TA 2019
Daerah
Kbementrian Pertahanan (Kemhan) vvRI menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan agenda penyampaian Refleksi 2018 dan proyeksi 2019...
Bupati Bogor Hadiri Hari Jadi Desa Cibodas ke-35
Daerah
Peringatan Hari Jadi Desa Cibodas yang ke-35 berlangsung meriah, acara tersebut dimeriahkan dengan Helaran dongdang, festival p...
​Berdalih Bisnis, Waluyo Menipu Hingga Rp 1,6 Miliar
Daerah
Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang kasus penipuan yang dilakukan terdakwa Ahmad Waluyo sebesar Rp 1,6 miliar terhadap rek...
​Mengaku Kena Tipu, Konsumen Grand Icon Minta Uang Dikembalikan
Daerah
PENGELOLA Apartemen PT. Mitra Graha Andalan mengecewakan para konsumennya. Hal ini seperti yang diakui salah satu konsumennya, ...