Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Tak Kantongi Ijin, Ketua Komisi I Janji Sidak THM Baliniz

12 Maret 2018, 22.45.55

​Tak Kantongi Ijin, Ketua Komisi I Janji Sidak THM Baliniz

Bogor, Sentananews.com

Makin menjamurnya tempat hiburan malam (THM) Kabupaten Bogor di tengah fakta tebang pilih yang dilakukan aparat penegak hukum, serta kinerja penegak Perda (Satpol PP) di Kabupaten Bogor membuat Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo angkat bicara.

"Satpol PP untuk bertindak tegas terhadap THM yang telah melanggar ketentuan, seperti yang dilakukan Balinez. Apalagi Balinez terletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 39 berada di tengah-tengah ibu kota Kabupaten Bogor," katanya saat dihubungi Sentananews.com via telepon selulernya, Senin (12/3).

Anggota Dewan yang memang terkenal sangat vokal dan selalu peduli terhadap pembangunan kemajuan Kabupaten Bogor ini menjelaskan, bahwa sejauh ini tempat hiburan tersebut belum memiliki perizinan. "Satpol PP seharusnya tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh THM, apalagi belum ada ijin dari pemerintah daerah. Harus ditutup," tegas Kukuh.

Ia merasa heran dengan kinerja Satpol PP akhir-akhir ini atas tindakan penyegelan yang dilakukan kepada THM Balinez beberapa bulan yang lalu. "Padahal dulu pernah disegel untuk penghentian kegiatan, tapi kenapa sekarang beroperasi lagi sedangkan ijin saja belum ada sampai sekarang, ini terkesan jual beli segel," cetusnya merasa heran.

Menurutnya, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor sangat terkesan berani menerapkan aturan pada rakyat kecil. "Seperti yang belum lama ini dilakukan penegak Perda dengan meratakan ratusan bangunan tampa IMB di Desa Bojong Gede," ketusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surjana mengatakan, sejauh ini pemilik Balinez memang mengajukan permohonan perizinan. Namun, pihaknya belum dapat mengeluarkan rekomendasi kajian teknis. Ia khawatir, jika dikeluarkan rekomendasi teknis dari Dinas yang membidangi, akan mendapatkan protes dari masyarakat, terutama jemaat gereja, karena lokasi THM tersebut hanya bersebrangan jalan dengan Gereja HKBP. "Saya menolak kajian teknis untuk Baliniz," ujarnya.

Ia menambahkan, kajian teknis yang seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, merupakan salah satu syarat terbit nya tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor.

Terpisah kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Joko Pitoyo, menegaskan kalau ijin THM Baliniz belum mengantongi ijin.

"Kalau TDUP dari Dinas terkait belum dikeluarkan maka jelas saya tidak berani mengeluarkan ijin selanjutnya dan sudah dipastikan belum mengantongi ijin," tandas Joko dengan tegas.(rif)

Penulis: Luky/Krisman


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor 2019 Dibuka
Daerah
Bupati Bogor Hj. Ade Yasin membuka secara resmi Festival Sepakbola Piala Bupati Bogor tahun 2019, di Lapangan Luar Stadion Paka...
Rinawati  Tinggalkan Rumah,  Keluarga  Minta Bantuan Masyarakat
Daerah
Jakarta, sentananews.comSetelah satu bulan meninggalkan rumah, Rinawati Sihombing (30) belum juga kembali. Seluruh keluarga su...
Apel Kesadaran Sarana Tingkatkan Kedisiplinan
Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar apel kesadaran nasional setiap tanggal 17 secara serentak. Salah satunya Dinas Ko...
Kepala Bakamla RI Temui Lima Pimpinan KPK
Daerah
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R. melakukan pertemuan dengan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (K...
Kementrian Pertahanan Gelar Rapim TA 2019
Daerah
Kbementrian Pertahanan (Kemhan) vvRI menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan agenda penyampaian Refleksi 2018 dan proyeksi 2019...
Bupati Bogor Hadiri Hari Jadi Desa Cibodas ke-35
Daerah
Peringatan Hari Jadi Desa Cibodas yang ke-35 berlangsung meriah, acara tersebut dimeriahkan dengan Helaran dongdang, festival p...
​Berdalih Bisnis, Waluyo Menipu Hingga Rp 1,6 Miliar
Daerah
Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang kasus penipuan yang dilakukan terdakwa Ahmad Waluyo sebesar Rp 1,6 miliar terhadap rek...
​Mengaku Kena Tipu, Konsumen Grand Icon Minta Uang Dikembalikan
Daerah
PENGELOLA Apartemen PT. Mitra Graha Andalan mengecewakan para konsumennya. Hal ini seperti yang diakui salah satu konsumennya, ...
​Keterangan Terdakwa Pembacok Wartawan Mengada-ada
Daerah
Muhamad Nur alias Roni, salah satu pelaku pembacokan korban atas nama Wido yang berprofesi sebagai wartawan kembali menjalani p...