Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Hasil Uji Lab Limbah PT Adhimix Terkesan Disembunyikan

16 April 2017, 23.54.25

​Hasil Uji Lab Limbah PT Adhimix Terkesan Disembunyikan

Bogor, Sentananews.com

Hasil uji lab atas limbah PT Adhimix Precast Indonesia yang terletak di Jalan Citaringgul-Babakanmadang, Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terkesan tidak teransparan. Pasalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, yang menyebut jika limbah diketahui dibuang ke saluran irigasi atau got disekitaran perusahaan tersebut, tidak berbahaya seperti limbah B3.

Padahal sekitar tiga parameter pengujian kandungan limbah dari Beton Segar (Readymix) itu, ada beberapa kandungan seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) sebagai Indikator Limbah Cair yang tak diperlihatkan hasilnya kepada awak media. Kini hal itu, memicu jika DLH Kabupaten Bogor terkesan main mata dengan pihak managemen berprodusen Readymix tersebut selama ini.

Sugiantoro salah satu ahli pengelolaan limbah mengatakan, jika air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Oleh karena itu, dipastikan bahwa air buangan atau air limbah industri bisa menjadi salah satu penyebab air tercemar jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air atau saluran yang mengarah kelingkungan warga sekitar.

"Jadi BOD dan COD adalah hasil pengujian limbah yang berasal dari PT Adhimix itu, merupakan parameter bagian terpenting. Dikarenakan, jika BOD dan COD itu melebihi atau tak sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup, maka jelas-jelas perusahaan tersebut telah menyalahi aturan dalam pengelolaan limbahnya," kata Toro sapaan akrabnya, Minggu (16/4).

Ia juga menerangkan, komposisi air limbah sebagian besar terdiri dari air (99,9 %) dan sisanya terdiri dari partikel-partikel padat terlarut (dissolved solid) dan tersuspensi (suspended solid) sebesar 0,1 %. Partikel-partikel padat terdir dari zat organik (± 70 %) dan zat anorganik (± 30 %), zat-zat organik terdiri dari protein (± 65 %), karbohidrat (± 25 %) dan lemak (± 10 %). "Maka, Zat-zat organik tersebut sebagian besar mudah terurai (biodegradable) yang merupakan sumber makanan dan media yang baik bagi bakteri dan mikroorganisme lain," ujarnya.

Adapun zat-zat anorganik terdiri dari grit, salts dan metals (logam berat) yang merupakan bahan pencemar yang penting. Solids (dissolved dan suspended) sangat cocok untuk menempel dan bersembunyinya mikroorganisme baik yang bersifat saprophit mau pun pathogen," jelasnya secara mendetil.

Bahkan Toro juga menambahkan, bahwa ada beberapa parameter yang umum digunakan sebagai indikator kualitas air limbah diantaranya adalah BOD dan COD tersebut. Yang mana, Biological Oxygen Demand merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dengan BOD5 hari pada suhu 20 °C dalam mg/liter atau ppm.

"Pemeriksaan BOD5 diperlukan untuk menentukan beban pencemaran terhadap air buangan domestik atau industri juga untuk mendesain sistem pengolahan limbah biologis bagi air tercemar. Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah, jika suatu badan air tercemar oleh zat organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada biota air dan keadaan pada badan air dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan timbulnya bau busuk," tegasnya.

Lebih lanjut Toro membeberkan, COD sendiri adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.

Adapula, Total Susppended Solid (TSS) zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena disamping dapat menyebabkan pendangkalan juga dapat menghalangi sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesa mikroorganisme tidak dapat berlangsung.

"Maka saya tegaskan, jika melihat hasil uji Lab yang diberikan kepada teman media itu, ada bagian parameter penting yang belum diberikan hasil pengujian oleh pihak DLH. Karena, menurut aturan Permen LH bahwa BOD harus 133 dan COD 445 kedua parameter itu dalam pengolahan limbah perusahaan industri tidak boleh melebihi atau mengurangi kandungan partikel dari limbah. Jika kadar kurang atau lebih dari ketentuan tersebut maka dipastikan sebuah perusahaan yang bergerak sebagai produsen beton segar telah jelas-jelas melanggar ketentuan hukum UU yang berlaku khususnya dibidang DLH," pungkasnya.@(rif)

Penulis: Anwar



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Amankan Freeport Polda Riau Kirim 101 Brimob
Daerah
Kepolisian Daerah Riau mengirimkan 101 personil Satuan Brimob untuk bergabung dengan Satuan Tugas Pengamanan PT Freeport di Tim...
​Dokter Ditemukan Tewas di Parit
Daerah
Nanik Trimulyani Arifin (72), dokter Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas diduga korban perampok...
Magelang Dilanda Banjir Bandang, Lima Tewas
Daerah
Banjir bandang yang melanda Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, mengakibatkan lima o...
​Menteri PUPR Batal Tinjau Jembatan Cipamingkis Jonggol
Daerah
Rencana kedatangan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dijadwalkan pada pagi ini (red kamis) akan meninjau ...
​Peringati Isra Miraj, Sekda Himbau Galakan Sholat Berjamaah
Daerah
Guna meningkatkan terwujudnya kebangkitan spiritual dan perbaikan moral menuju kesempurnaan ibadah sesuai dengan tuntunan Al Qu...
​Oknum DPRD Jadi Tersangka Penipuan Proyek APBD
Daerah
Anggota DPRD Kota Bogor, Jawa Barat berinisial KS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Polresta Bogor Kota. Oknum Leg...
​Dua Pengedar 1 Kg Sabu-sabu Ditangkap Polisi
Daerah
Polda Sumatera Utara menangkap dua warga asal Provinsi Aceh yang menjadi pengedar 1 kilogram sabu-sabu di salah satu hotel di M...
​Bunuh Istri, Govinda Terancam 15 Tahun
Daerah
Tersangka Govinda alias Vinda (19) pelaku pembunuhan terhadap istri Anggi Lestari (17) warga Desa Muara Inu Kecamatan Lahei Kab...
​Lobang Jembatan Cihelang Dikeluhkan Warga
Daerah
JEMBATAN Cihelang Jl. Cihelang Kp.Cihelang Desa Dago Kec.Cigudeg Kabupaten Bogor berlubang, sehingga pengendara harus hati-hati...