Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Mendagri: 7 Juta e-KTP Mulai Dicetak Bertahap

17 April 2017, 23.15.24

​Mendagri: 7 Juta e-KTP Mulai Dicetak Bertahap

Palembang, Sentananews.com

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemenang tender KTP Elektronik (e-KTP) secara bertahap mulai mencetak tujuh juta surat keterangan kepedudukan sejak akhir Maret 2017.

"Pemerintah sudah teken kontrak dengan pemenang tender dan mereka sudah mulai cetak sejak akhir Maret lalu. Mudah-mudahan akhir tahun mendatang sebanyak 7 juta e-KTP ini sudah terdistribusikan ke warga, sehingga semua WNI sudah memiliki surat keterangan," kata Tjahjo Kumolo di Palembang, Senin.

Usai menghadiri Musrembang Sumsel, ia mengatakan bahwa saat ini sebanyak 172.046.898 orang atau 96,54 persen dari total penduduk Indonesia sudah melakukan perekaman e-KTP.

Sementara itu, 4,5 juta orang hingga kini diketahui belum memiliki e-KTP, dan 3,2 juta di antaranya belum melakukan perekaman.

Untuk itu, pada tahun ini, Mendagri memberanikan diri melakukan tender pencetakkan blangko e-KTP untuk 7 juta jiwa dengan asumsi akan adanya penambahan melalui perekaman baru, penggantian e-KTP hilang dan faktor lain.

Tjahjo menegaskan keberanian itu harus diambil karena kebutuhan akan e-KTP ini sangat mendesak mengingat sejumlah daerah akan melakukan Pilkada Serentak, dan kepentingan Pilpres pada tahun mendatang.

"Awalnya tidak ada yang mau mentenderkannya karena terkait dengan kasus e-KTP yang melanda Kemendagri. Secara psikologis tidak ada orang yang berani mengambil tindakan. Namun, saya bilang tidak bisa begini, tetap harus ditenderkan pada tahun ini juga untuk cetak 7 juta blangko," kata dia.

Ia tidak menampik bahwa kasus e-KTP telah mempengaruhi kinerja Kemendagri dalam dua tahun terakhir karena terdapat 68 pejabat tinggi di lingkungan kementerian itu harus memenuhi panggilan KPK. Belum lagi, beberapa orang yang sudah ditetapkan menjadi terdakwa merupakan mereka yang memiliki jabatan strategis.

Perekaman dan pencetakan pun tidak berjalan mulus selama proyek berlangsung karena Dirjen Kemenkeu terpaksa memangkas anggaran mengingat terjadi pembengkakan biaya.

"Mengapa dipotong ya karena anggarannya membengkak. Bagaimana bisa terjadi? Karena terjadinya penggelembungan harga blangko dari Rp4.700 menjadi Rp16.000 per lembar," ujar dia.

Belum lagi muncul persoalan lain yakni pemenang tender sebelumnya yakni perusahaan asal Amerika Serikat yang menurut Tjahjo, hal ini tidak boleh terjadi karena data WNI ini sifatnya rahasia.

"Sejak saja jadi Mendagri, persoalan e-KTP ini yang benar-benar membuat saya pusing. Semoga saja dengan pemenang tender baru dan mulai dilakukan pecetakkan lagi ini, persoalan e-KTP ini dapat tuntas pada tahun ini," kata dia.@

Editor: P.Simatupang



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Amankan Freeport Polda Riau Kirim 101 Brimob
Daerah
Kepolisian Daerah Riau mengirimkan 101 personil Satuan Brimob untuk bergabung dengan Satuan Tugas Pengamanan PT Freeport di Tim...
​Dokter Ditemukan Tewas di Parit
Daerah
Nanik Trimulyani Arifin (72), dokter Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas diduga korban perampok...
Magelang Dilanda Banjir Bandang, Lima Tewas
Daerah
Banjir bandang yang melanda Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, mengakibatkan lima o...
​Menteri PUPR Batal Tinjau Jembatan Cipamingkis Jonggol
Daerah
Rencana kedatangan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dijadwalkan pada pagi ini (red kamis) akan meninjau ...
​Peringati Isra Miraj, Sekda Himbau Galakan Sholat Berjamaah
Daerah
Guna meningkatkan terwujudnya kebangkitan spiritual dan perbaikan moral menuju kesempurnaan ibadah sesuai dengan tuntunan Al Qu...
​Oknum DPRD Jadi Tersangka Penipuan Proyek APBD
Daerah
Anggota DPRD Kota Bogor, Jawa Barat berinisial KS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Polresta Bogor Kota. Oknum Leg...
​Dua Pengedar 1 Kg Sabu-sabu Ditangkap Polisi
Daerah
Polda Sumatera Utara menangkap dua warga asal Provinsi Aceh yang menjadi pengedar 1 kilogram sabu-sabu di salah satu hotel di M...
​Bunuh Istri, Govinda Terancam 15 Tahun
Daerah
Tersangka Govinda alias Vinda (19) pelaku pembunuhan terhadap istri Anggi Lestari (17) warga Desa Muara Inu Kecamatan Lahei Kab...
​Lobang Jembatan Cihelang Dikeluhkan Warga
Daerah
JEMBATAN Cihelang Jl. Cihelang Kp.Cihelang Desa Dago Kec.Cigudeg Kabupaten Bogor berlubang, sehingga pengendara harus hati-hati...