Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Polsek Kumai Gelar 13 Rekonstruksi Kasus Pembunuhan

16 Mei 2017, 18.19.46

Polsek Kumai Gelar 13 Rekonstruksi Kasus Pembunuhan

Pangkalan Bun, Sentananews.com

Polsek Kumai menggelar rekonstruksi pembunuhan dengan korban Aris Dewantoro di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Sabtu (8/4). Total 13 adegan yang sudah dilakukan guna mencari kebenaran dalam kasus tersebut dengan menghadirkan empat saksi dan pihak Kejari Pangkalan Bun, Selasa (16/5).

Kapolsek Kumai, AKP Hendry mengatakan, rekonstruksi itu dilaksanakan di tiga tempat berbeda diantaranya, Bundaran Pancasila, di TKP Desa Batu Belaman dan di depan kolam renang Rau Kuku, Desa Pasir Panjang.

" Di Bundaran Pancasila, unsur perencanaan tersangka. Yang mana, saat itu awal tersangka melihat korban melintas berboncengan dengan seorang perempuan SU, yang dalam kasus ini merupakan saksi kunci, " kata Kapolsek Kumai, AKP Hendry kepada wartawan

Kemudian, lanjut Hendry, titik rekonstruksi berlanjut ke TKP di Desa Batu Belaman, RT 01, Kecamatan Kumai. Di titik ini, direka ulang sebanyak 11 adegan, yang mana pada saat itu korban dan saksi SU tiba di rumah saksi 2, Sahrul, yang juga pada saat itu ada saksi 3 yakni istri Sahrul, tempat dimana terjadinya awal mula pembunuhan Aris, warga Jalan Berdikari, RT 06, Desa Sei Tendang, Kecamatan Kumai.

" Dalam 11 adegan itu, tadi kita lihat sendiri bagaimana setibanya korban dan saksi di rumah saksi Sahrul. Yang tak lama kemudian datang tersangka Muhammad dan tersangka 2 sebut saja Mr X, menggunakan sepeda motor, " terangya

Reka ulang berlanjut pada adegan yang mana, tersangka Muhammad masuk ke dalam rumah saksi Sahrul, sempat terjadi cek-cok antara korban dan tersangka. Yang berujung penganiayaan dengan cara pengeroyokan oleh kedua tersangka.

" Tersangka 2, Mr X, membacok korban menggunakan celurit tepat di bagian belakang dekat punggung sebanyak satu kali, " ucapnya.

Pengeroyokan berlanjut sampai ke luar sekitar enam meter dari rumah Sahrul. Akibat kalah dalam perkelahian tak seimbang itu, membuat korban sampai tergeletak di tanah. Melihat korban terjatuh ke tanah, kemudian pembacokan dilakukan oleh tersangka Muhammad sebanyak enam kali, yang diantaranya mengakibatkan luka di bagian perut dan tangan korban" jelasnya.

" Akibat bacokkan senjata tajam celurit itu, korban lantas terkapar tak berdaya dengan luka parah seperti perut korban yang ususnya terburai ke luar, tangan kanan hampir putus dan luka di bagian dada akibat bacokan tersangka 2 yang berdasarkan hasil otopsi, beberapa tulang rusuk korban patah, " terang Kapolsek.

Kesadisan para tersangka tak berhenti sampai di situ, korban yang tergeletak tak berdaya itu membuat tersangka Muhammad gelap mata. Namun bacokan tersangka Muhammad berhenti setelah datang saksi 4 yakni, M Nirwanto, yang berusaha menangkap tangan tersangka yang memegang celurit.

" Beruntung, saksi M Nirwanto ini mendapat peringatan dari saksi 2, yang meneriakan kata awas paman, karena . Menjadi sasaran amukan para tersangkan, saksi 4 memilih kabur, " imbuhnya.

Puas membantai korban, para tersangka lantas meninggalkan korban dengan membawa barang bukti celurit masing-masing yang sampai saat ini belum ditemukan.

Rekonstruksi berlanjut, ketika dua tersangka ini pergi dari TKP dan singgah di depan kolam renag Rau Kuku, sekitar beberapa kilometer dari TKP. Yang berdasarkan pengakuan tersangka Muhammad mereka membuang barang bukti celurit itu.

"Di TKP kita hanya menemukan barang bukti dua buah sarung celurit dan dua helm milik para tersangka," imbuhnya.

Hendry menambahkan, sampai saat ini tersangka Muhammad yang tak berapa lama setelah kejadian menyerahkan diri ke polisi itu, tetap kekeh pada keterangannya yang menyebut bahwa ia sendiri yang melakukan pembunuhan itu.

"Kami tidak percaya, berdasarkan hasil penyelidikan diantaranya pemeriksaan empat saksi dan barang bukti mengarah bahwa pelaku dua. Kita masih telusuri keberadaan Mr X ini dan sejumlah nama suda kita kantongi, namun barang bukti yang ada belum mengarah ke nama-nama itu, " ucapnya.

Kepada tersangka Muhammad, atas perbuatannya diganjar dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
" Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkas Hendry.


Penulis: M. Andrianur


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Perlu Perhatian Pemda, Lapas Pangkalan Bun Kalteng Minim Sarana dan Prasarana
Daerah
Dengan fasilitas yang terbatas, Lapas Pangkalan Bun tetap memberikan pelayanan prima terhadap para napi dalam bentuk pembinaan....
SMKN 7 Kab.Tangerang Berangkatkan Guru dan Staf Ibadah Umroh
Daerah
SMKN 7 Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk memberangkatkan guru dan staf yang mengabdi pada sekolah tersebut melaksanakan iba...
BPJS Kesehatan Karawang Tingkatkan Pelayanan
Daerah
KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Utama Kabupaten Karawang, Mohamad Solih, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan 216 fasilitas ke...
Turnamen Bulu Tangkis Camat Cup I, Gali Potensi Bakat Pemuda
Daerah
Gelar Turnamen Bulu Tang kis Camat Cup I di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, merupakan pelopor dalam rangka upaya menggali p...
Pemkab Bogor Ajak ASN Untuk Berikan Layanan Informasi Publik
Daerah
Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, ajak Aparatur Sipil Neg...
​Hj Nurhidayah Dukung Dandim Cup III
Daerah
Bupati terpilih Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) periode 2017-2022, Hj Nurhidayah memberikan dukungan terhadap kegiatan fes...
​Dikabarkan Hilang, Jasad Dosen ITB Ditemukan di Cirata
Daerah
Dosen Intitut Tehnologi Bandung (ITB), Suryo Utomo yang dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di genangan ...
​Lima Pemuda Meninggal Akibat Miras di Cianjur
Daerah
Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama satu pekan terakhir, lima orang meninggal dunia karena...
​Terseret Ombak Pantai Garut Dua Wisatawan Tewas
Daerah
Bandung, Sentananews.comDua wisatawan tewas setelah terseret ombak di Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu, ...