Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

200 Blok Migas Akan Dipasangi Flow Meter

13 Okt. 2017, 8.27.41

200 Blok Migas Akan Dipasangi Flow Meter

Jakarta, sentananews.com

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Yahar mengungkapkan, pihaknya sudah mengidentifikasi sebanyak 200 lapangan blok migas yang akan dipasangi alat ukur produksi (flow meter).

"Sistemnya bukan lagi reporting (pelaporan). Kenapa beda? Karena selama ini kan ada juga di lifting tapi lewat server-nya KKKS yang selanjutnya me-report ke SKK Migas. Itu namanya reporting, sedangkan monitoring tidak seperti itu. Monitoring langsung melakukan pencatatan bukan berdasarkan laporan dan itu prinsip," ujar Arcandra disela kunjungannya ke lokasi pemasangan alat ukur produksi (flow meter) minyak bumi Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang, Jawa Barat, Kamis, sebagaimana keterangan pers yang diterima dari Humas Kementrian ESDM, kemarin.

Menurut dia, sesuai Permen ESDM 39/2016, penyediaan dan pemasangan "flow meter" serta fasilitas pendukungnya sebagai bagian dari sistem "monitoring", dilaksanakan oleh SKK Migas atau menggunakan "flow meter" yang sudah tersedia sepanjang memenuhi persyaratan teknis yang berlaku.

"Dan sistem "monitoring" ini dilakukan secara bertahap pada setiap wilayah kerja dan harus telah terpasang paling lama enam bulan sejak permen berlaku," ujarnya.

Permen, kata dia, juga menyebutkan pemasangan "flow meter" dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lindungan lingkungan serta meminimalkan kehilangan produksi.

Selanjutnya, dalam Pasal 4 Permen diatur bahwa "flow meter" dan fasilitas pendukungnya sebagai bagian dari sistem "monitoring" wajib dipasang pada lokasi yakni sesudah fasilitas pemisahan di mana minyak bumi secara teknis dapat dianggap dalam kondisi fasa tunggal.

"Selain itu, pada terminal "lifting" (titik serah) dan dalam hal diperlukan, pada lokasi di mana pemasangan "flow meter" akan membantu sistem "monitoring"," tukasnya.

"Sistem "monitoring" wajib terhubung dengan sistem teknologi informasi SKK Migas dan Direktorat Jenderal Migas dalam rangka pemantauan secara "online real time" produksi dan "lifting" minyak bumi, sebut permen," pungkasnya.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...
Kemitraan dan Penyerapan SSDN Dihapus, Peternak Terpukul
Ekonomi
Perubahan pasal dalam Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 30 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permentan Nomor 26...
LRT Sumsel Mogok Lagi, Pemerintah Evaluasi Operasional
Ekonomi
Light Rail Transit (LRT) Sumsel kembali mengalami mogok pada Minggu (12/8). Kejadianini memaksa pemerintah melalui Direktorat J...
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus Ditingkatkan
Ekonomi
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus DitingkatkanPengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi fokus pembangunan Pe...
Angkatan Kerja Baru Capai 3 Juta Orang per Tahun
Ekonomi
Tingginya angkatan kerja baru yang rata-rata mencapai angkat 2,5 juta – 3 juta orang per tahun serta sejumlah hal lainnya saat ...
​Penyerahan Blok Rokan ke Pertamina Jangan Sampai Masuk Angin
Ekonomi
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berharap, kepemilikan 100 persen Pertamina terhadap Blok Rokan pada 2021 ben...
​Kemenaker Siapkan Konsep Pembangunan 1000 BLK Komunitas
Ekonomi
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalatas) Kementrian Ketenagakerjaan, Drs. Bambang Satrio Lelono, MA mengungkapk...
Menteri Basuki: ​Penggunaan Barang Impor Di Kementrian PUPR Minim
Ekonomi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan porsi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek infrastruktur di ...