Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

2017 PGN Akan Bangun Lagi Pipa Transmisi dan Distribusi

11 Agu 2017, 23.26.25

2017 PGN Akan Bangun Lagi Pipa Transmisi dan Distribusi

Jakarta, sentananews.com

Jakarta, sentana

Paruh kedua tahun 2017 ini, PT Perusahaan Gas Negara / PGN (Persero) Tbk masih akan fokus pada rencana pembangunan beberapa pipa jaringan transmisi dan distribusi. Salah satunya yang paling utama adalah jaringan transmisi dan jaringan distribusiDuri - Dumai di Provinsi Riau, Sumatera sepanjang 67 km yang menghubungkan jaringan SSWJ sampai ke wilayah yang di operasikan oleh KDA.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, pembangunan pipa jaringan transmisi dan distribusi Duri - Dumai diperkirakan akan memakan waktu 1,5 tahun. "Kami perkirakan Duri - Dumai akan on stream akhir 2018. Kita start EPC (engineering procrument) nya pertengahan tahun ini, kemudian nanti diharapkan selesai akhir tahun depan," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/8).

Menurutnya, proses persiapan lainnya untuk proyek Duri - Dumai sudah dilakukan sejak lama, maka itu Rachmat optimistis tidak akan ada kendala yang berarti. "Harusnya sih sampai akhir tahun ini sudah terbangun 40 persen, karena proses procrument dan sebagainya sudah dilakukan sejak lama," tambahnya.

Namun sayang, Rachmat enggan menyebut besaran nilai dari proyek tersebut yang merupakan bagian dari capital expenditour (Capex) tahun 2017 dan 2018. "Mungkin karena ini kita belum form, belum deal 100 persen, baru dalam proses untuk pembicaraan, jadi mugkin kita belum bisa rilis angkanya," tuturnya.

Dia menambahkan, selain jaringan transmisi dan distribusi Duri - Dumai, emiten berkode PGAS itu juga bakal membangun beberapa jaringan gas lainnya seperti di daerah Tarakan Kalimantan Utara, Mojokerto Jawa Timur dan sebagainya, Sorong Papua. "Intinya ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa supplay gas ke rumah-rumah. Ini sudah mulai semua," pungkasnya.

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Industri Galangan Kapal Harus Manfaatkan Tol Laut
Ekonomi
Industri galangan kapal nasional didorong untuk memanfaatkan tol laut yang telah dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peluan...
Akademisi: Wacana Kartu Subsidi LPG 3 Kg Perlu Direailisasikan
Ekonomi
Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menilai, wacana mengenai kartu subsi...
Ironis, PPh Badan Freeport Hanya 25 Persen
Ekonomi
Pemerintah berencana menerbitkan rancangan peraturan pemerintah (RPP). Berdasarkan bocoran dalam BAB VII Pasal 14 menyebutkan, ...
Berantas Trader Gas Nakal. Kemenperin Siapkan Aturan
Ekonomi
Guna memberantas trader gas 'nakal' yang selama ini berdampak negatif terhadap pelaku industri di dalam negeri, Kementrian Peri...
2019 Sektor Pariwisata Jadi Penghasil Devisa Terbesar
Ekonomi
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019...
Harga Gas Tinggi, PT Pupuk Lakukan Efisiensi dan Penghematan
Ekonomi
Dampak dari harga gas yang masih mahal saat ini membuat dunia industri nasional berteriak dan harus melakukan efisiensi dan pen...
Puskepi: KESDM Harus Konsekuen Jalankan Formula Harga BBM
Ekonomi
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menegaskan, formula harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetap...
Jonan Diminta Klarifikasi Metering System Gas di Pulau Sakra
Ekonomi
Sejumlah kalangan independen mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan segera mengklarifikasi dugaa...
Banyak Kebijakan Jonan Tak Bawa Kesejahteraan
Ekonomi
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai, Kementerian Energi dan Sumbet Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Ignasi...