Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

2019 Pertamina Siap Kelola Dua Blok Migas Terminasi

13 Mei 2018, 12.55.29

2019 Pertamina Siap Kelola Dua Blok Migas Terminasi

Jakarta, sentananews.com PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan mengelola blok migas (wilayah kerja/WK) yang habis masa kontraknya/terminasi pada 2019 yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, pada tahun 2019 tercatat akan ada empat blok migas terminasi yakni Pendopo dan Raja, Bula, Seram non-Bula dan Jambi Merang.

"Kita mendapatkan penugasan untuk mengelola dua blok migas, yakni Pendopo dan Raja, serta Jambi Merang," katanya dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menyatakan, Pertamina sebagai BUMN siap menjalankan keputusan pemerintah terkait penetapan pengelolaan dua wilayah kerja migas tersebut dan siap melakukan kerjasama dengan operator lain termasuk melibatkan pemerintah daerah.

"Ini keputusan pemerintah dan kami menerima amanat tersebut, bagaimanapun juga penyerahan WK terminasi kepada Pertamina sudah melewati pertimbangan yang matang dari pemerintah, dan tentunya untuk kepentingan negara," papar Adiatma.

Seperti diketahui, Wilayah Kerja Pendopo dan Raja yang akan berakhir kontraknya pada 5 Juli 2019, saat ini dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) PT Pertamina (Persero) dengan Golden Spike Energy Indonesia dengan kepemilikan masing-masing 50% di luar Participating Interest (PI) daerah.

Sedangkan Jambi Merang yang kontraknya akan habis pada 9 Februari 2019, dikelola oleh Talisman dan PI dimiliki oleh Pertamina dan Pacific Oil and Gas.

"Sebelumnya Pertamina telah menerima penugasan dari pemerintah untuk mengelola 100% participating interest dari delapan blok migas terminasi pada 20 April laluyakni North Sumatera Offshore (NSO), Ogan Komering, Southeast Sumatera, Tuban, East Kalimantan, Attaka, Tengah dan Sanga-sanga," jelasnya.

Ia memperkirakan, delapan lapangan tersebut masih berproduksi sekitar 100.000 bph, terdiri dari 50.000 bph minyak dan 515 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) gas.

"Ke-8 blok akan dikelola menggunakan mekanisme gross split, di mana investasi selama tiga tahun sebesar US$ 556,450 juta dan Pertamina telah membayar signature bonus sebesar US$ 33,5 juta. Saat ini proses transisi tengah berjalan, dan untuk Blok Tengah akan menjadi bagian dari Blok Mahakam," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

KPUPR dan China Tingkatkan Kerja Sama Pengelolaan SDA
Ekonomi
Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China dalam pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Raky...
Duplikasi Jembatan Surabaya Perlancar Jalur Logistik Mataram-Lombok Tengah
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Surabaya yang berada...
Salurkan Bantuan Sigi, PLN Rasakan Energi Optimisme Warga
Ekonomi
Warga Desa Pombewe masih tinggal di tempat pengungsian yang terletak di tanah lapang saat PLN menyerahkan bantuan berupa bahan ...
​PHE Siap kelola Blok NSO Hingga Tahun 2038
Ekonomi
Keputusan pemerintah melalui kementerian ESDM untuk memperpanjang kontrak Blok North Sumatera Offshore (NSO) di Provinsi Aceh d...
Pertamina Pulihkan Infrastruktur Terminal BBM Donggala
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) melakukan Kick Off Pemulihan Infrastruktur Terminal BBM Donggala. Pemulihan infrastruktur ini bertujuan ...
​Hingga 2050 Indonesia Belum Perlu Bangun PLTN
Ekonomi
Penggunaan nuklir sebagai energi primer Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai belum menjadi prioritas. Banyak pertimb...
Pembangunan Bendungan Sidan, Tiga Dihaji, dan Bener Dimulai
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanj...
​Operator Lokal di 14 SPBU di Sulteng Kembali Bekerja
Ekonomi
Memasuki minggu ketiga pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, PT Pertamina (Pers...
YLKI Minta Rencana Pembelian Properti di Meikarta Ditunda
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)) mendesak managemen Meikarta untuk segera menjelaskan pada publik terkait keberlanjut...