Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​2019 Pertumbuhan Ekonomi Dunia Diproyeksi 3,7%

10 Okt. 2018, 0.37.21

 ​2019 Pertumbuhan Ekonomi Dunia Diproyeksi 3,7%

Jakarta, sentananews.com

Penasihat Ekonomi dan Direktur Penelitian Dana Moneter Internasional (IMF), Maurice Obstfeld mengungkapkan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan dunia akan tetap pada 3,7 persen untuk periode 2018-2019 yang dipengaruhi berbagai risiko yang makin menjadi nyata.

"Angka ini melebihi pertumbuhan yang dicapai sebelumnya pada periode 2012 dan 2016, yang terjadi karena banyak ekonomi yang telah atau hampir mencapai lapangan kerja yang penuh dan kekhawatiran akan deflasi memudar," katanya dalam konferensi pers tentang Proyeksi Ekonomi Dunia (WEO) di Nusa Dua, Bali, Selasa (09/10).

Kendati demikian, kata dia, berbagai risiko yang makin menjadi nyata tetap membayangi pertumbuhan ekonomi dunia. Secara sektoral, tantangan yang dihadapi ekonomi maju berpusat pada pendapatan tenaga kerja yang menurun, persepsi mobilitas sosial yang rendah, dan respon kebijakan yang tidak memadai untuk perubahan struktural ekonomi di beberapa negara.

Sementara itu, tantangan ekonomi yang sedang tumbuh dan berkembang lebih bervariasi dan lebih mungkin menghadapi risiko dalam jangka panjang, mulai dari pentingnya memperbaiki iklim investasi untuk mengurangi dualitas pasar tenaga kerja (segmentasi karyawan penuh waktu dan kontrak) hingga ancaman perubahan iklim dan bencana alam.

Di tengah berbagai risiko tersebut, IMF optmistis bahwa para pembuat kebijakan masih memiliki kesempatan untuk membangun ketahanan ekonomi dan menjalanan reformasi yang mendukung pertumbuhan guna melanjutkan usaha yang cukup baik dalam memanfaatkan momentum pada April 2018, di mana IMF memproyeksikan ekonomi dapat tumbuh 3,9 persen.

Namun, Obstfeld memperingatkan bahwa dalam perkembangannya terbukti beberapa angka ternyata terlalu optimistis, yakni pertumbuhan tetap pada angka 3,7 persen--alih-alih meningkat, dan persebarannya kurang berimbang dari yang diharapkan.

"Tidak hanya risiko penurunan yang diidentifikasi pada WEO sebelumnya telah menjadi nyata, namun juga kemungkinan guncangan negatif yang lebih jauh juga muncul. Terlebih, di beberapa ekonomi kunci, pertumbuhan didukung oleh kebijakan yang tampaknya tidak berkelanjutan untuk jangka panjang," kata dia.

Di tengah situasi seperti itu, terlepas dari segi pendapatan ekonomi, IMF merekomendasikan semua pemerintah untuk mempersiapkan tenaga kerja mereka agar mumpuni di bidang teknologi baru yang akan mengubah cara kerja yang lama dan memastikan pembangunan yang inklusif.

"Kecuali pertumbuhan dapat dibuat lebih inklusif dari yang sebelumnya, pendekatan politik dan kebijakan yang terpusat dan multilateral akan menjadi lebih rentan membahayakan pembangunan," kata Obstfeld.

Editor: Michail S


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Ramadhan, Pertamina Rajin Gelar Pasar Murah Elpiji
Ekonomi
Memasuki pekan ke empat Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Riau rajin menggelar pasar murah e...
​2019 Pertamina Optimis Gelar 98 Proyek Hulu Migas Dalam Negeri
Ekonomi
Pertamina optimis menyelenggarakan 98 proyek eksplorasi dan pengembangan Hulu Migas di Indonesia pada tahun 2019 dengan biaya i...
​Pertamina Siap Beri Kenyamanan Pemudik di Tol Sumatera
Ekonomi
Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan General Manager Marketing Operation Region (...
Jamkrindo Siap Kembangkan UMKM Kopi di Bali
Ekonomi
Perum Jamkrindo berkomitmen untuk membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kopi asal Kintamani, Bali, melal...
Ajak Buka Puasa Bersama, PetroChina Santuni Anak Yatim
Ekonomi
PetroChina International Companies In Indonesia (PetroChina), Jumat (24/5/2019) kemarin menggelar kegiatan berbagi kebahagiaan ...
​PGN: Pipa Bocor di Dekat City Tower Siap Ditanggulangi
Ekonomi
Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (TPG PGN), Rachmat Hutama mengungkapkan, saat ini Tim Penanggulangan Ganggua...
​Kasus Karen Agustiawan, FSPPB: Kerugian Bisnis Bukan Korupsi
Ekonomi
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) meminta majelis hakim dalam kasus pidana investasi PT Pertamina (Persero) da...
​Ditelkomisasi, Pertamina Dapat Apa?
Ekonomi
Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng menilai, proyek digitalisasi pom bensin merupakan salah satu ...
​PT BGR Jalin MoU Dengan Sejumlah BUMN
Ekonomi
PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) (Persero) menjalin MoU dengan sejumlah BUMN. Penandatanganan nota kesepahaman itu diadakan di Train...