Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PLN NTB Terus Bangun Infrastruktur Kelistrikan di Daerah Terpencil

16 Juni 2018, 20.51.59

PLN NTB Terus Bangun Infrastruktur Kelistrikan di Daerah Terpencil

Jakarta, sentananews.com

PT PLN (Persero) terus membangun infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PLN berhasil melistriki Gili Gede yang terletak Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.

Selain menjadi hadiah lebaran bagi masyarakat, kehadiran listrik diharapkan dapat mengembangkan potensi pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gili Gede.

Gili Gede yang dihuni sekitar 450 Kepala Keluarga merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi, khususnya di bidang perikanan dan pariwisata. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan budidaya ikan laut. Beberapa penduduk juga memiliki homestay bagi wisatawan.

Pembangunan jaringan untuk melistriki Gili Gede dilakukan melalui Program Listrik Desa (Lissa). Untuk menyalurkan listrik dari Pulau Lombok ke Gili Gede, PLN membangun dua kabel laut berkapasitas 20 kilo Volt (kV) masing-masing sepanjang 2,4 kilometer sirkuit (kms).

Selain itu, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 3,64 kms, Jaringan Tegangan Rendah 6,64 kms, dan empat gardu dengan total kapasitas 520 kilo Volt Ampere (kVA). Total nilai investasi yang dikeluarkan oleh PLN untuk melistriki Gili Gede mencapai Rp 19 miliar.

"Kami menyambungkan dua kabel sekaligus, satu sebagai cadangan jika terjadi gangguan. Selain itu, kalau pertumbuhan beban tinggi, kami juga tetap bisa penuhi. Dari sisi keamanan, kabel laut yang akan dipasang sudah dilapisi pengaman khusus dan telah disesuaikan agar dapat menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang," papar General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Rudi menambahkan, bahwa pembangunan jaringan untuk melistriki Gili Gede memiliki tantangan yang cukup berat, khususnya dalam pengangkutan peralatan kelistrikan. Pengangkutan dilakukan dengan cara tradisional, yaitu menggunakan tongkang sederhana yang ditarik kapal kayu. Untuk menaikan seluruh peralatan, seperti gulungan kabel, trafo, dan tiang juga dilakukan secara manual, dengan digotong atau menggunakan gerobak.

"Hal ini membuat proses pengangkutan dan pembangunannya lebih lama. Karena kapal dan peralatannya sederhana, tentu kami harus lebih hati-hati. Ombak besar sedikit, tentu menaikkan peralatan ke kapal lebih sulit, bahkan terkadang kami harus menunda pengangkutan sampai cuacanya membaik," tukasnya.

Begitu juga saat tiba di Gili Gede, seluruh peralatan diangkut dari dermaga menuju lokasi pemasangan menggunakan gerobak, bahkan terkadang harus digotong oleh beberapa petugas. Pasalnya, selain akses jalan yang kecil, di Gili Gede pun tidak terdapat mobil.

"Meskipun sulit, kami berusaha listrik dapat dinikmati masyarakat sebelum lebaran. Alhamdulillah, meskipun baru sekitar 196 rumah yang tersambung, mudah-mudahan ini bisa menjadi hadiah lebaran bagi masyarakat Gili Gede. Untuk warga yang belum, akan kami sambungkan setelah lebaran," jelas Rudi.

Dengan terlistrikinya Desa Gili Gede Indah maka saat ini seluruh desa di Pulau Lombok telah terlistriki. "Masih ada dusun-dusun terpencil yang belum terlistriki. Kami akan terus berusaha agar seluruh masyarakat dapat menikmati listrik dari PLN," pungkas Rudi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pertamina: Pasokan BBM dan LPG di Pemilu 2019 Aman
Ekonomi
PT Pertamina (persero) memastikan pasokan BBM maupun LPG pada masa Pemilihan Umum 2019 aman. Untuk itu, berbagai upaya telah da...
Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara
Ekonomi
Warga Desa Long Ampung dan sekitarnya kini tidak harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan ribu untuk mendapatkan BBM per lite...
​Saat Debat Capres, PLN Pakai Power Bank Raksasa
Ekonomi
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya akan mengamankan kondisi kelistrikan saat debat Capres jilid 2 pada 17 Febr...
​ Bright Gas Weekend Seru ‘Sapa’ Warga Bekasi
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III, menyapa masyarakat Harapan Baru Bekasi, melalui program Bright Gas Weeke...
​Kegembiraan Baru Pelintas Pansela
Ekonomi
RABU pagi 13 Februari 2019. Di ruang kerjanya, Ir. Akhmad Cahyadi, M.Eng.Sc., Kepala Balai Besar Pelaksnaan Jalan Nasional (BBP...
Pertamina: Stok LPG 3Kg di Garut Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat memastikan stok LPG 3kg di wilayah Kabupaten Garut, Jaw...
Edukasi Masyarakat, Rumah Zakat Akan Gelar Sosialisasi
Ekonomi
Minimnya pengetahuan tentang wakaf di masyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak, berupa wakaf tana...
​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Enegy, Sofyano Zakaria mengatakan, harga avtur yang diterapkan PT Pertamina (Persero) saat ini sangat kompet...
​IRESS Minta Pemerintah Bentuk Minerba Fund
Ekonomi
Pengamat Energi, Marwan Batubara, menyatakan dana minerba atau dana migas dapat diimplementasikan dengan menyisihkan dana dari ...