Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Akhir 2018, Jalan Paralel Perbatasan di Kalbar Tembus 805 Km

16 Jan. 2018, 19.01.54

​Akhir 2018, Jalan Paralel Perbatasan di Kalbar Tembus 805 Km

Jakarta, sentananews.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin dan Zeni TNI Angkatan Darat menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan jalan perbatasan di Provinsi Kalimantan Barat yakni ruas Nanga Era-Batas Kalimantan Timur sepanjang 60 km dengan nilai Rp 178,47 miliar dengan jangka waktu pelaksanaan 335 hari.

Penandatangan dilakukan Senin (15/1/2018) di Gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta. Pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR untuk mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dalam menjaga NKRI.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pembanguan jalan perbatasan bernilai strategis dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara sekaligus membuka keterisoliran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Panjang jalan paralel perbatasan negara di Kalbar adalah 850 Km. Dari total panjang tersebut, kondisinya sudah beraspal sepanjang 327 Km, kondisi agregat 123 Km dan berupa jalan perkerasan tanah 291 Km. Sementara yang belum tembus hingga akhir 2017 sepanjang 107 Km dengan kondisi masih hutan.

Sementara itu Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan dengan pembangunan ruas jalan ini, maka pada akhir tahun 2018, dari 850 Km panjang jalan paralel perbatasan di Kalbar, yang belum tersambung sepanjang 47 Km.

Pada tahun 2019, ditargetkan jalan perbatasan di Kalbar bisa tembus seluruhnya sehingga kondisi jalan Indonesia sebagai bangsa besar sama atau bahkan lebih bagus dibandingkan jalan negara tetangga. Arie Setiadi menekankan peran penting konsultan pengawas dalam menjaga pekerjaan selesai tepat waktu dan tepat volume.

"Ini usaha kita bersama, sebagai kebanggaan rakyat Indonesia dan meningkatkan ekonomi masyarakat perbatasan," ujar Arie.

Kepala BBPJN XI Timbul M. Pasaribu menambahkan konstruksi jalan tersebut akan dlengkapi drainase di kiri kanan jalan di titik-titik tertentu. Ruang milik jalan dari ruas Nanga Era-Batas Kaltim nantinya memiliki lebar antara 15-25 meter. Batas tingkat kecuraman tanjakan pada ruas tersebut ditentukan sebesar 10 persen atau sesuai dengan ketetapan dari Ditjen Bina Marga.

"Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan Zeni TNI-AD diantaranya membuka hutan, memasang gorong-gorong, dan pipa baja bergelombang, serta pembuatan beberapa jembatan sementara sepanjang total 335 meter," imbuhnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Rachman Arief Dienaputra, Direktur Pembangunan Jalan Akhmad Gani Ghazaly Akman serta Direktur Jembatan Iwan Zarkasi.

Penulis: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kementerian PUPR Dorong Daur Ulang Limbah Plastik Sebagai Campuran Aspal
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pengembangan inovasi oleh perguruan tinggi. Salah satunya adal...
​Presiden Perkirakan Revitalisasi Sungai Citarum Selesai Dalam 7 Tahun
Ekonomi
Presiden Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat disele...
​Kebijakan Ganjil Genap di Akses Jalan Tol Bekasi, Ini Penjelasan Jasa Marga
Ekonomi
Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan dalam waktu dekat akan memberlakukan paket kebijakan dalam rangka menangani ke...
​Kementrian PUPR Evaluasi Pembangunan 32 Jalan Tol
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pembangunan proyek 32 jalan tol dan 4 Light Rapid Transit (L...
Proyek Infrastruktur Elevated Normal Dua Minggu Lagi
Ekonomi
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menyatakan, pembangunan proyek infrastruktur, khususnya ...
​DPR: ESDM Harus Paksa Freeport Patuhi Kesepakatan
Ekonomi
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kesepakatan tentang pelepasan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga saat ini tak...
​Pertamina: Pembalap Perlu Tingkatkan Budaya Aman Berkendara
Ekonomi
Vice President HSE Management System Iwan Jatmika mengatakan, bahwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan budaya a...
Moratorium Proyek Jalan Layang Paling Lama Tiga Minggu
Ekonomi
Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (BPP Gapensi) berharap moratorium proyek jalan layang tidak berlan...
​Bangun Kabel Laut 20 kV, PLN Listriki Gili Gede
Ekonomi
PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat kini tengah membangun infrastruktur kelistrikan untuk mengalirkan listrik ke salah...