Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Alasan Pembatalan Kenaikan Harga BBM, Pekerja Pertamina Merasa Dilecehkan

11 Okt. 2018, 23.18.37

​Alasan Pembatalan Kenaikan Harga BBM, Pekerja Pertamina Merasa Dilecehkan

Jakarta, sentananews.com

Keputusan Pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Premium setelah dalam kurun waktu kurang dari satu jam sebelumnya sudah dinaikkan menjadi bukti bahwa Pemerintah khususnya Kementerian ESDM tidak serius dalam mengelola kebijakan energi nasional.

Tidak hanya itu, alasan pembatalan kenaikan harga yang menyebutkan bahwa Pertamina belum siap untuk melaksanakan hal itu juga dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap PT Pertamina (Persero) sebagai operator dan penyedia BBM.

Ditemui di Gedung Mahkamah Agung (MA) usai mengajukan Judicial Review atas Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Migas yang Berakhir Kontrak Kerja, Kamis (11/10), Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, menyayangkan sikap pemerintah yang membatalkan kenaikan harga Premium tersebut.

Padahal, kata dia, dengan harga Premium lama yaitu Rp 6.450 per liter, Pertamina harus menanggung selisih harga hingga Rp 2.000 per liter apabila dikomparasikan dengan harga minyak mentah dunia yang sudah mencapai level US$ 80 per barel. "Akibat beban subsidi yang harus ditanggung Pertamina ini, maka dampaknya cashflow Perseroan terganggu," ucapnya.

Arie menyatakan, dengan kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter sudah sangat membantu mengurangi beban Pertamina. Namun sayangnya, lanjut Arie, keinginan Pertamina agar bebannya terkurangi tidak sesuai harapan lantaran pembatalan kenaikan harga tersebut.

"Buat kami ini kondisi yang membuat masyarakat menjadi bingung. Negeri ini dipimpin siapa, menteri-menteri malah saling ngeklaim (Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno) ini bukti bahwa pengelola negeri khususnya bidang energi tidak serius," papar Arie.

Dia juga menyesalkan alasan pembatalan kenaikan harga karena Pertamina dituding belum siap. Padahal, lanjut Arie, Pertamina sangat siap untuk mengubah harganya. "Bahkan justru Pertamina menyambut gembira dengan adanya kenaikan harga premium," ucapnya.

Menurut Arie, dalih pembatalan akibat Pertamina belum siap adalah alasan yang mengada-ada. Secara sistem dan teknisnya Pertamina siap kapanpun untuk melakukan penyesuaian harga BBM PSO. Bahkan apabila diminta untuk turun harga sekalipun, Pertamina sangat siap meskipun harus menanggung beban yang lebih berat.

"Buat kami Pekerja Pertamina ada satu hal yang bikin tersinggung, karena yang dikatakan Menteri Jonan maupun staf ahli Menteri BUMN, bahwa penundaan ini karena Pertamina tidak siap. Ini adalah pelecehan karena buat kami mau setiap jam ganti harga kami siap. Buat kami yang mengatakan Pertamina tidak siap itu adalah penyebar hoax," tukasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Harga dan Pasokan Pangan Jelang Nataru Stabil
Ekonomi
Menjelang hari raya Natal dan tahun baru 2019, Kementerian Pertanian memastikan bahwa ketersediaan konsumsi pangan dan komodita...
 Krueng Daroy, Contoh Baik Program Penataan Kawasan Kumuh
Ekonomi
Keberhasilan penataan kawasan yang dilaksanakan secara paralel dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Kemente...
Tahun Depan, 8,87 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Siap Disalurkan
Ekonomi
PT Pupuk Indonesia siap menyalurkan 8,87 juta ton pupuk bersubsidi pada 2019, sebagaimana diamanahkan oleh pemerintah melalui K...
​Kemenpar Permudah Akses Destinasi Wisata di Tol Trans-Jawa
Ekonomi
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan, pembangunan Tol Trans-Jawa dan pengoperasiannya d...
​Pertamina EP Tajak Sumur BCT-12 di Area Bunyu Central
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah SKK Migas, berkomitmen...
​Pertamina RU IV Gelar Coastal Clean Up 2018
Ekonomi
Dalam rangka Hari Ulang Tahun PT Pertamina (Persero) ke-61, Pertamina RU IV menggelar kegiatan "Pertamina RU IV Coastal Clean U...
Pemerintah Luncurkan Dua Program Hibah Pemeliharaan Jalan Daerah
Ekonomi
Pemerintah meluncurkan dua program untuk meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daerah melalui dua program hibah yakni Pro...
​Kelangkaan BBM di Mamuju Dipicu Penyalahgunaan Peruntukan
Ekonomi
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, M.Roby Hervindo mengungkapkan, bahwa berita terkait kelangkaan bahan ba...
Presiden Jokowi Memulai Pembangunan Tol Pertama di Aceh
Ekonomi
Pemerintah segera memulai pembangunan jalan tol Trans Sumatra ruas Banda Aceh-Sigli. Hal itu ditandai dengan penekanan sirene d...