Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

ALFI Desak Pemerintah Bentuk Dewan Penerbangan

9 Feb. 2019, 20.28.00

ALFI Desak Pemerintah Bentuk Dewan Penerbangan

Jakarta, sentananews.com

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta Pemerintah membentuk kembali Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (Depanri). Karena lembaga ini dinilai bakal menyelesaikan permasalahan dilematis di industri penerbangan dalam negeri.

Menurut Ketua Kompartemen Kebandarudaraan ALFI Satrio Witjaksono, saat ini bisnis penerbangan dihadapi keluhan mahalnya tarif tiket pesawat hingga penerapan bagasi berbayar. "Di sisi lain maskapai membutuhkan dana untuk keberlangsungan bisnisnya," kata Satrio dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Ia mengatakan, Depanri akan berfungsi sebagai wadah yang menyatukan aspirasi setiap pemangku kepentingan (stakeholder) di industri penerbangan. Terlebih, menurutnya, selama ini komunikasi antara stakeholder masih sangat kurang.

"Jika dilihat masih kurangnya komunikasi di antara para stakeholder dan antar ekosistem penerbangan. Tentunya dengan mempercepat komunikasi antara semua pihak itu bisa mengaktifkan kembali Dewan Penerbangan tersebut," paparnya.

Senada, Pengamat Penerbangan Chappy Hakim juga menilai perlunya ada dewan penerbangan di tingkat nasional. Menurutnya, hal ini agar sistem transportasi udara di Indonesia wajib diperbaiki, sebab sebagai negara kepulauan, transportasi penerbangan menjadi eksistensi dari keberlangsungan NKRI.

"Kebijakan terbaik adalah harus mulai memikirkan di tingkat nasional ada sebuah dewan penerbangan," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Menurut Chappy, sistem transportasi udara yang baik diperlukan untuk mendorong pada pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski di sisi lain, transportasi udara juga menjadi peluang bisnis yang menarik.

Oleh sebab itu, untuk menjaga ekosistem industri penerbangan tersebut, pemerintah dinilai perlu membentuk kembali Depanri guna jadi wadah penampungan masalah-masalah di industri penerbangan.

"Kita harus menampung terlebih dahulu semua masalah-masalah yang terjadi di semua sektor untuk diinventarisir baru kita bisa kemudian mencari solusi yang benar-benar the best solution," pungkasnya.

Untuk diketahui, Depanri pernah dibentuk pada Oktober 1993. Namun dibubarkan pada Desember 2014 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 176 Tahun 2014.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...