Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Antisipasi Industri 4.0, Sektor Ketenagakerjaan Butuh Perubahan

7 Nov. 2018, 20.59.23

​Antisipasi Industri 4.0, Sektor Ketenagakerjaan Butuh Perubahan

Jakarta, sentananews.com

Staf Ahli Menteri Perindustrian (Menperin) Bidang Peningkatan dan Penggunaan Produk Dalam Negeri Imam Haryono mengatakan, transformasi dunia dari revolusi ketiga menuju revolusi keempat, perlahan tapi pasti telah mendorong sebuah terobosan teknologi.

Menurutnya, hal tersebut menggeser batas antara tugas kerja yang dilakukan oleh manusia dan yang dilakukan oleh mekanisasi mesin. "Dan ini mempengaruhi bentuk hubungan ketenagakerjaan, pasar kerja global dan kebijakan yang mengaturnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/11).

Dikatakan, transformasi besar akan kebijakan dan praktek ketenagakerjaan tidak dapat dihindarkan untuk mengantisipasi revolusi industri. "Kita harus menaikkan rating human development index di bawah 36 untuk mengejar ketertinggalan. Terkait dengan ini, efisiensi pasar tenaga kerja masih dinilai sangat rendah, ratingnya 108 dari 137 negara," ujarnya.

Transformasi ini dinilai bila dilakukan dengan perencanaan yang tepat, bakal meningkatkan produktivitas kerja. Lalu akhirnya tingkat kualitas hidup menjadi lebih baik. "Tetapi, jika salah mengelola dan mengambil kebijakan bisa jadi menimbulkan resiko akan adanya kesenjangan keterampilan yang semakin melebar," tukasnya.

"Khususnya mengenai skill dan kemampuan khusus untuk tetap bertahan di era digital. Saat ini kita masuk revolusi industri 4.0 sejak 2011. Peningkatan upah lebih cepat dari produktivitas, ini pekerjaan rumah kita," paparnya.

Sementara itu, semua stakeholder juga harus menyadari bahwa kesenjangan keterampilan semakin melebar, ketimpangan lebih besar serta polarisasi lebih luas. Sehingga, menjadi musibah bagi peningkatan kesejahteraan sosial.

Editor: Mikhail


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 37 M
Ekonomi
Pemerintah kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ilegal senilai Rp37 miliar di Jambi, Kamis (18/4).Ke...
​Pertamina Beri Diskon Bright Gas Rp 21 Ribu di Hari Kartini
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar promo diskon pembelian bahan bakar LPG jenis Bright Gas dalam menyambut Hari Kartini yang jatu...
​KPU Anggap Surat Tercoblos di Malaysia Sampah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar promo diskon pembelian bahan bakar LPG jenis Bright Gas dalam menyambut Hari Kartini yang jatu...
Wamen ESDM Sebut Pemerintah Gratiskan Data Mentah Migas
Ekonomi
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengungkapkan, guna menarik investor minyak dan gas bumi (m...
​Jokowi Targetkan Distrik Halal GBK Tuntas 2021
Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan segera merampungkan pembangunan Halal Park di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kawasa...
Fajriyah Usman: Satu Harga Capai 124 Titik
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) hingga saat ini telah menjalankan BBM Satu Harga yang merupakan penugasan pemerintah di 124 titik daerah...
KB Diteken, FSPPB Berkomitmen Jalankan Seluruh Aturan
Ekonomi
Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar menegaskan, bahwa pasca penandatangan Perjanjian Kerja...
Pertamina dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB 2019-2021
Ekonomi
Pertamina dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB Jakarta, SENTANADirektur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Presid...
Ekonom: Capres ​Belum Perhatikan Akses Modal UMKM
Ekonomi
Ekonom Universitas Gadjah Mada Mudrajad Kuncoro menganggap program inklusi keuangan yang ditawarkan oleh kedua pasangan calon p...