Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Bangun Infrastruktur, Menteri Basuki Ingin Perkuat Kerjasama dengan BMKG

27 Jan. 2018, 18.25.36

​Bangun Infrastruktur, Menteri Basuki Ingin Perkuat Kerjasama dengan BMKG

Jakarta, Sentananews.com

Pementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia, sebagai hal yang fundamental untuk meningkatkan daya saing dan memeratakan hasil pembangunan. Tidak hanya mengejar kuantitas, pembangunan infrastruktur juga harus dapat memperhitungkan secara cermat risiko bencana di Indonesia sehingga menghasilkan infrastruktur yang tangguh.

"Kita tidak ingin hasil pembangunan yang telah susah payah kita capai, kembali ke titik nol karena terjadinya bencana," tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menjadi pembicara Talkshow Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi dalam Menghadapi Risiko Bencana Hidrometeorologis di Gedung Auditorium BMKG, Jakarta, Jumat (26/1). Hadir sebagai pembicara lainnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi.

Untuk itu, Menteri Basuki mengatakan akan terus memperdalam kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebab menurutnya, BMKG mempunyai kemampuan dalam bidang prakiraan cuaca dan prediksi kemungkinan terjadinya bencana, yang bermanfaat dalam pembangunan infrastruktur tangguh bencana. "Harapan saya BMKG dapat bekerjasama dengan Kementerian PUPR mulai dari tahap perencanaan pembangunan hingga operasional pemeliharaannya," kata Menteri Basuki.

Sebelum acara talkshow, Menteri Basuki dengan didampingi Direktur Jenderal SDA Imam Santoso dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja mengunjungi ruangan Tsunami Early Warning System yang dilengkapi peralatan monitoring canggih.

Menteri Basuki lebih lanjut mengatakan, dalam membangun infrastruktur seperti jalan tol dan bendungan, sangat membutuhkan data prakiraan cuaca yang akurat sebagai pertimbangan waktu kerja yang efektif, sehingga dapat dilakukan percepatan pekerjaan konstruksi di lapangan.

"Dalam membangun infrastruktur, kita mengenal istilah windows time, yang merujuk pada keadaan cuaca. Jika cuaca baik, maka pekerjaan dapat kita percepat," ujarnya.

Selama ini, Menteri Basuki mengungkapkan pihaknya telah memiliki MoU dengan BMKG dalam penggunaan data risiko gempa di Indonesia yang berfungsi sebagai dasar perencanaan pembangunan Gedung, Jembatan dan Bendungan. Semua data tersebut dibutuhkan untuk memastikan keamanan infrastruktur melalui berbagai upaya meminimalkan dampak bilamana terjadi gempa.

Kementerian PUPR sendiri pada tahun 2017 lalu juga telah mengeluarkan peta gempa yang terbaru, sebagai pemutakhiran atas peta gempa yang dirilis tahun 2010 yang memuat 81 sesar aktif pemicu gempa. Pada peta gempa 2017, telah berhasil diidentifikasi sebanyak 295 sesar aktif yang tentunya akan mempengaruhi parameter desain dan konstruksi infrastruktur PUPR.

Kementerian PUPR sendiri mendapat mandat Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun infrastruktur dalam rangka mengurangi risiko bencana hidroneteorologi, termasuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Diantaranya adalah dengan pembangunan 65 bendungan pada periode 2015-2019, yang terdiri dari pembangunan 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru.

"Ada beberapa infrastruktur yang dibangun sebagai antisipasi dan respon atas risiko bencana kekeringan dan banjir. Salah satunya pembangunan Bendungan Karian yang membendung aliran Sungai Ciujung di Banten," kata Menteri Basuki.

Menurutnya, masih banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) yang belum mempunyai bendungan, sehingga masih terdapat permasalahan banjir ketika terjadi curah hujan tinggi. Bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR selain berfungsi untuk mengairi lahan irigasi dan pasokan kebutuhan air baku, juga berfungsi sebagai tampungan air di saat musim penghujan dan menjadi sumber air di saat kemarau.

"Tanpa ada sarana reservoar kita tidak bisa mengatur air yang ada. Sebagai contoh di Manado pernah terjadi banjir besar, karena bellum ada bendungannya. Untuk itu kita sedang bangun Bendungan Kuwil Kawangkoan," kata Basuki.

Editor: Luthfi Patttimu


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...
Kemitraan dan Penyerapan SSDN Dihapus, Peternak Terpukul
Ekonomi
Perubahan pasal dalam Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 30 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permentan Nomor 26...
LRT Sumsel Mogok Lagi, Pemerintah Evaluasi Operasional
Ekonomi
Light Rail Transit (LRT) Sumsel kembali mengalami mogok pada Minggu (12/8). Kejadianini memaksa pemerintah melalui Direktorat J...
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus Ditingkatkan
Ekonomi
Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus DitingkatkanPengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi fokus pembangunan Pe...
Angkatan Kerja Baru Capai 3 Juta Orang per Tahun
Ekonomi
Tingginya angkatan kerja baru yang rata-rata mencapai angkat 2,5 juta – 3 juta orang per tahun serta sejumlah hal lainnya saat ...
​Penyerahan Blok Rokan ke Pertamina Jangan Sampai Masuk Angin
Ekonomi
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berharap, kepemilikan 100 persen Pertamina terhadap Blok Rokan pada 2021 ben...
​Kemenaker Siapkan Konsep Pembangunan 1000 BLK Komunitas
Ekonomi
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalatas) Kementrian Ketenagakerjaan, Drs. Bambang Satrio Lelono, MA mengungkapk...
Menteri Basuki: ​Penggunaan Barang Impor Di Kementrian PUPR Minim
Ekonomi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan porsi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek infrastruktur di ...