Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Belanja Infrastruktur Kementrian PUPR Meningkat Tajam

11 Agu 2017, 23.23.26

Belanja Infrastruktur Kementrian PUPR Meningkat Tajam

Jakarta, sentananews.com

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, realisasi belanja infrastruktur Kementerian PUPR sepanjang semester I/2017 ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan angka serapan anggaran periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal itu berbanding terbalik dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu yang menyebutkan angka realisasi belanja pemerintah terkoreksi sebesar 2 persen pada semester I/2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016," kata Basuki di kantornya, Jumat (11/8).

Menurut dia, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi anggaran Kementerian PUPR tahun ini sudah lebih membaik. "Saya kira sampai akhir Juli itu sekitar 46 persen kita. Saya kira itu masih dalam range progres kita. Tahun lalu lebih kecil, angkanya saya lupa," ujar Basuki.

Dia memastikan terus melakukan monitoring terhadap seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan di seluruh daerah. Bahkan, Basuki menargetkan pada Kuartal III tahun ini, seluruh pekerjaan akan dipercepat lagi penyelesaiannya. "Strateginya kalau yang kira-kira agak lambat, akan saya pindahkan ke proyek yang lebih cepat, sehingga penyerapannya lebih cepat, lebih besar," jelasnya.

Saat ditanya tentang proyek-proyek bendungan tahun 2017 di Ditjen SDA yang hingga kini masih belum ditenderkan, Basuki justru membantahnya. Menurut dia, dari total 9 bendungan yang akan mulai konstruksi tahun ini, dua diantaranya telah ditenderkan dan siap dibangun. "(SDA) sudah, bendungan Pamukkulu sudah ditender. Sebentar lagi (minggu depan-red) bendungan Sidan di Bali. Kemudian tiga lagi di Sumsel," ujarnya.

Basuki mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengumpulkan seluruh pejabat terkait untuk melakukan monitoring progres pengerjaan pada tiap proyek. "Sekarang lagi dievaluasi, khususnya yang multiyears, itu kan dia jalan terus. Nanti kalau ada yang kurang kita tambahin lagi, tambahin dari yang lambat atau yang mungkin tidak akan bisa dikerjakan tahun ini," tukasnya.

Pada kesempatan itu Basuki juga memastikan bahwa saat ini, untuk proyek-proyek infrastruktur yang nilainya di bawah Rp 50 miliar, pengerjaannya sudah melibatkan kontraktor lokal dan tidak dimonopoli oleh perusahaan BUMN Karya.

Namun ini menginginkan ke depan batas ambang Rp 50 miliar itu dinaikkan menjadi Rp100 miliar untuk memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan konstruksi lokal maupun swasta bisa berkembang dan mengangkat perekonomian wilayah.

Menurut Basuki, pelibatan pihak swasta termasuk kontraktor lokal itu dimaksudkan agar terjadi pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah, sehingga tujuan dari pembangunan infrastruktur yakni ikut menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bisa tercapai.

"Kalau untuk yang Rp 50 miliar itu sudah sejak awal. Jadi bukan mereka yang minta, tapi kita yang inginkan. Malah waktu saya kumpulkan para Dirut-Dirut BUMN besar, saya bilang ambang batas pekerjaan yang diserahkan ke kontraktor lokal akan saya naikkan jadi Rp 100 miliar," ujar Basuki.

Ia mengatakan, ke depan untuk proyek-proyek yang nilainya maksimal Rp 100 miliar, sudah harus dikerjakan oleh kontraktor lokal. Ia menginginkan kontraktor lokal dilibatkan tak hanya sebatas sub kontraktor saja, melainkan harus sebagai Joint Operation (JO).

"Mereka (BUMN besar) mintanya sub (kontraktor), saya bilang No !, harus KSO (Kerjasama Operasi)/JO. Kalau sub itu kan nanti mesti bisa dimain-mainkan, jadi saya harus bisa lindungi juga," tegasnya.

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Kementrian PUPR Tambah Rest Area di Tol Fungsional Batang - Pejagan
Ekonomi
Untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran mudik Lebaran 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama ...
​PLN Listriki Dua Lokasi di Pulau Sumbawa
Ekonomi
Selama Ramadhan 1439 H, PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat berhasil melakukan penyambungan listrik ke dua lokasi terp...
PLN NTB Terus Bangun Infrastruktur Kelistrikan di Daerah Terpencil
Ekonomi
PT PLN (Persero) terus membangun infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Menjelang...
Besi Penyangga Dicuri, Tower PLB di Kerinci Roboh
Ekonomi
Pasca robohnya tower listrik 150 kV di Desa Birun, kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi, pada Kamis (14...
Siaga Jakarta, PLN Disjaya Siapkan 1.616 Personil
Ekonomi
PT PLN (Persero) siap siaga menjaga kelistrikan untuk Idul Fitri 1439 H. Hal ini seperti yang dilakukan oleh salah satu unit PL...
​20 Juni 2018 Integrasi Tol JORR Diberlakukan Efektif
Ekonomi
Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPJT-Kementerian PU-Pera) bersama dengan Badan Usaha ...
​SPBU JAMALI 571 yang Belum Jual Premium Harus Disanksi
Ekonomi
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Badan Pengatur Hil...
​Penyaluran BBM Berkualitas dan LPG di Sulsel Meningkat
Ekonomi
Jelang lebaran, atau memasuki H-3 Idul Fitri 1439 Hijriyah, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan ter...
​Jembatan Kali Kuto Dibuka Fungsional Sesuai Target H-2
Ekonomi
Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu, 13 Juni 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membuka Jembatan ...