Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Biaya Bagasi dan Tiket Pesawat Mahal Gerus Jumlah Wisatawan

9 Feb. 2019, 20.18.07

Biaya Bagasi dan Tiket Pesawat Mahal Gerus Jumlah Wisatawan

Jakarta, sentananews.com

Kebijakan maskapai mengenakan bagasi berbayar dan adanya kenaikan harga tiket pesawat, bakal berdampak signifikan pada sektor pariwisata.

Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira, kondisi ini akan menurunkan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dampaknya cukup signifikan ke pariwisata karena kalau kita lihat ternyata industri pariwisata itu salah satu tumpuan ekonomi masyarakat daerah-daerah pariwisata. Jadi yang kena dampak besar itu jangan-jangan bukan hanya Bali, dan itu akan berdampak pada wisatawan lokal maupun asing," katanya dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (9/2/2019).

Padahal, kata dia, pemerintah tengah gencar mendorong sektor pariwisata dengan mempromosikan 10 destinasi wisata Bali baru. "Bagaimana Pemerintah bisa memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga tahun 2019?" tanya Bima.

Dikatakan, pada tahun 2018 pemerintah menargetkan kunjungan wisman bisa mencapai 17 juta, sayangnya target itu tak terpenuhi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun 2018 mencapai 15,81 juta.

Realisasi ini memang lebih tinggi dari tahun 2017 yang sebanyak 14,04 juta wisman. "Artinya ketika target pariwisata itu tidak tercapai otomatis devisa dari pariwisata itu juga enggak bisa mendorong. Maka panjangnya nanti stabilitas nilai tukar Rupiah itu penguatannya karena penerbitan surat utang yang temporer, bukan karena sektor riil. Harusnya kan devisa kuat karena ekspor dan pariwisata," papar pengajar FE UGM ini.

Bhima pun menekankan, pemerintah sebaiknya bisa mendorong wisatawan domestik untuk bisa memajukan pariwisata. Namun, kenyataannya, wisatawan domestik sangat sensitif terhadap harga tiket perjalanan.

Di sisi lain, pemerintah daerah di Indonesia banyak yang mengandalkan perekonomiannya dengan menjual buah tangan khas daerah masing-masing. Maka pengenaan bagasi berbayar bakal mengenakan biaya yang mahal bagi wisatawan bahkan menurunkan minat untuk membeli oleh-oleh.

Oleh sebab itu, di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global, menurutnya sektor pariwisata perlu didorong. Hal itu dengan tidak menaikkan harga tiket pesawat atau pun pengenaan bagasi berbayar.

"Jadi satu-satunya harapan yaitu dorong leisure economy atau ekonomi jalan-jalan. Itu anak milenial ada 90 juta orang yang hobinya jalan-jalan. Jangan kemudian dihambat dengan harga tiket yang naik dan bagasi berbayar," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...