Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​BJB Patok Pertumbuhan Kredit di 11%-12%

15 Mei 2017, 10.47.13

​BJB Patok Pertumbuhan Kredit di 11%-12%

Jakarta, Sentananews.com

PT Bank Pembangunan Jabar dan Banten Tbk (BBJB) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11-12% pada tahun ini. Angka ini, sesuai dengan target industri perbankan yang diproyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada di kisaran 9-12%.

Meski demikian, jika dibandingkan tahun lalu, penyaluran kredit ini mengalami penurunan. Pasalnya, BJB berhasil menyalurkan kredit Rp63,1 triliun atau naik 14,2% dibandingkan 2015 yang hanya Rp55,3 triliun.

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan menuturkan, fokus penyaluran kredit masih sama seperti tahun lalu yakni segmen konsumer dan segmen komersial. Dirinya optimistis perseroan mampu mencapai target tersebut. Mengingat saat ini usia Bank BJB sudah memasuki tahun ke-56.

"Dalam rangkaian HUT Bank BJB ke-56 tahun ini tidak hanya keluarga besar Bank BJB yang merayakannya, namun masyarakat umum juga dapat ikut memeriahkan," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/05/17).

Rangkaian acara HUT Bank BJB ke-56 akan ditutup di Kota Serang, Banten pada tanggal 25 Mei 2017. Acara ini juga merupakan bentuk eksistensi Bank BJB sebagai bank BPD yang sudah menasional dan bersaing dengan perbankan nasional lainnya dengan peringkat 14 dari 118 bank di seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan Bank BJB, kontribusi terbesar penyaluran kredit di 2016 berasal dari segmen konsumer yang mencapai Rp44,2 triliun atau sebesar 70,04% dari total penyaluran kredit. Setelah segmen konsumer, ada segmen komersial dengan penyaluran kredit mencapai Rp10,8 triliun, atau sebesar 17,11% dari total penyaluran kredit.

Berikutnya ada segmen mortgage atau KPR dan segmen mikro. Penyaluran kredit kedua segmen tahun lalu masing-masing mencapai Rp4,5 triliun dan Rp3,5 triliun atau porsinya sebesar 7,13% dan 5,54% dari total penyaluran kredit.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​10 BUMN Belum Gabung BPJS Ketenagakerjaan
Ekonomi
BPJS Ketenagakerjaan mencatat lebih dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Pa...
​Konsumsi Avtur Diprediksi Naik 19%
Ekonomi
PT Pertamina Marketing Operation Region 1 menyiapkan penambahan avtur untuk mengantisipasi peningkatan jadwal penerbangan di Su...
​Kerugian Akibat Freeport Lebih dari Rp 185 Triliun
Ekonomi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi adanya kerugian negara yang ditimbulkan PT Freeport Indonesia. BPK mengindika...
​Proges 1 Juta Rumah Masih Jauh dari Harapan
Ekonomi
Upaya pemerintah dalam hal penyediaan rumah yang dituangkan dalam program 1 juta rumah sudah berjalan kurang lebih dua tahun. P...
​9.000 Ton Bawang Putih Siap Banjiri Pasar Induk
Ekonomi
Lonjakan harga bawang putih yang terjadi beberapa waktu ini membuat pemerintah bergerak untuk menstabilkan harga. Caranya, deng...
​Larang Nelayan Gunakan Cantrang, Susi Harus Punya Solusi
Ekonomi
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menilai alat tangkap cantrang ini bisa digunakan dengan baik. Oleh karena i...
​Bulog Ditugasi Impor Bawang Putih 1.000 Ton
Ekonomi
Perum Bulog ditugasi impor bawang putih sebanyak 1.000 ton. Hal ini guna menstabilkan harga bawang putih di pasar.Direktur Peng...
​Agustus Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II Dimulai
Ekonomi
Pengembangan tahap kedua Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara diperkirakan sudah dapat dimulai pada Agustus mendatang.Dire...
​Bangun Kota Baru di Cikarang, Lippo Gandeng Investor Jepang
Ekonomi
CEO Grup Lippo James Riady mengungkapkan, pihaknya berniat menggandeng sejumlah investor dari Jepang untuk menggarap proyek kot...