Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

BTN Kejar Pengumpulan Dana Hingga Rp 18 T

13 Feb. 2018, 20.22.44

BTN Kejar Pengumpulan Dana Hingga Rp 18 T

Jakarta, sentananews.com PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 18 triliun selama 2018 yang rencananya akan dihimpun dari berbagai aksi korporasi.

Menurut Direktur Keuangan BTN, Imam Nugroho Soeko, salah satunya adalah aksi sekuritisasi aset sebesar Rp 2 triliun. "Sekuritisasi aset ini dalam proses, diharapkan closing akhir Februari. Diharapkan dana akan masuk awal Maret," katanya di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Ia juga menjelaskan, bahwa pada tahun ini perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp 3,02 triliun. Angka itu naik 15,59% dari laba bersih di tahun sebelum sebesar Rp 2,61 triliun.

Capaian laba bersih itu ditopang juga dari penyaluran kredit dan pembiayaan yang naik 21,01% dari Rp 164,44 triliun di 2016 menjadi Rp 198,99 triliun di 2017.

Terkait upaya pengumpulan dana, Imam menjelaskan bahwa perseroan juga akan mencari pinjaman sebesar Rp 7 triliun yang kemungkinan akan berasal dari dalam maupun luar negeri.

"Kita juga akan menerbitkan obligasi subordinasi sekitar Rp 2 triliun, serta penerbitan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) sebesar Rp 9 triliun," tukasnya.

"Jika ditotal memang Rp 20 triliun. Tapi pinjaman bilateral itu fleksibel bisa Rp 5-7 triliun, NCD itu juga bisa Rp 7-9 triliun. Jadi total kita targetkan Rp 18 triliun," tambah Imam.

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kementerian PUPR Dorong Daur Ulang Limbah Plastik Sebagai Campuran Aspal
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pengembangan inovasi oleh perguruan tinggi. Salah satunya adal...
​Presiden Perkirakan Revitalisasi Sungai Citarum Selesai Dalam 7 Tahun
Ekonomi
Presiden Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat disele...
​Kebijakan Ganjil Genap di Akses Jalan Tol Bekasi, Ini Penjelasan Jasa Marga
Ekonomi
Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan dalam waktu dekat akan memberlakukan paket kebijakan dalam rangka menangani ke...
​Kementrian PUPR Evaluasi Pembangunan 32 Jalan Tol
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pembangunan proyek 32 jalan tol dan 4 Light Rapid Transit (L...
Proyek Infrastruktur Elevated Normal Dua Minggu Lagi
Ekonomi
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menyatakan, pembangunan proyek infrastruktur, khususnya ...
​DPR: ESDM Harus Paksa Freeport Patuhi Kesepakatan
Ekonomi
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kesepakatan tentang pelepasan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga saat ini tak...
​Pertamina: Pembalap Perlu Tingkatkan Budaya Aman Berkendara
Ekonomi
Vice President HSE Management System Iwan Jatmika mengatakan, bahwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan budaya a...
Moratorium Proyek Jalan Layang Paling Lama Tiga Minggu
Ekonomi
Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (BPP Gapensi) berharap moratorium proyek jalan layang tidak berlan...
​Bangun Kabel Laut 20 kV, PLN Listriki Gili Gede
Ekonomi
PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat kini tengah membangun infrastruktur kelistrikan untuk mengalirkan listrik ke salah...