Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Bulog Curiga Beras Premium Dioplos Pedagang

8 Nov. 2018, 23.05.52

​Bulog Curiga Beras Premium Dioplos Pedagang

Jakarta, sentananews.com

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mencurigai adanya oknum pedagang yang mengoplos beras medium menjadi premium guna meraup keuntungan lebih besar.

Usai melakukan tinjauan bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Kamis, Budi mengungkapkan bahwa distribusi atau operasi pasar dengan menggelontorkan beras medium sudah dilakukan, namun harga beras medium mengalami tren kenaikan menjadi Rp9.900 sampai Rp10.500 per kilogram.

"Kalau saya dari penyuplai, justru ada kecurigaan ini ada perubahan beras medium menjadi premium. Bisa dilihat hari ini stok terbanyak mungkin 80 persen medium," kata pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Buwas menyebutkan bahwa sampai saat ini stok beras yang disimpan di gudang Bulog mencapai 2,7 juta ton.

Bahkan, Bulog telah melaksanakan operasi pasar dengan menggelontorkan sekitar 60 persen dari stok beras medium untuk stabilisasi harga. Namun, jumlah beras yang diserap setiap harinya tidak sampai 15 ribu ton.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menyebutkan saat ini stok beras di PIBC sebanyak 50 ribu ton, atau melebihi batas stok normal sebesar 20 ribu sampai 30 ribu ton.

Namun, porsi jumlah beras di PIBC didominasi 80 persen oleh beras premium. Padahal, menurut dia, produksi beras di dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi di Jakarta sangat cukup, hanya saja preferensi pedagang untuk menjual beras premium menjadi fenomena baru yang harus dicermati.

"Hanya saja, beras medium ini lebih cenderung ditingkatkan ke premium karena marginnya tinggi. Ini semacam fenomena baru, bukan masalah produksi," kata Arief.

Ia menambahkan bahwa saat ini beras premium memiliki kadar patahan sebesar 15 persen, berbeda dengan sebelumnya yang hanya lima persen.

Oleh karena itu, Bulog pun meminta agar Satgas Pangan dapat kembali meninjau ke lapangan adanya indikasi perubahan beras medium ke premium yang berdampak pada sulitnya masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah.

Harga eceran tertinggi (HET) beras medium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali sebesar Rp9.450 per kilogram, sedangkan untuk premium Rp12.800 per kg.

Editor: Mikhael


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tanggap Darurat, Pertamina Aktifkan Pangkalan Minyak Tanah
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku - Papua kembali menggelar pelayanan pangkalan tanggap darurat min...
​BPJS Ketenagakerjaan Akui Belum Optimal
Ekonomi
EKSISTENSI Jaminan Sosial atau Jamsos yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) dinilai ...
​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...