Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Demo Mantan AMT Jangan Sampai Rugikan Pertamina

12 Jan. 2019, 22.16.00

​Demo Mantan AMT Jangan Sampai Rugikan Pertamina

Jakarta, sentananews.com

Aksi demo mantan awak mobil tangki (AMT) mitra PT Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini momentumnya sangat politis dan pasti akan menyita perhatian publik.

Menurut pengamat energi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, jika aksi ini tidak ditangani dengan baik oleh para mitra Patra Niaga sub kontraktor distribusi BBM, maka akan sangat merugikan Pertamina sebagai korporasi.

Hal ini, kata dia, karena selama ini masyarakat menganggap para sopir mobil tangki adalah karyawan Pertamina. "Padahal mereka adalah pekerja perusahaan lain yang bermitra dengan anak usaha Pertamina yakni menjadi sub kontraktor Patra Niaga," kata Salamuddin Daeng dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan Pertamina dan anak-anak perusahaannya, agar masalah ini tidak memberi citra buruk bagi perusahaan migas nasional ini. "Pertamina harus mengevaluasi seluruh mitra bisnisnya, terutama mitra yang berhubungan dengan anak perusahaan Pertamina yang khusus menangani SDM out sourcing," tukasnya.

Selain itu, kata putra NTB ini, masalah ketenagakerjaan yang banyak terdapat dalam urusan migas, hendaknya jangan diabaikan, dan terus dievaluasi secara menyeluruh. "Masalah Patra Niaga dan mitra bisnisnya ini harus mendapat prioritas pendalaman, mengingat masalah ini terus berulang," kata Daeng.

Ia menambahkan, masalah ini bisa terjadi karena kondisi ketenagakerjaan yang kurang baik dalam internal perusahaan mitra Patraniaga seperti, upah, tunjangan, jaminan sosial dan jaminan kesejahteraan lainnya.

Mitra bisnis Patra Niaga, kata dia, harus dipanggil dan diminta penjelasan apakah mereka sudah menjalankan kewajiban ketenagakerjaan secara benar atau tidak," ujarnya.

"Mereka harus memastikan bahwa upah buruh, tunjangan, jaminan sosial, karier dan jabatan sudah dijalankan secara baik sesuai aturan yang berlaku," tambah dia.

Lebih jauh ia mengatakan, jika terdapat kesalahan yang dilakukan oleh mitranya Patra Niaga, maka hal ini tidak boleh ditimpakan kepada anak usaha Pertamina tersebut, apalagi ke perusahaan induknya. "Jangan sampai mereka melakukan langkah yang merugikan korporasi Pertamina," tegasnya.

Daeng berharap Pertamina harus memberi reward and punishment atas mitra-mitra mereka secara tegas dan bijaksana.

Patra Niaga, tambah Daeng juga harus berkomitmen dan mengumumkan lewat media bahwa akan memberikan sanksi tegas kepada mitra-mitra bisnisnya yang tidak menjalankan kewajiban secara benar sesuai aturan yang berlaku.

"Hal-hal di atas semoga dapat membantu sehingga tidak merugikan Pertamina, merusak citra Presiden Jokowi dan kredibilitas Direktur Utama Pertamina. Dalam tahun politik isue ini rawan digoreng," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​M.Abrar Ali Jadi Ketua Umum SP PLN 2019-202
Ekonomi
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Serikat Pekerja (SP) PLN, yang dihadiri 59 DPD SP PLN seluruh Indonesia menetapkan Mu...
​Komitmen Pemerintah Lindungi Hak Konsumen Diragukan
Ekonomi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meragukan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen. Keraguan ini didasar...
​Langkah Polisi Tangkap Pembajak Mobil Tanki Diapresiasi
Ekonomi
Langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap para pelaku pembajakan dua mobil tangki milik Pertamina yang dih...
​Menperin Berupaya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Ekonomi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis unt...
​Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyed...
​Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar Non Subsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam ...
​Presiden Berharap Pengguna Kendaraan Beralih ke MRT
Ekonomi
Presiden Joko Widodo berharap keberadaan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuat masyarakat pengguna kendaraan pribadi ...
​Pengambilalihan Tanpa Izin Tangki BBM Pertamina Melawan Hukum
Ekonomi
Tindakan mengambil alih dari orang yang berhak dan menguasai secara tanpa izin truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik P...
Ekonom: Pembajakan Mobil Tangki Pelanggaran Konstitusi
Ekonomi
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menegaskan, pembajakan mobil tangki merupakan tindakan pelanggaran konstitusi ekonomi yang berp...