Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Ditjen Pajak Siap Genjot Penerimaan Triwulan Terkahir

10 Okt. 2017, 5.54.47

Ditjen Pajak Siap Genjot Penerimaan Triwulan Terkahir

Jakarta, sentananews.com

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP Yon Arsal mengungkapkan, saat ini realisasi penerimaan pajak baru mencapai 60 persen dari target yang ditetapkan. Untuk itu ita menegakasn bahwa pihaknya siap menggenjot penerimaan pajak pada sisa tiga bulan terakhir di 2017.

"Saat ini tantangannya tantangannya masih mengejar 40 persen lagi atau sekitar Rp 500 triliun. Ya caranya kita optimalkan intensifikasi dan ekstensifikasi," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (09/10)..

Menurutnya, dari sisi intensifikasi pihaknya akan menggali potensi Wajib Pajak (WP) yang sudah terdaftar berdasarkan data yang valid. Sedangkan dari ekstensifikasi, DJP akan terus mencari WP yang seharusnya terdaftar. "Tinggal itu saja, termasuk di dalamnya tindaklanjut pasca Tax Amnesty. Semuanya terbungkus dalam itu, itu saja kita optimalkan," ujar Yon.

Sebelumnya DJP mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 770,7 triliun atau 60 persen dari target penerimaan pajak 2017 Rp 1.283,6 triliun. Total penerimaan DJP tersebut, termasuk PPh Migas yang tumbuh -2,79 persen (year on year).

Pertumbuhan negatif penerimaan DJP itu lebih disebabkan adanya penerimaan yang tidak berulang, yaitu Uang Tebusan & PPh Final Revaluasi, dan beda waktu pencairan PBB & PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) yang nilainya signifikan.

Pertumbuhan non PPh Migas di luar uang tebusan dan di luar seluruh penerimaan yg tidak berulang dan beda waktu tersebut sebesar 12,6 persen.

Penerimaan DJP di luar PPh Migas sebesar Rp732,1 triliun atau 59 persen dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan -4,70 persen (y-o-y).

PPh Non Migas sendiri sebesar Rp 418 triliun atau 56,3 persen dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan -12,32 persen (y-o-y)

Sementara itu PPN dan PPnBM sebesar Rp307,3 triliun atau 64,6 persen dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan 13,7 persen (y-o-y).

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Wakil Ketua Komisi VII DPR Dorong Holding Energi
Ekonomi
Pemerintah memastikan pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tujuan yang mulia, yakni meningkatkan daya s...
Pertamina Ajak Pemda Atasi Lonjakan Konsumsi LPG 3Kg
Ekonomi
Menindaklanjuti melonjaknya konsumsi LPG 3 kg di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), PT Pertamina (Pers...
Walikota Tangerang Ajak Warga Gunakan LPG Non Subsidi
Ekonomi
Komitmen Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah untuk mengurangi beban subsidi negara kembali ditunjukkan.Kali ini ia k...
Jonan Terima Penghargaan ICMA
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Institute Certified...
​INDEF Sebut Konsep Holding Migas Tak Jelas
Ekonomi
Rencana pemerintah membentuk induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sejumlah sektor kembali menuai pro-kontra...
​Kasus Gayus Masih Bayangi Menkeu
Ekonomi
Kasus faktur pajak palsu yang dilakukan oleh Gayus Tambunan masih menjadi bayang-bayang buruk di tubuh Direktorat Jenderal Paja...
Pertagas Diakuisisi PGN, Langkah Awal Holding Migas
Ekonomi
Sekretaris Perusahaan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Rachmat Hutama mengatakan, pihaknya terus berkomitmen mend...
Menkeu: Ditjen Pajak Harus Segera Perbaiki Reputasi
Ekonomi
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani berharap Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat mencegah terjadinya korupsi di dalam institusi ...
Robert Pahkpahan Siap Basmi Suap dan Korupsi
Ekonomi
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang baru dilantik, Robert Pakpahan, berjanji akan membasmi praktik suap dan penya...