Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​DPR Soroti Kinerja Perbankan Nasional

22 Jan. 2017, 23.03.54

​DPR Soroti Kinerja Perbankan Nasional

Jakarta, Sentananews.com

Kinerja pertumbuhan kredit perbankan nasional yang dinilai melambat serta meningkatnya "non performing loan" (kredit bermasalah) sepanjang 2016 sehingga harus diawasi pemerintah dikritisi anggota DPR RI.

"Kinerja perbankan pada 2016 tidak terlalu baik, terjadi pelambatan pertumbuhan kredit yang diiringi dengan peningkatan NPL," kata anggota Komisi XI DPT Refrizal dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, meski NPL belum mencapai tingkat 5 persen, diharapkan pemerintah dapat berperan aktif guna mengatasinya.

Kekhawatiran ini kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjadi relevan bila dikaitkan dengan keinginan presiden Jokowi yang mencanangkan program bunga single digit untuk UMKM. "Bila tidak diatasi dengan serius, suku bunga perbankan single digit sulit untuk direalisasikan," tegas Refrizal.

Sebelumnya, beberapa industri perbankan menyatakan sedang bersiap memenuhi kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan yang akan menerapkan syarat "Net Stable Funding Ratio" dan memperluas implementasi "Liquidity Coverage Ratio" guna menangkal ancaman kekurangan likuiditas.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Asmawi Syam mengatakan kebijakan pemantauan kecukupan likuiditas bank memang diperlukan untuk mengawasi kemampuan bank dalam menyalurkan kredit, dan berkontribusi terhadap perekonomian.

Pada 2017, OJK menargetkan kredit dapat tumbuh hingga dua digit di rentang 9-12 persen, setelah pada 2016 diperkirakan kredit hanya tumbuh satu persen. "Kami melihat dampaknya masih positif, memang modal, likuiditas perlu diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di 2017," kata Asmawi.

"Net Stable Funding Ratio" atau NSFR merupakan rasio jumlah dana stabil yang tersedia di perbankan dengan jumlah dana stabil yang dibutuhkan. Jika merujuk pada kerangka Basel III dari Basel Committe on Banking Supervision (BCBS), rasio NSFR minimal 100 persen.

Jadi dengan NSFR, perbankan disyaratkan untuk memelihata rasio dana stabil untuk mengurangi potensi gangguan sumber reguler pendaaan bank, yang bisa meningkatkan risiko likuiditas, dan risiko kegagalan bank yang pada akhirnya dapat berdampak sistemik.

Editor Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
 Jasa Marga Tambah Lokasi Top Up Uang Elektronik dan Layanan Gerak
Ekonomi
Dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasaranamenjelang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H) sert...
​Pertamina Lubricants Ekspor Perdana LBO via Kabil Port Batam
Ekonomi
PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola kegiatan produksi dan pengelolahan pelumas, grea...
​Pertamina: Puncak Konsumsi Avtur pada H-5 Lebaran
Ekonomi
PT. Pertamina (Persero) memproyeksikan konsumsi avtur mencapai puncaknya pada H-5 dan H+7 Idul Fitri 2018. Meski demikian, lang...
​Holding Migas, Serikat Pekerja Pertagas Tolak Akuisisi
Ekonomi
Para pekerja Pertamina Gas yang tergabung dqalam Serikat Pekerja Pertamina gas (SPPG) menolak Pertagas diakuisisi oleh PT PGN.M...
PJB Raih Excellence in Energy Management Award
Ekonomi
PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), anak perusahaan PT PLN (persero) kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih Aw...
Tol BORR Kedung Badak-Simpang Yasmin Segera Beroperasi
Ekonomi
Berdasarkan Sertifikat Laik Operasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum da...
Bendungan Kuningan Mampu Tampung 25,9 Juta Meter Kubik
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, K...
Jembatan Cincin Lama​ Ditargetkan Sudah Bisa Dilalui H-10 Lebaran
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis perbaikan Jembatan Cincin Lama yang runtuh 17 April 2018 lalu bi...