Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

FSPPB: Pemecahan Direktorat Pemasaran Hanya Akal-akalan

13 Feb. 2018, 18.38.47

FSPPB: Pemecahan Direktorat Pemasaran Hanya Akal-akalan

Jakarta, sentananews.com


Presiden Federasi Serikat Perkerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Noviandri menilai, rencana pemecahan Direktorat Pemasaran Pertamina hanya akal-akalan saja.

Menurutnya, hal yang tidak mungkin memisahkan marketing retail dengan industri, karena infrastrukturnya seperti tanki dan lain-lain masih sama. "Dengan keputusan ini maka secara bisnis akan banyak terjadi benturan pada saat operasional nanti, dan bisa berdampak pada rencana holding migas," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Ia juga menilai rencana perombakan/penambahan Direksi Pertamina yang akan diputuskan sore ini sudah sangat keterlaluan.

"Jika ini benar, maka langkah yang dilakukan Kementrian BUMN sangat keterlauan. Kalau benar dilakukan maka hal ini akan menyebabkan terjadinya penjarahan struktural pada Pertamina," katanya.

Selain itu, kata dia, biaya operasional (overhead) juga akan sangat besar untuk membiayai direktur/direktorat yang baru dan belum tentu nanti akan memberikan kontribusi bagi pendapatan Pertamina.

"Kami melihat nanti akan terjadi ineffisiensi dalam operasional. Untuk itu lembaga penegak hukum seperti KPK harus melakukan pemeriksaan terhadap Mentri BUMN atas apa yang diputuskan ini," pungkasnya.

Sementara isu yang berkembang menyebutkan, sejumlah direksi yang akan dipasang dalam struktur organisasi Pertamina yaitu R.Gunung Sardjono Hadi, Alex J Sinaga dan Insan Purwasya Tobing. Ketiganya merupakan orang nomor satu dua BUMN dan satu anak usaha BUMN. Posisi Direktur SDM akan ditempati Insan yang saat ini menjabat Direktur Utama PT Pelni (Persero).

Sedangkan Nicke Widyawati yang sebelumnya menjadi Direktur SDM menjadi Direktur Perkapalan. Kemudian Alex yang saat ini memang jadi Direktur Utama PT Telkom (Persero) kabarnya bakal ditunjuk menjadi Direktur Marketing Retail.

Sementara Gunung yang sebelumnya menjadi Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan menjabat Research and Technology Center Director Pertamina.

Penulis: Syarief Lussy

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kementerian PUPR Dorong Daur Ulang Limbah Plastik Sebagai Campuran Aspal
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pengembangan inovasi oleh perguruan tinggi. Salah satunya adal...
​Presiden Perkirakan Revitalisasi Sungai Citarum Selesai Dalam 7 Tahun
Ekonomi
Presiden Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat disele...
​Kebijakan Ganjil Genap di Akses Jalan Tol Bekasi, Ini Penjelasan Jasa Marga
Ekonomi
Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan dalam waktu dekat akan memberlakukan paket kebijakan dalam rangka menangani ke...
​Kementrian PUPR Evaluasi Pembangunan 32 Jalan Tol
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pembangunan proyek 32 jalan tol dan 4 Light Rapid Transit (L...
Proyek Infrastruktur Elevated Normal Dua Minggu Lagi
Ekonomi
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menyatakan, pembangunan proyek infrastruktur, khususnya ...
​DPR: ESDM Harus Paksa Freeport Patuhi Kesepakatan
Ekonomi
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kesepakatan tentang pelepasan 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga saat ini tak...
​Pertamina: Pembalap Perlu Tingkatkan Budaya Aman Berkendara
Ekonomi
Vice President HSE Management System Iwan Jatmika mengatakan, bahwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan budaya a...
Moratorium Proyek Jalan Layang Paling Lama Tiga Minggu
Ekonomi
Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (BPP Gapensi) berharap moratorium proyek jalan layang tidak berlan...
​Bangun Kabel Laut 20 kV, PLN Listriki Gili Gede
Ekonomi
PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat kini tengah membangun infrastruktur kelistrikan untuk mengalirkan listrik ke salah...