Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Garuda Indonesia Tingkatkan Jumlah Awak Kabin Haji

9 April 2018, 21.56.56

Garuda Indonesia Tingkatkan Jumlah Awak Kabin Haji

Jakarta, sentananews.com

Guna melayani penerbangan haji 2018 (1439 H), PT garuda Indonesia akan meningkatkan jumlah awak kabin haji menjadi 540 awak kabin dari sebelumnya 506 awak kabin, dimana 25 persen diantaranya merupakan putra-putri daerah.

"Tujuan merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut merupakan bagian dari pelayanan Garuda Indonesia kepada para Jemaah-khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian Jemaah hanya mampu berbahasa daerah," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sentana di Jakarta, Senn (09/4).

Garuda Indonesia, kata dia, juga menyediakan akses information secara real time untuk jemaah dan keluarga yang ingin memantau update perkembangan operational waktu keberangkatan dan kedatangan setiap kloter haji. "Masyarakat dapat mengakses informasi tentang jadwal keberangkatan/kepulangan jemaah melalui laman: http://www.haji-ga.com," ujarnya.

Adapun penerbangan fase keberangkatan rencananya akan dimulai pada 17 Juli 2018 sampai dengan 15 Agustus 2018.

Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari 17 Juli 2018 sampai dengan 29 Juli 2018.

Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada 30 Juli 2018 sampai dengan 15 Agustus 2018.

Sementara itu, fase kepulangan akan dimulai dari 27 Agustus 2018 sampai dengan 25 September 2018.

Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari 27 Agustus 2018 sampai dengan 8 September 2018.

Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada 9 September 2018 sampai dengan 26 September 2018.

Pada 2017 lalu, Garuda Indonesia menerbangkan sebanyak 107.000 jemaah haji, dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP/ontime performance) Fase I sebesar 98.19 persen, sementara Fase II (phase kepulangan) mencapai 95.67 persen, atau terbaik sepanjang sejarah penerbangan haji Indonesia.

Adapun sebanyak 107.000 jemaah haji tersebut diterbangkan dari sembilan embarkasi yang dibagi dalam 277 kelompok terbang (kloter).

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Meenteri Basuki: Sabtu, ​Jembatan Batang Kula Bisa Dilalui
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemulihan lalu lintas pada ruas jalan Padang -...
​BKPM Optimis 2019 Investasi Kembali Meningkat
Ekonomi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyakini kegiatan investasi akan kembali meningkat pada 2019, te...
KAI Pastikan Tiket Natal Tersisa 49 Persen
Ekonomi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I Jakarta menyatakan tiket kereta menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah terjual 51 ...
KAI: Volume Angkutan Natal Diprediksi 1,2 Juta Orang
Ekonomi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memproyeksikan volume penumpang angkutan kereta api selama musim Natal dan Tahun B...
Menteri ESDM Pastikan Listrik Natal dan Tahun Baru Aman
Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengunjungi PLN Area Pengatur Beban Jawa Tengah – DIY pada Kamis p...
​Pulihkan Lalin Padang-Bukittinggi, KPUPR Bangun Jembatan Sementara
Ekonomi
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan pembangunan jembatan sementara sebagai penggant...
​420 Ribu Warga Semarang Akan Nikmati Layanan Air Bersih Perpipaan
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan dimulainya konstruks...
​Depot Mini LPG Lombok Perkuat Ketahanan Energi Daerah
Ekonomi
Pengamat kebiajakan energi, Sofyano Zakaria menilai kehadiran Depot Mini LPG di Lombok Nusa tenggara Barat (NTB) menunjukkan ba...
​Rugikan Negara, Pemerintah Didesak Batalkan Revisi PP 23/2010
Ekonomi
Indonesian Resources Studi (IRESS) menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana melakukan revisi keenam atas Peraturan Pemerin...