Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Hanya Ada Satu Matahari di Pertamina

26 Jan. 2017, 22.44.13

Hanya Ada Satu Matahari di Pertamina

Jakarta, Sentananews.com

Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) tahun lalu yang menambah satu posisi baru yaitu Wakil Dirut di dalam komposisi jajaran Direksi Pertamina tidak bisa disebut sebagai adanya matahari kembar di tubuh Pertamina

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Kamis (26/1),

"Apalagi tuduhan yang tidak mendasar dari sejumlah pengamat dan LSM yang mengatakan kalau Pertamina saat ini dalam kekuasaan Genk Arie Sumarno yang mantan Dirut Pertamina. Itu tuduhan yang tidak benar dan meyesatkan," katanya.

Menurutnya, jika saat ini para petinggi Pertamina yang berasal dari legacy Pertamina seperti Wakil Dirut, Ahmad Bambang, Direktur Marketing Iskandar, Direktur Pengolahan, Tuharso serta Vice President (VP) dan General Manager (GM) yang saat ini ada di manajemen dikatakan sebagai Genk Arie Sumarno maka itu salah besar, "Sebab yang benar mereka adalah yunior-yunior Arie Sumarno, karena Arie juga legacy Pertamina.

"Jadi wajar saja mereka semua dekat dengan Arie Sumarno sebagai senior mereka di Pertamina. Apalagi saat Arie memimpin Pertamina, BUMN tersebut berkinerja sangat baik serta tingkat kesejahteraan karyawan meningkat dan memutus aliran mafia Migas di Pertamina dengan mendirikan ISC yang berakibat Arie Sumarno dicopot oleh SBY," tukasnya.

Arief juga menyesali tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa Pertamina dikuasai oleh Genk Arie Soemarno karena posisi Rini Soemarno

yang merupakan adik kandung Arie sebagai Menteri BUMN.

"Nah konyolnya lagi tuduhan kalau Pertamina dikuasai genk Arie Sumarno dengan posisi Meneg BUMN yang merupakan adik kandung Arie Sumarno yang menambah posisi direksi Pertamina. Padahal Direksi Pertamina itu dipilih lewat Tim Head Hunter dan Fit n Proper Test secara tranparan dan langsung di bawah kendali Presiden," paparnya.

Terkait terpilihnya Ahmad Bambang sebagai Wakil Dirut ,juga memiliki karir yang sangat bagus dalam bidangnya di Pertamina hingga Tahun 2016 terpilih sebagai direski BUMN terbaik. "Ini menunjukan kalau pilihan terhadap Ahmad Bambang sudah tepat dan melalui proses yang tranfaran," ujarnya.

"Memang sudah saatnya Pertamina yang merupakan perusahaan besar membutuhkan seorang Chief Operation Officer (COO) seperti banyak perusahaan besar NOC di dunia, dimana Wakil Dirut Pertamina itu yang berposisi sebagai COO Pertamina," tukasnya.

Ia menambahkan, di kalangan bisnis di Indonesia sudah mulai banyak digunakan sebutan Chief Executive Officer (CEO) sebagai pengganti sebutan jabatan Direktur Utama (Dirut) atau Presiden Direktur. Dalam struktur organisasi perusahaan di Indonesia hampir dapat dipastikan jabatan Direktur Utama sama dengan Presiden Direktur. Sebaliknya di barat, khususnya di Amerika Serikat, seorang presiden sebuah perusahaan belum tentu seorang CEO. "Untuk perusahaan-perusahaan kecil, seorang CEO umumnya merangkap Presiden. Namun untuk korporasi-korporasi besar kedua posisi ini bisa dipegang oleh orang yang berbeda. Istilah Chief Operating Officer (COO) kurang banyak dikenal untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia sedang di AS istilah President sering dipergunakan sebagai pengganti COO," kata dia.

Masih menurut Arief, ketika organisasi masih kecil, CEO dapat memberikan perhatian kepada semua permasalahan mulai dari isu yang sangat strategis, taktis sampai ke masalah tehnis sehari-hari. Dalam situasi seperti ini dia akan menjalankan fungsinya sebagai CEO

Tapi disaat perusahaan telah berkembang menjadi korporasi yang besar maka CEO dapat mendelegasikan masalah-masalah yang sifatnya sehari-hari (day-to-day operation), tehnis, jangka pendek kepada seorang Wakil Dirut atau COO sebagai orang kedua. "Biasanya CEO akan lebih fokus kepada isu-isu yang bersifat strategis, eksternal dan jangka panjang. sedang COO menangani masalah-masalah yang bersifat taktis, internal dan jangka pendek. Walaupun membuat batasan yang jelas antara leadership dengan management tidak mudah, namun seorang CEO lebih banyak diharapkan memainkan perannya sebagai seorang "leader" sedang COO menjalankan fungsi manajerial. Jadi tidak benar ada matahari kembar dalam Pertamina Karena semua sudah ada job description masing-masing," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PLN Gelontorkan CSR Rp 4,6 M di Sulawesi Utara
Ekonomi
PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli yang merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/C...
Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor
Ekonomi
Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengevaluasi dan mengurangi im...
Nusantara Regas: Pasokan Gas untuk Listrik Jakarta Aman
Ekonomi
Jelang Asian Games, PT Nusantara Regas memastikan kehandalan sarfas dan pasokan gas dari Floating Storage Regasification Unit (...
Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita
Ekonomi
"Publik kan maunya apa yang kita kerjakan itu diceritakan," demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba...
​BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik, Wujud Energi Berkeadilan
Ekonomi
Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito menyatakan, sampai dengan awal Agustus 2018, PT P...
​Peserta BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta Jiwa
Ekonomi
Jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga saat ini mencapai lebih dari 199 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 92,4 juta jiwa ...
​Begini Cara Pertamina Dukung UMKM di Solo
Ekonomi
Menjawab keluhan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentang sulitnya menjangkau akses pinjaman modal perbankan. PT. Per...
Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...