Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Harga BBM Indonesia Bukan yang Termahal di ASEAN

5 Juli 2017, 1.53.31

Harga BBM Indonesia Bukan yang Termahal di ASEAN

Jakarta, Sentananews.com

Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai, harga bahan bakar minyak (BBM) baik yang bersubsidi atau non subsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara lain di ASEAN, meskipun ada beberapa negara seperti Malaysia dan Brunai menjual BBM lebih murah.

"Jadi tidak benar jika ada sebagian kalangan menuding harga BBM di Indonesia paling mahal di ASEAN. Karena kebanyakan negara menjual BBM lebih mahal dari harga eceran di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Puskepi Sofyano Zakaria dalam pesan singkatnya kepada sentananews.com di Jakarta, Selasa (4/7).

Data yang dikutip Puskepi menyebutkan bahwa harga gasoline 92 setara Pertamax per 27 Juni 2017 di Indonesia dijual Rp 8.250per liter. Thailand menjual Rp 12.400 per liter, Singapura Rp 18.679 per liter dan Pilipina Rp 11.220 per liter.

Meski diakui, kata Sofyano, saat ini Malaysia menjual BBM setara Pertamax dengan harga Rp 5.837 per liter.

Sementara Gasoil setara Dex di Indonesia dijual Rp 8.500 per liter. Harga BBM serupa di Thailand dijual Rp 9.001 per liter, Singapura menjual Rp 12.820 per liter dan Pilip ina Rp 7.538 per lier. Sedang Malaysia menjual dengan harga paling murah yaitu Rp 5.746 per liter.

Melihat data tersebut, menurut Sofyano, negara Singapura menjual BBM dengan harga paling mahal di ASEAN. Negeri Singa itu menjual BBM sesuai harga keekonomiannya dan tidak ada subsidi sama sekali.

Sementara, di Indonesia menjual BBM dengan dua harga, yaitu harga yang disubsidi terutama Gasolie-88 setara premium dengan harga Rp 6.450 per liter dan Gasoil- Solar PSO dengan harga Rp 5.150 per liter.

Puskepi menambahkan, masyarakat Indonesia bisa menilai mana harga BBM terbaik di ASEAN. Dalam kaitannya dengan tarif transportasi di Tanah Air, seharusnya pihak operator transportasi juga adil dan memberikan harga yang terbaik.

"Jangan selalu mengkambinghitamkan BBM sebagai komponen utama dalam tarif. Faktanya, harga BBM di Indonesia masih lebih murah dan khusus untuk sektor transportasi umum masih disubsidi negara melalui APBN," tandas Sofyano.

Ia menambahkan, salah satu faktor yang bisa membuat harga BBM lebih mahal atau lebih murah adalah ongkos angkut.

Hal itu, kata Sofyano, yang menyebabkan harga BBM di Indonesia cukup mahal. "Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan daratannya yang begitu luas menyebabkan pengangkutan BBM-nya sangat rumit," katanya.

"Angkutan BBM di negeri ini harus melewati lautan, sungai dan daratan. Di daratan pun karena infrastruktur yg belum memadai, membuat ongkos angkut semakin tinggi," tambah Sofyano.

Menurut dia, kondisi ini jauh berbeda dengan angkutan BBM di negara yang terdapat dalam satu daratan seperti Singapura, Thailand, Philipina, Vietnam, Malaysia bahkan Saudi Arabia. "Karena angkutan BBM di negera itu cukup dengan mobil tangki BBM saja, tidak perlu dengan kapal laut, tongkang dan mobil tangki seperti di Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Direksi Pertamina Dirombak, Elia Massa Manik Dicopot
Ekonomi
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) yang digelar, Jumat (20/4) memutuskan adanya perombakan d...
​Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp 7,5 T
Ekonomi
Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sepanjang tahun ini, mengalokasikan belanja modal atau capital e...
​Kuartal I 2018, BTN Raup Untung Rp 684 Miliar
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih perseroan pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp684 miliar, naik...
Serikat Pekerja: Kondisi PLN Sangat Memprihatinkan
Ekonomi
Kondisi PT PLN (persero) saat ini dinilai sangat memprihatinkan, termasuk hubungan industrial yang juga tidak baik sehingga me...
​Ketua SP PLN: MPP Berbeda dengan MVPP
Ekonomi
Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Jumadis Abda menegaskan bahwa Mobile PowerPlant (MPP) berbeda dengan Marine Vessel Power P...
​PT JJC Konsisten Perkaya Inovasi Pembangunan Tol Japek II Elevated
Ekonomi
Masih dalam rangkaian kegiatan pada Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (H...
​Polemik Dana CSR, Dirut Telkom Diskriminatif
Ekonomi
Desakan berbagai elemen masyarakat meminta agar Dirut PT Telkom Alex Sinaga mundur, kian menggema.Salah satu alasan desakan mun...
Dukung Industri di Bekasi, PLN Siapkan 1 Miliar VA Listrik
Ekonomi
PT PLN (persero) siap memasok listrik untuk kebutuhan bisnis dan industi di kawasan Bekasi dengan menyiapkan daya sebesar 1.000...
Pertamina: 11 Kelurahan 100% Bersih dari Tumpahan Minyak
Ekonomi
Tim verifikasi dampak lingkungan yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Kabupaten / Kota, Dinas terkait, Pertamina dan perwaki...