Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Harga Minyak Anjlok, 67.000 Pegawai Dipecat

1 Des. 2015, 21.18.29

​Harga Minyak Anjlok, 67.000 Pegawai Dipecat

Jakarta, SENTANAnews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu dan Minyak dan Gas (SKK Migas) mengatakan, anjloknya harga minyak dunia memang berpengaruh pada industri minyak dan gas bumi. "Dampak dari anjloknya harga minyak, sektor migas telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 67.000 pekerja dari berbagai level," kata Kadiv Humas SKK Migas Elan Biantoro pada diskusi Refleksi 2015 dan proyeksi 2016 Industri Hulu Migas Nasional di Jakarta, Selasa (1/12).

Menurutnya, harga minyak awalnya diprediksi hanya anjlok mencapai US$ 50 per barel. Namun, penurunan drastis pun terjadi hingga mencapai US$ 40 per barel. "Tapi sekarang harga minyak terseok-seok di US$ 40 per barel. Hal ini yang membuat terjadinya PHK sebanyak 67.000 orang, dan yang pensiun dini 20.000 orang," ujar Elan.

Ditambahkan, pengurangan pegawai ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi di tengah anjloknya harga minyak dunia. Bahkan, beberapa perusahaan melakukan pengurangan pegawai mencapai 5 hingga 6 persen. "Hal ini akibat harga minyak yang terus menurun," kata Elan.

SKK Migas mencatat harga minyak dunia tertinggi terjadi pada Oktober 2014 mencapai US$ 110 per barel. Setelah itu, kata Elan, harga minyak dunia terus merosot hingga US$ 40 per barel.

"Perlahan menurun dari US$ 95 per barel, bertahan agak lama sampai US$ 60 per barel, lalu ya sampai sekarang harga minyak berada di kisaran US$ 40 per barel. Ini yang buat kita terseok-seok," tutup dia.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pertamina: Pasokan BBM dan LPG di Pemilu 2019 Aman
Ekonomi
PT Pertamina (persero) memastikan pasokan BBM maupun LPG pada masa Pemilihan Umum 2019 aman. Untuk itu, berbagai upaya telah da...
Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara
Ekonomi
Warga Desa Long Ampung dan sekitarnya kini tidak harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan ribu untuk mendapatkan BBM per lite...
​Saat Debat Capres, PLN Pakai Power Bank Raksasa
Ekonomi
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya akan mengamankan kondisi kelistrikan saat debat Capres jilid 2 pada 17 Febr...
​ Bright Gas Weekend Seru ‘Sapa’ Warga Bekasi
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III, menyapa masyarakat Harapan Baru Bekasi, melalui program Bright Gas Weeke...
​Kegembiraan Baru Pelintas Pansela
Ekonomi
RABU pagi 13 Februari 2019. Di ruang kerjanya, Ir. Akhmad Cahyadi, M.Eng.Sc., Kepala Balai Besar Pelaksnaan Jalan Nasional (BBP...
Pertamina: Stok LPG 3Kg di Garut Aman
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat memastikan stok LPG 3kg di wilayah Kabupaten Garut, Jaw...
Edukasi Masyarakat, Rumah Zakat Akan Gelar Sosialisasi
Ekonomi
Minimnya pengetahuan tentang wakaf di masyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak, berupa wakaf tana...
​Murni B to B, Bisnis Avtur Tidak Seperti Jualan BBM Bersubsidi
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Enegy, Sofyano Zakaria mengatakan, harga avtur yang diterapkan PT Pertamina (Persero) saat ini sangat kompet...
​IRESS Minta Pemerintah Bentuk Minerba Fund
Ekonomi
Pengamat Energi, Marwan Batubara, menyatakan dana minerba atau dana migas dapat diimplementasikan dengan menyisihkan dana dari ...