Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Harga Minyak Anjlok, 67.000 Pegawai Dipecat

1 Des. 2015, 21.59.09

Harga Minyak Anjlok, 67.000 Pegawai Dipecat

Jakarta, SENTANAnews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu dan Minyak dan Gas (SKK Migas) mengatakan, anjloknya harga minyak dunia memang berpengaruh pada industri minyak dan gas bumi. "Dampak dari anjloknya harga minyak, sektor migas telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 67.000 pekerja dari berbagai level," kata Kadiv Humas SKK Migas Elan Biantoro pada diskusi Refleksi 2015 dan proyeksi 2016 Industri Hulu Migas Nasional di Jakarta, Selasa (1/12).

Menurutnya, harga minyak awalnya diprediksi hanya anjlok mencapai US$ 50 per barel. Namun, penurunan drastis pun terjadi hingga mencapai US$ 40 per barel. "Tapi sekarang harga minyak terseok-seok di US$ 40 per barel. Hal ini yang membuat terjadinya PHK sebanyak 67.000 orang, dan yang pensiun dini 20.000 orang," ujar Elan.

Ditambahkan, pengurangan pegawai ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi di tengah anjloknya harga minyak dunia. Bahkan, beberapa perusahaan melakukan pengurangan pegawai mencapai 5 hingga 6 persen. "Hal ini akibat harga minyak yang terus menurun," kata Elan.

SKK Migas mencatat harga minyak dunia tertinggi terjadi pada Oktober 2014 mencapai US$ 110 per barel. Setelah itu, kata Elan, harga minyak dunia terus merosot hingga US$ 40 per barel.

"Perlahan menurun dari US$ 95 per barel, bertahan agak lama sampai US$ 60 per barel, lalu ya sampai sekarang harga minyak berada di kisaran US$ 40 per barel. Ini yang buat kita terseok-seok," tutup dia.


Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AQUA Japan Optimis Capai Target Market Tahun 2018
Ekonomi
AQUA Japan Optimis dapat mencapai target market sebesar 32 % tahun 2018 ini. Pasalnya AQUA telah menyiapkan beragam pengembanga...
​PT PEP Cepu Field Jaga Kestabilan Pasokan Gas ke PLTGU Tambak Lorok
Ekonomi
PT Pertamina EP anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas dan selaku kontraktor kontrak kerjasa...
Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur Dukung Pembangunan Berkualitas
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa (PBJ) agar pe...
​Kementerian PUPR Rehabilitasi Jembatan Ampera Palembang
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan rehabilitasi Jembatan Ampera sebagai bagian penanganan berkala...
Pertagas Diakuisisi, Kedaulatan Energi Nasional Terancam
Ekonomi
Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SPPGE), Bagus Bramantio menegaskan, bahwa pihaknya menolak akuisisi Per...
Tolak Akuisisi Pertagas, SP PEP Siap Ikut Aksi Damai
Ekonomi
Serikat Pekerja Pertamina EP (SP PEP) akan ikut bergabung dengan Serikat Pekerja anak usaha Pertanina lainnyalainnya yang terga...
Pesan Menteri Basuki Kepada Generasi Muda PUPR
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menaruh perhatian besar terhadap pembentukan karakter par...
​Menteri Rini Tinjau Bantuan Sumbangan Listrik di Serang
Ekonomi
PT PLN (Persero) bersinergi dengan PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan bantuan penyambungan listrik kepada 2.600 rumah tang...
​Pembangunan Tol Sumatera Sebagai Tulang Punggung Pengembangan Wilayah
Ekonomi
PEMERINTAH terus melanjutkan pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera. Kehadiran jalan tol bertujuan mempercepat mobilitas baran...