Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Hingga Februari Utang Luar Negeri Capai Rp 4.700 Triliun

17 April 2018, 14.18.41

​Hingga Februari Utang Luar Negeri Capai Rp 4.700 Triliun

Jakarta, sentananews.com

Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia berada di posisi US$ 356,23 miliar per Februari 2018. Angka ini naik 9,46 persen dibanding posisi sama tahun sebelumnya, yakni US$ 325,42 miliar.

Dengan menggunakan asumsi kurs Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 13.400, maka utang luar negeri itu setara dengan Rp 4.773,55 triliun.

Berdasarkan statistik utang luar negeri yang disusun BI, utang ini terbagi atas dua jenis yakni, utang pemerintah dan utang swasta. Utang pemerintah tercatat naik 11,9 persen menjadi US$ 181,39 miliar, sedangkan utang swasta berada pada posisi US$ 174,83 miliar atau naik 7,05 persen secara tahunan.

Jika ditilik dari sumbernya, asal utang pemerintah yang paling utama adalah Surat Berharga Negara (SBN) yakni US$ 121,55 miliar atau 67,01 persen dari total utang pemerintah. SBN terbagi atas kepemilikan domestik sebesar US$ 61,33 miliar dan asing sebanyak US$ 59,66 miliar.

Dari sisi utang luar negeri swasta, korporasi bukan bank paling banyak mendapat pinjaman luar negeri dengan total U$ 133,57 miliar atau 76,39 persen dari total utang swasta. Sementara aliran pinjaman luar negeri yang masuk ke lembaga keuangan tercatat US$ 41,26 miliar.

Dengan demikian, jasa keuangan menjadi sektor terbesar yang mendapatkan manfaat dari utang luar negeri. Kemudian, posisi itu disusul industri manufaktur sebesar US$ 36,36 miliar, pengadaan listrik gas dan uap sebesar US$ 24,84 miliar, serta pertambangan dan penggalian dengan nilai US$ 23,81 miliar.

Kendati demikian, pertumbuhan utang luar negeri melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen secara tahunan. Perlambatan pertumbuhan utang terjadi baik di utang swasta maupun utang pemerintah.

Alasannya, sebagian besar berasal dari penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik yang mencapai US$ 3 miliar dalam sebulan terakhir.

"Pemanfaatan utang luar negeri pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan invetasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi," ujar laporan itu dikutip Selasa (17/4).

Di sisi lain, jumlah utang swasta tumbuh melambat karena turunnya kenaikan pinjaman bagi sektor keuangan yang mendominasi struktur utang swasta.

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pekan Pertama Uji Coba di Ruas Tol Jagorawi Berjalan Lancar
Ekonomi
Pekan pertama penerapan uji coba paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) berjalan dengan lancar. PT Ja...
Seleksi Administrasi Calon Komisioner BP Tapera Diumumkan
Ekonomi
Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan hasil seleksi Administrasi Calon Komisioner dan Calon Deputi Komisioner Badan Pengel...
Kementerian PUPR Luncurkan Sembilan Aplikasi E-Government
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan sembilan aplikasiyang diperuntukan untuk pelayanan publik ma...
Kementerian PUPR Salurkan KPR Subsidi Rp 438 M
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 10 April 2018 telah menyalurkan KPR Subsidi melalui Fasilitas Lik...
Kementrian PUPR Rampungkan Pembangunan PLBN Skouw
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merampungkan pembangunan P...
eSPeKaPe Ogah Jika Sofyan Basir Jadi Dirut Pertamina
Ekonomi
Pasca RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) PT Pertamina (Persero) pada 20 April 2018 yang memutuskan pemberhentian El...
Kurtubi: Harusnya Pertamina Langsung di Bawah Presiden
Ekonomi
Fraksi Partai Nasdem meminta agar dalam revisi UU Migas No 22/2001, Pertamina dikembalikan sebagai Pemegang Kuasa (Usaha) Perta...
ODOL Jadi Tantangan Keberlanjutan Infrastruktur Jalan
Ekonomi
Penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya fokus pada ...
 Jembatan Cincin Lama Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran
Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan perbaikan Jembatan Cincin Lama yang runtuh, S...