Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Indonesia Pastikan Gabung dengan Obor China

11 Mei 2017, 6.37.22

​Indonesia Pastikan Gabung dengan Obor China

Jakarta, Sentananews.com

Indonesia dipastikan akan bergabung dengan kerja sama ekonomi One Belt, One Road (Obor) yang diinisiasi oleh China.

Hal ini dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai pembukaan Konferensi Tingkat Menteri IORA ke-2 tentang Ekonomi Biru di Jakarta, Rabu (10/5). "Kalau ikut, pasti ikut, pasti join, karena kita kan bersusah payah mencari investasi di luar APBN, total investasi kita di APBN hanya bisa meng-carry 30 persen," kata Budi Karya Sumadi.

Menurut Budi Karya, keikutsertaan Indonesia merupakan suatu kelaziman karena saat ini China adalah negara investor terbesar di dunia dan Indonesia membutuhkan investasi asing untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

"Saya pikir menjadi suatu yang common (wajar) kita masuk ke suatu sistem, kalau ada suatu inisiasi internasional itu kita manfaatkan sebagai bagian yang kita kembangkan," kata dia.

Budi menambahkan saat ini timnya tengah menyiapkan proposal proyek infrastruktur perhubungan yang akan diajukan ke Obor, antara lain proyek infrastruktur kereta api, pelabuhan, dan bandara.

"Ya, itu di antaranya, bisa juga bandara kalau mungkin ya, ini kan fleksibel. Kita sedang memberikan suatu proposal di beberapa titik, dan saya kan bagian dari kelompok itu, nanti ada lagi dari Pak Jonan, Menteri Pariwisata, dan lain-lain," kata dia.

Menteri yang akan mendampingi Presiden Jokowi dalam forum Obor di Beijing antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Obor China di Beijing pada 14 Mei 2017, yang akan dihadiri pemimpin dari 138 negara.@

Edior: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Lewat Inovasi Teknologi
Ekonomi
Seiring dengan bertambahnya pembangunan proyek perumahan, lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut. Hal ini berdampak pada...
​IRESS: Holding BUMN Tabrak Empat Aturan
Ekonomi
Pengamat Kebijakan Energi dan Pertambangan dari Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengkritisi mekanisme pemb...
Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Dijamin Aman
Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting, khususnya menj...
​Ekonomi RI Tidak Cukup Hanya Tumbuh Lima Persen
Ekonomi
Ahli ekonomi yang juga mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengingatkan ekonomi Indonesia tidak cukup jika hanya tumbuh stag...
​Arcandra: Soal Blok Mahakam Kita Serahkan ke Pertamina
Ekonomi
Blok Mahakam masih tetap jadi incaran perusahaan migas asing. Bahkan. Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mine...
Soal Evaluasi Kontrak PPA, Kepercayaan Investor Bisa Hilang
Ekonomi
Wakil Bendahara Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Rizka Armadhana mengatakan, evaluasi kontrak yang sudah menandata...
Ekspor Batubara, ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Rp 365,3 T
Ekonomi
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara terkait dengan dugaan ekspor batubara yang tidak dilaporkan...
Evaluasi Kontrak PPA Akan Timbulkan Masalah Baru
Ekonomi
Kebijakan pemerintah yang meminta PT PLN (Persero) untuk meninjau ulang seluruh kontrak yang sudah menandatangani kontrak jual ...
​Wartawan Daerah Dominasi Juara di AJP 2017
Ekonomi
Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017 menjadi ajang pembuktian kemampuan memproduksi karya jurnalistik, kini telah merata d...