Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Inka-Filipina Akan Teken Kontrak US$ 45 Juta

8 Jan. 2018, 19.06.52

Inka-Filipina Akan Teken Kontrak US$ 45 Juta

Jakarta, sentananews.com

PT Industri Kereta Api (Persero) dengan Filipina bulan ini akan meneken kontrak pengadaan kereta senilai US$ 45 juta (sekitar Rp 642,8 miliar) dengan Filipina.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Inka M Nur Sodiq di Jakarta, Senin (08/1/2018). "Bulan ini dengan Filipina kita tanda tangan kontrak dua rangkaian kereta diesel multiple unit atau kereta rel diesel hidrolik," kata Sodiq.

Ia menyebut kontrak itu sebagai kerja sama pengerjaan proyek sarana kereta api pertama dengan Filipina. "Mimpi kita yaitu menguasai pasar ASEAN karena enggak ada yang buat kereta begini selain di Indonesia, yaitu Inka, kemudian ke Asia Selatan baru merambah ke Pasar Afrika," tukasnya.

Ia menambahkan perusahaan sudah menjalin kerja sama dengan Bangladesh dalam pengerjaan 50 kereta broad gaude (BG) dan 200 kereta meter gauge (MG) senilai US$ 99,8 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. "Harus selesai 2019 ini dan pengiriman pertama akhir 2018," katanya.

Sementara Executive Vice President Inka Bambang Kushendarto mengatakan perusahaan sebelumnya sudah menggarap pesanan dari Malaysia, Thailand dan Australia.

"Untuk Filipina memang pertama, tapi untuk pasar ASEAN, kita sudah pernah dengan Malaysia, baik kereta barang maupun penumpang, kemudian Thailand itu kereta Ballast Hopper Wagon dan Australia untuk casis-nya saja," paparnya.

Bambang mengatakan perusahaan juga dalam proses penjajakan kerja sama pengadaan 30 lokomotif dengan Zambia senilai US$ 90 juta atau Rp1,3 triliun, yang saat ini masih dalam tahap perundingan.

Berkenaan dengan pemesanan dari dalam negeri, Sodiq mengatakan perusahaan akan mengerjakan 438 kereta untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan nilai Rp 2,2 triliun.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​439 Karya Inovasi PLN Dilombakan dalam LIKE PLN 2018
Ekonomi
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andi N.Sommeng menyebutkan bawah memasuki era Industri 4.0 ini, semua pih...
Pertamina MOR VIII Operasikan BBM Satu Harga di 13 Titik
Ekonomi
Sampai dengan Oktober 2018, PT Pertamina (Persero) – Marketing Operation Region VIII tercatat telah mengoperasikan 13 titik BBM...
​Pertamina Luncurkan "Enduro Student Program" di Madiun
Ekonomi
Setelah meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis kemandirian ekonomi yakni Enduro Student Program (ES...
PLN Terbitkan Lagi Global Bond Senilai US$ 11,5 Miliar
Ekonomi
PLN kembali berhasil menerbitkan Global Bond senilai kurang lebih US$ 1,5 miliar, yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan ...
PEP Agresif Tambah Cadangan Gas di Sulteng
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas berhasil men...
​Ini Enam Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas
Ekonomi
Survey oleh Pro Indonesia Foundation di 30 kota menemukan bahwa 6 masalah utama UMKM untuk meningkatkan kelas bisnisnya adalah ...
​PT Pertamina EP Penuhi Target Seismik 100%
Ekonomi
PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, ...
2018 Kementrian PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas setiap desa-d...
Rahasia Hidup Enak dan Nyaman
Ekonomi
Seiring bertambahnya tingkat ekonomi sosial, meningkat pula pola hidupnya. Manusia ingin hidupnya lebih enak dan nyaman. Salah ...