Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Investor Menunggu di Danau Rawa Pening

9 Nov. 2018, 13.18.59

Investor Menunggu di Danau Rawa Pening

Semarang, sentananews.com

Permukaan yang ditampilkan alam Indonesia kepada dunia jelas mengesankan. Yang menampak itu antara lain danau alam paling eksotik seluas 1.850 hektar (Ha) bernama 'Rawa Pening,' di kawasan Bukit Cinta, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Semarang.

"Waduk, jalan, jembatan, sebaiknya dinikmati masyarakat. Jangan hanya untuk fungsi engineering saja. Tapi juga fungsi sosial, budaya, ekologi, yang mengeksplorasikan peradaban bangsa. Waduk-waduk perlu dimanfaatkan untuk wisata, untuk ruang publik. Yang punya pikiran-pikiran begitu juga Pak Menteri Basuki," jelas Dr. Ir. Andy Siswanto, mantan pembimbing mahasiswa S3 di Jerman, Inggris, Australia, yang kini bermukim di Semarang.

Itu idealnya. Penasaran dengan kandungan gagasan yang digarisbawahi Andy? Prakarsa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini adalah petunjuk sempurna.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA)-Kementerian PUPR, bakal tercipta impian Menteri Basuki dan Andy tentang fungsi dan manfaat infrastruktur sumberdaya air.

Danau Rawa Pening merupakan danau alam. Terletak di Kecamatan Bawe, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, kurang lebih 40 km ke arah Selatan dari Kota Semarang. Luasnya 1.850,10 Ha, dengan kedalaman 0,35–10 m. Danau ini juga dikelilingi 9 daerah aliran sungai (DAS).

Yakni; Kali Galeh dan Kali Klegung (6.121 Ha), Kali Torong (2.687 Ha), Kali Panjang dan Kali Kupang (893 Ha), Kali Legi (931 Ha), Kali Parat (3.77 Ha), Kali Sraten (2.822 Ha), Kali Renggas dan Kali Tukmodin (1.751 Ha), Kali Kedung Ringin (918 Ha), dan Kali Ringgis/Kali Tengah (1.211 Ha). Totalnya 2.078 Ha.

Menurut Ir. H. Ruhban Ruzziyatno, Kepala BBWS Pemali Juana. Selain irigasi, air baku, pengendali banjir, dan pariwisata sebagai manfaat utama dari danau Rawa Pening. Juga sebagai pembangkit tenaga listrik dan perikanan darat.

"Untuk irigasi, di daerah irigasi (DI) Tuntang Jelok 374 Ha, DI Glapan Barat, 10.113 Ha, DI Glapan Timur 8.671 Ha, Suplesi di Pelayaran Buyaran 909 Ha. Sedangkan untuk air baku, (air minum), itu ada Sumber Air Muncul 500 liter/det, dan Kanal Tuntang 250 liter/det," kata Ruhban, sambil menambahkan manfaat lain dari program strategi Ditjen SDA)-Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana ini.

Yaitu; akan mereduksi debit banjir yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak melalui pintu pengatur Bendung Tuntang, dalam mengendalikan banjir. Selain itu, juga untuk Olah Raga Air, Kolam Renang Muncul, dan Pemancingan untuk pariwisata. Dan, akan terpasang 4x5,12 MW di PLTA Jelok, dan 3x4 MW di PLTA Timo, sebagai pembangkit listrik. Bagaimana dengan perikanan darat? Budi daya ikan air tawar adalah manfaat dari danau ini.

Aman? Belum! Seperti penulis dengar dan lihat sendiri saat berada di permukaan yang ditampilkan alam ini beberapa hari lalu. Tampak, enceng gondok menggunung dimana-mana. Jaring apung atau kerambah juga. Tampak sangat tidak terkontrol. Kesan penulis; BBWS Pemali Juana sebagai arsitek pemanfaatan danau tersebut, tampak belum sepenuhnya mendapat dukungan dan kerja sama pihak-pihak terkait.

"Dari luasan danau yang 1.850 Ha, itu 800 Ha kena enceng gondok. Makanya, kita programkan pengambilan enceng gondok tiap tahun itu 200 Ha. Berarti kan empat tahun. Kemungkinan dua tahun ke depan selesai," jelas Ruhban, sambil menggarisbawahi adanya kerambah yang tidak terkontrol, dan petani yang menanam padi pada saat surut, gak mau dia menanam pada saat pasang, sebagai dua masalah yang sedang dihadapinya dalam percepatan pengambilan encek gondok.

Diperketatlah, kegiatan rutin operasional dan pemeliharaan (OP)-BBWS Pemali Juana. Terutama untuk pembersihan enceng gondok. Hasilnya; sampai dengan Desember 2017, sudah sekitar 200 Ha area yang dibersihkan. Sedangkan pada 2018 ini, sejak Januari sampai dengan Oktober, sudah sekitar 175 Ha yang dibersihkan.

Senada dengan 'ironi' Ruhban. Pengakuan seorang warga masyarakat peduli Rawa Pening yang juga operator alat berat milik BBWS Pemali Juana di danau ini bernama Sugito, (40), juga tak kalah penting mendapat hirauan untuk mewujudkan impian Menteri Basuki tentang pengelolaan danau Rawa Pening.

"Masalah dasarnya sekarang adalah kondisi rawa yang sudah dangkal. Penurunan dangkalnya luar biasa dalam tahun ini, sekitar 2-3 meter. Supaya danau Rawa Pening tetap lestari, ya, harus ada kerja sama," akui Sugito, yang menambahkan sumber sampah di danau ini adalah dari pasar-pasar tradisional dan limbah industri keluarga, yang mengalir lewat Kali Candi dan Kali Panjang.

"Kita kehilangan 15 juta m3 selama tiga bulan di Rawa Pening. Bila dikonvensikan, berapa kerugiannya," tanya Ruhban. Makanya, ia mengaku sedang menyurati Bupati Semarang untuk beraudensi menjelsakn itu semua. "Investor sudah menunggu," katanya.

Penulis: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Kinerja 2018 Memuaskan, PDSI Kembali Lampaui Target
Ekonomi
Meskipun harus mengawali tahun dengan permintaan menurunkan harga jasa sewa harian rig, PT Pertamina Drilling Services Indonesi...
Pemangkas Rambut Garut Mendapat Akses KPR Subsidi
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa me...
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Terus Dilanjutkan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun rumah susun (Rusun) yang diperuntukan bagi Masyarakat Be...
Cegah Garut Banjir, KPUPR Bangun Tanggul Sepanjang  5 Km
Ekonomi
Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 20 September 2016 lalu, Kementerian Pekerjaan Um...
Atasi Banjir, Kementerian PUPR Normalisasi Sungai di Kota Bima
Ekonomi
Guna mencegah terulangnya banjir besar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan normalisasi dan ...
Mulai Digenangi, Bendungan Mila Siap Suplai Irigasi 1.689 Ha
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia, termasuk di Kawasa...
​Pererat Persaudaraan, Kodiklatad dan Masyarakat Gelar Baksos
Ekonomi
Mempererat silaturahmi antara institusi TNI-Polri serta komunitas offroad dan masyarakat, Komandan Kodiklatad, Letjen TNI AM. P...
Yusril Siap Gugat Permen PUPR Terkait Rumah Susun
Ekonomi
Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) melalui Pakar Hukum Tata Negara, Yu...
17.500 Rumah MBR di Nikmati Program Hibah Air Minum KPUPR
Ekonomi
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus berupaya...